2008, Penentuan Operator Baru dan ISP

TEMPO Interaktif, Jakarta: Operator seluler baru dan perusahaan
penyedia jasa internet (Internet Service Provider/ISP) dengan
pelanggan kecil harus mewaspadai kondisi tahun depan.

Pengamat yang juga Ketua Masyarakat Telematika Indonesia, Mas
Wigrantoro Roes Setiyadi, memperkirakan pada 2008 mereka harus
berjuang keras mempertahankan diri. "Tahun depan penentuan hidup
matinya operator baru," katanya kemarin ketika dihubungi Tempo.

Menurut Mas Wig, panggilannya, pertumbuhan operator baru cukup cepat
pada awalnya. Tapi selanjutnya mereka harus berhadapan dengan operator
lama dengan pelanggan fanatik mereka.

Maka operator baru harus mencari celah strategi bisnis di daerah yang
tak menjadi perhatian utama operator lama. Ekspansi ke luar Jawa,
misalnya, harus dibarengi dengan perluasan layanan dan jaringan. Meski
kehadiran para operator baru di kota-kota besar masih perlu sebagai
penanda keberadaan.

Bagi operator seluler lama, Mas Wig melanjutkan, pada 2008 akan lebih
pada mempertahankan diri agar pasar tak digerogoti oleh pemain baru
yang mulai bermunculan. "Strategi mereka customer retention, misalnya
bagaimana meningkatkan kualitas layanannya."

Para operator lama pun bakal lebih mendekati dewasa dan meluaskan
pembangunan jaringannya. Pola ini diikuti dengan pemasaran layanan
internet dengan model paket (bundling) yakni 3G, voice, MMS/SMS. Tapi,
Mas Wig yakin yang akan ramai adalah layanan internet dengan teknologi
High Speed Downlink Packet Access (HSDPA).

Apalagi jika ditunjang pemasaran notebook yang terpasang internal
modem HSDPA. Tahun depan diperkirakan notebook dengan fasilitas ini
sudah akan beredar luas. Peningkatan pendapatan dengan paket ini 10-15
persen. "Bahkan bisa lebih, kalau notebook HSDPA ready ada dan flat
price dari operator."

Mas Wig menilai konsep bundling bakal memunculkan hal positif dan
negatif bagi ISP. Positifnya, akan meningkatkan kompetisi. Tapi
negatifnya, akan mematikan ISP terutama yang tak bermodal besar alias
hanya berbisnis dengan memberi jasa akses internet untuk jumlah
pelanggan yang terbatas. "Kalau sudah begitu, lebih baik mereka cari
peluang bisnis lain," ujarnya.

Dian Yuliastuti

Sumber: Tempointeraktif.com
http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2007/12/24/brk,20071224-114025,id.html

-- 
Voucha II - Team
http://pulsa.web.id

Kirim email ke