Bung Gito,

Saya setuju banget soal pengaturan waktu/jadwal. Di kita juga begitu.
Sebetulnya kita punya jadwal/jam kerja sesuai aturan. Tapi waktu
awal-awal masih bocor. Alias support teknis di luar jam kerja masih
dilayani. Masih melayani technical support jam 12 malem, bahkan jam 3
pagi. Alhasil, jadwal kerja terganggu karena SDMnya mabok karena
sering begadang semaleman. Tambah orang juga ngga efektif, karena
urusannya bukan source (SDM) tapi jadwal.

Padahal setelah dianalisa, ada yang cuma masalah sepele dan bisa
diselesaikan sendiri, ada juga yang urgent. Akhirnya dibikin prioritas
dan prosedur standar.

Jam kerja betul-betul diberlakukan dengan ketat, Senin-Jumat jam
08.00-16.00. Dengan begitu, SDM kita bisa melayani support dengan
stamina prima dan moral tinggi. Lihat pengalaman perusahaan IT di
tempat temen, di atas jam 15.00 stamina dan moral orang IT cuma
tinggal 20 persen. :D Sistem helpdesk untuk support dibuat efisien dan
tersusun rapi. Jadi walaupun ganti-ganti orang, semua tau kronologis
masalah yang sedang dihadapi.

Jadi bisa menekan waktu yang terbuang percuma untuk ngecek komputer
client dengan remote. Maklum, ngeremote itu boros di bandwidth dan
makan waktu. Pakai RADMIN, cepet tapi ngga gratis, makan bandwidth
gede. Pakai Logmein, gratis tapi lemot. Boros bandwidth karena di
tempat client paling pakai Speedy yang di tiap daerah ngga sama
kualitasnya. Padahal kita pakai Fastnet yang kuenceng abiss. Makan
waktu karena satu PC cuma bisa remote satu client, ngga bisa
berbarengan. Kalau lagi remote, client yang lain pending, ngga bisa
diinterupsi.

Ternyata, hanya dengan memberlakukan jam kerja dengan ketat bisa
mengurangi beban kerja secara signifikan. Awalnya pasti kena protes,
tapi memang butuh waktu untuk kelihatan hasilnya.

Selain jam kerja, juga scope masalah yang ditangani. Awalnya hampir
semua masalah kita bantu: masalah jaringan, speedy, modem ADSL,
setting firewall, handphone ngga jalan karena barang refurbished,
modem ga kedetek, kabel DCU-11 ga jalan, jaringan FO XL putus, wah
macem-macem. Kayak tukang sihir, disuruh nyulap apa aja harus bisa.
Lama-lama, pulsa ga masuk ke konsumen komplen ke kantor juga, hahahah.

"Sore, Mas. Tolong dicek nomor xxxxxx belum masuk dari tadi siang".
WTF! Ini kejadian lho.

Akhirnya dikit-dikit dijelasin supaya scopenya sama-sama dipahami. Ini
ngga gampang, sumpah deh! Karena banyak yang salah paham, disangkanya
kita lepas tangan. Padahal kita cuma mau bilang: We are engineers, not
magician!

Segitu dulu deh sharing dari saya. Yang mau nambahin monggo, yang mau
menyanggah monggo.

Salam sukses buat semuanya.

On 2/9/08, gito_oke <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> berikut ini akan saya paparkan sedikit pengalaman saya dalam mengelola
> server 1 CHIP All Operator.


-- 
Voucha Developer Team
http://pulsa.web.id
http://blog.pulsa.web.id

Kirim email ke