Betul pak, merapikan kok sekarang ?? Kenapa dari dulu ga dirapikan aja ?? 
Ibarat suami istri, kita ini perlu di akui dan harus ada akta nikah nya, jangan 
cuma "ditidurin" dan di kawin siri aja sama XL. kalo XL sudah besar seperti 
sekarang ini, kita2x ini dibuang begitu saja.. Ingat XL, siapa yang membesarkan 
nama mu ?? Apa cuma dari iklan saja ?? Apa cuma dari retail counter saja ?? 
Tanpa ada server, mana mungkin counter2x semakin banyak  bermunculan ?? Pemain 
server juga konsumen voucher dan konsumen itu ada hak nya dalam membeli suatu 
barang, semua nya itu juga di atur hukum dan  pemerintah. Ada naungan hukum nya 
( Lembaga Konsumen Indonesia )..
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Derrick Firdaus Kurniawan" <[email protected]>
Date: Tue, 27 Apr 2010 06:59:07 
To: Pulsa<[email protected]>
Subject: Re: [pulsa] kutipan jawapos 27 April

Sungguh sungguh mengenaskan.
Tidak kau ingat siapa yang biasa kau paksa makan alokasimu dulu????


http://ncstronic.com 
Powered by BlackBerry®
9700/5.0.0.593+irtehun |21B30581|

-----Original Message-----
From: "ivansl007" <[email protected]>
Date: Tue, 27 Apr 2010 06:45:10 
To: <[email protected]>
Subject: [pulsa] kutipan jawapos 27 April

MANAGER Non Traditional Channel Management XL Axiata Eka Dwidasa  K.
secara terpisah mengatakan, pihaknya merasa perlu menertibkan 
distribusi produknya di diler non traditional dengan menerapkan sistem 
kuota. ''Terdapat indikasi bahwa pen­jualan dari diler non
traditional  telah disalahgunakan untuk men-supply jalur traditional
retail,'' tegas  dia. ''Hal ini ditunjukkan dengan beberapa survei
lapangan, review,  serta kewajaran jumlah transaksi per hari dari sebuah
outlet non  traditional," tegasnya.

"Dari data yang kami terima, jumlah yang  wajar untuk transaksi per
outlet non traditional adalah kurang dari 20  kali per hari. Dengan
begitu, kuota transaksi per hari sebanyak 100 kali  per dompet pulsa
chip non traditional dinilai sudah cukup untuk  mengakomodasi penjualan
produk XL melalui non traditional retail,''  ujarnya.

XL mengategorikan non tra­­di­tio­nal retail sebagai  channel
distribusi yang memiliki bisnis inti di luar bidang  telekomunikasi.
Seper­ti Carrefour, Hypermart, Alfa­­mart atau  Indomaret.
Se­dang­kan usaha bisnis inti di bidang teleko­munikasi 
disebut traditional retail seperti toko handphone dan aksesori, toko 
voucher, dan kartu perdana.

Produk XL dialokasikan melalui non  traditional retail hanya boleh
dijual kepada pengguna XL yang membeli  produk XL di outlet non
traditional tersebut. (aan/c10/tia)

Mungkin saya naif, atau kurang sensitip, tapi bila saya baca berita
tersebut maka XL sedang menertibkan distribusi dealer non traditional, 
mungkin juga ada beberapa keluhan server karena jadi downline dari
bagian ini yang ikut kena efek, mohon ditelaah lagi lebih teliti, agar
kita bisa bekerja dengan tidak was-was

mari selesaikan masalah cari nafkah ini dengan sebaik-baiknya


Kirim email ke