poernomoo,[email protected] wrote : Betul pak, merapikan kok sekarang ?? Kenapa dari dulu ga dirapikan aja ??
untuk jawab ini mari flashback , kutipan dari ramot-66217, forum djawir sekedar MERAMAL kenapa xl jadi begini kronologi perubahan distribusi dompul 1. di keluarkanlah xl kita (dompul) deposit via ATM bca / langsung ke xl center 2. di buatlah aturan DOMPUL SILVER/GOLD/PLATINUM => targetnya : xl cari dealer secara tidak langsung 3. di bawah GOLD semua jadi D1/D2 4. gold dan platinum jadi dealer memegang area tertentu (blm cluster) 5. dealer banting2 diskon dng alasan kejar target,, bahkan katanya ada yg jual modal 6. dealer pada ngeluh karena harga pasar hancur2an 7. xl bikin aturan cluster tujuan: biar dealer ga saling rebutan pasar 8. tetep aja dealer ngeluh krn dealer laen jual ke daerahnya melalui server h2h clien nya 9. xl pusing.... lalu ambil keputusan penyebab dealernnya ga maju adalah SERVER 10. pelan tapi pasti,, xl melarang dealer tembak stok banyak2 ke 1 cip (biar server ga berkutik) Dengan mengabaikan peran ISTIMEWA dealer besar yang KEBAL dan SAKTI pendapat saya begini Bila baca kutipan diatas dan kutipan jawa pos bisa jadi distributor XL yang tidak mampu bersaing dengan dealer XL lain tapi ingin untung besar sehingga peluang membina wilayah dimanfaatkan untuk monopoli, namun karena mahal dan bayak yang beli ke cluster lain maka yang dituduh jadi penyebab harga pasar hancur atau stok tidak bisa keluar adalah karena peran server, dealer in cluster yang merasa dirugikan tidak mawas diri, kenapa server ambil host to host atau dealer diluar custer? (mestinya ini persaingan sesama dealer XL, ini yang mesti diluruskan dan coba disampaikan ke XL) Mengapa bukan dealer XL yang lain yang disalahkan, yang mana terserah, mau yang jualnya mahal makanya ga laku atau yang dibeli oleh server Demikian pula bila server lokal jual dengan harga dasar mahal atau sering troble, pasti server dari daerah lain bisa masuk ini terjadi pada XL dan Indosat, bukan coba jualan di cluster yang jadi wilayahnya dengan baik tapi malah cuma mempersoalkan barang sesama dealer yang masuk clusternya. makanya baik XL maupun Indosat lebih banyak ribut internal dealer saling menyalahkan pelanggaran wilayah, tapi tidak terhadap Telkomsel karena Telkomsel belum ada cluster untuk tiap dealer, di sistimnya Telkomsel kalau dealernya ga rajin pasti kalah oleh penyedia Telkomsel yang lain baik itu dari dealer, sub dealer atau server.
