Anda belum pernah kejadian? Belum tentu di lapangan juga begitu. Faktanya, yang sistemnya crash dan akhirnya kabur dikejar customernya udah banyak. Atau kalaupun tidak kabur, dan sistemnya up lagi, namanya sudah jelek. Transaksinya juga makin surut. Mau ganti-ganti nama, ganti website, ganti logo, ganti nomor, pindah tempat: Tidak ada pengaruh! Sepertinya customer retail lebih lama kapoknya atau ingatannya lebih kuat dari pada h2h.
Install antivirus, dan selalu lakukan update! Tapi ini juga percuma kalau perilakunya sama sekali tidak berubah. Mau pakai kondom tercanggih pun, kalau masih "jajan" ya sama saja cari penyakit. Jadi ubah juga perilakunya. Semua software menjanjikan sistem yang stabil. Tapi tidak semua software mau jujur menampilkan pesan error dari sistem baik hardware, OS maupun dari software itu sendiri. Sebab, user suka panik kalau liat pesan error, makanya disembunyikan. Jadi user seolah-olah merasakan tidak ada masalah. Ujung-ujungnya transaksi jadi gak jelas statusnya, diproses dobel-tripel-quadrupel, dan susah menelusurinya. Pas ditanya ke developernya, support-nya jawab: "di kita ngga ada masalah tuh pak, mungkin di tempat bapak yang installnya gak bener, mungkin di tempat bapak yang lagi gangguan". Customer tetap merasakan ada masalah, walaupun si operator server merasakan tidak ada masalah. Akhirnya customer pindah diam-diam ke all-operator lain. Dan tentu saja, operator server tidak merasakan ada masalah. Kan pindahnya diam-diam, tidak maki-maki. Saya lebih suka menampilkan semua problem atau pesan error baik dari hardware, OS, maupun dari softwarenya sendiri. Karena untuk problem yang tidak bisa dideteksi oleh developer dan ditemukan oleh customer, kita bisa periksa dan bikin update untuk perbaikannya. Semua software menjanjikan support. Tapi tidak semua software yang supportnya bisa diandalkan, kebanyakan salesnya yang pegang support. Padahal kemampuannya tidak memadai. Supaya cost yang dikeluarkan untuk support tidak banyak. Bisa dimaklumi karena mempekerjakan orang IT untuk support biayanya cukup besar, apalagi dalam jumlah yang cukup banyak. Belum lagi mengeluarkan biaya untuk training dan fasilitas yang memadai supaya kemampuannya terus berkembang. Belum lagi, sering keluar masuk karena tidak tahan tekanan pekerjaan. Belum lagi orangnya tidak jujur! Ya sudah, sales aja yang pegang support walaupun salesnya gaptek dan susah dihubungi. Seperti itu lah tepatnya kejadian di lapangan yang saya ambil hikmahnya. Semoga kita bisa membedakan mana ilusi di tempat kita, mana kenyataan di lapangan. -- Software Pulsa Voucha3 Tetap Cepat Di Jam Padat Comitted to Excellence http://voucha.net - http://www.facebook.com/voucha
