Buat bahan renungan.
Apa efeknya ke bisnis pulsa? Kita simak saja dulu yang satu ini :)

---
Lehman Getarkan Korporasi Global
Kamis, 18 September 2008 | 07:32 WIB

LONDON, RABU - Bursa saham global bergolak pada hari ketiga, Rabu
(17/9). Lehman Brothers bangkrut karena keteledoran CEO Richard Fuld
yang dijuluki si "Gorila". Kasus Lehman memberi efek domino pada
korporasi keuangan global.

Ekonom Rizal Ramli mengatakan, risiko krisis global terhadap Indonesia
adalah potensi berhentinya investor menanamkan modal di Indonesia.
"Ini kemudian akan diatasi dengan kebijakan menaikkan suku bunga,
mengikuti resep IMF, dan melakukan intervensi di pasar uang untuk
mencegah kemerosotan rupiah yang menguras devisa. Kisah sukses ekonomi
makro yang diumbar pemerintah pun menjadi hambar," katanya.

Ini adalah efek dari tsunami keuangan global dengan episentrum di AS,
melibatkan mahaguru raksasa keuangan global. Ironis karena lembaga
keuangan global itu menjadi bahan studi yang disusun Harvard Business
Review dan diajarkan di sekolah-sekolah bisnis karena reputasi mereka.
Semuanya hambar di mata investor. Investor kecil kemungkinan akan
terselamatkan karena bantuan The Securities Investor Protection Corp
(SIPC), pelindung investor kelas teri. "Kami punya komitmen mencegah
kekacauan pasar akibat kebangkrsutan Lehman," kata Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal AS (SEC) Christopher Cox.

SIPC tak melindungi investor kelas kakap yang buru-buru menguangkan
investasi antara lain di American Insurance General (AIG), salah satu
penjual obligasi terbitan Lehman Brothers. Tidak kuat dengan serbuan
itu, AIG terpaksa mendapatkan suntikan 85 miliar dollar AS.

Faktor CDS

Imbas kebangkrutan Lehman pada AIG antara lain terkait transaksi
credit default swaps (CDS). Ini adalah instrumen pelapis risiko jika
obligasi yang dibeli investor atau perusahaan tidak bisa dibayar
penerbitnya (default). AIG menjual CDS terkait obligasi terbitan
Lehman.

Imbas kasus Lehman tidak saja kepada AIG, tetapi juga menimbulkan
kepanikan investor global yang memegang CDS terbitan perusahaan lain.
HBOS, perusahaan pembiayaan perumahan Inggris, juga diserbu nasabah.
Para pemegang CDS panik. George Soros, pialang internasional, beberapa
bulan lalu mengingatkan krisis kepercayaan kepada CDS bisa menggoyang
keuangan global dan kini terjadi.

Kolumnis AS, Bryan Zepp Jamieson, pada 20 Juli 2008 menyebutkan,
volume CDS mencapai 64 triliun dollar AS, lima kali dari produksi
domestik bruto (PDB) AS yang sebesar 13,7 triliun dollar AS. Total
transaksi keuangan global terkait obligasi sekitar 700 triliun dollar
AS, lebih dari 10 kali PDB global, sebuah ambang batas aman yang
terlampaui jauh.

Krisis belum berakhir

Menurut Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn, kerugian akibat
krisis keuangan mencapai 1 triliun dollar AS. Sejauh ini kerugian yang
terlihat baru 350 miliar dollar AS. Karena itu, Strauss-Kahn
mengatakan, krisis finansial global belumlah berakhir. Masih banyak
lagi bank yang akan tutup dan terbuka kemungkinan perusahaan investasi
lain mundur dari bisnis. "Faktanya, masih ada beberapa bank lagi di AS
yang sedang dalam proses restrukturisasi. Hendaknya kita semua tidak
panik walau keruntuhan Lehman membawa ketidakpastian. Pasar finansial
masih belum akan tenang dalam waktu dekat ini," ujarnya.

Gubernur Bank Sentral Italia Mario Draghi yang juga anggota Dewan
Direktur Bank Sentral Eropa mengatakan, dampak krisis keuangan itu
membutuhkan puluhan tahun untuk bisa diatasi. Draghi memperkirakan,
kini lembaga keuangan global memerlukan suntikan dana sebesar 500
miliar dollar AS dan kemungkinan tidak semua bank bisa mendapatkan
itu. Itu juga sebabnya Draghi mengingatkan turbulensi masih berpotensi
besar untuk terjadi.

Analis lain mengatakan hal senada bahwa pasar finansial masih akan
bergejolak. "Sistem finansial masih akan terus bergolak karena
kepanikan investor," demikian peringatan analis dari CMC, Iain
Griffiths.

Faktor keserakahan

Ada keuntungan dari gejolak keuangan yang membuat investor setidaknya
untuk sementara berhenti berspekulasi. Hal itu menolong penurunan
harga minyak jenis Brent yang mencapai 91,70 dollar AS. Dalam dua hari
belakangan ini harga minyak sudah turun 10 dollar AS.

Presiden AS George W Bush menyatakan, kesediaan mengatur perilaku
lembaga keuangan sebuah perubahan drastis. Sebelumnya Bush mendukung
penuh liberalisasi pasar yang sudah diingatkan ekonom AS, Paul
Krugman, bahwa sikap itu berbahaya.

Calon presiden dari Partai Republik, John McCain, mengecam keserakahan
Wall Street untuk meraup keuntungan besar dengan bermain pada
investasi berisiko tinggi, termasuk CDS, yang tak diatur sama sekali.
Namun, kecaman McCain ini ditertawakan capres dari Demokrat, Barack
Obama, yang mengatakan, krisis ini adalah buah kinerja Republik
delapan tahun terakhir.

Para pemimpin bisnis juga menyadari risiko investasi yang liar, tak
diatur hukum, sikap yang menguat setelah kebangkrutan Lehman Brothers.
"Saya yakin kasus Lehman memberi pelajaran bagi pasar untuk
berhati-hati," kata William Brandt Jr, Ketua Development Specialists
Inc.

Kerusakan sudah muncul yaitu berupa potensi penurunan pertumbuhan
ekonomi. Namun, ekonom mengatakan, walau krisis keuangan ini adalah
yang terburuk sejak tahun 1930-an, perekonomian global tak akan jatuh
terlalu dalam.

"Keadaan perekonomian akan buruk dan bertahan buruk," kata John
Shoven, Direktur Stanford Institute for Economic Policy Research.
"Namun, ini adalah pil pahit yang lebih bagus kita telan ketimbang
ekonomi hancur lebih dalam," kata Shoven.

JOE
Sumber : Kompas Cetak

-- 
Voucha3 Team

0859-59-VOUCHA
http://voucha.net

Kirim email ke