Setuju sekali mas Ebonk, qta semua pernah sama2 kuliah juga.
"Anda punya kebebasan berbicara, tapi bukan kebebasan untuk didengar. Kebebasan berbicara itu hak Anda, tapi kebebasan untuk mendengarkan itu hak orang lain." Perusahaan sudah menyediakan Layanan Konsumen, baik brupa Help Desk atau Call Center. Apalagi skrg jamannya Social Media. Silahkan dimanfaatkan dengan bijak. Belajarlah menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Kesal dan kecewa boleh.. Apa kita akan terus larut dengan itu. Tanpa adanya perubahan dalam diri kita. Salam, Eddy Aji Poerwanto HP: 0818640400, 022.70123404, 081220123404, YM: warungbarokah, PIN BB: 24B02EB6, de' Barokah Solutions® Solusi usaha anda.....! -----Original Message----- From: Ilham Rizqi Sasmita <[email protected]> Date: Sun, 2 May 2010 11:18:15 To: <[email protected]> Subject: Re: Re[2]: [pulsa] Re: 2010/5/2 Del Ka Cell <[email protected]> > > Kok di copas yo....??? > kebebasan mengeluarkan keluhan dan pendapat hak setiap individu. > Kok jadi sepiiiii.... > > Del Ka Cell Jadi ingat waktu dulu di kampus. You have Freedom to Speak, but it doesn't mean you have Freedom to be heard. Anda punya kebebasan berbicara, tapi bukan kebebasan untuk didengar. Kebebasan berbicara itu hak Anda, tapi kebebasan untuk mendengarkan itu hak orang lain. Jangankan kepada orang lain. Apakah yang anda katakan kepada anak Anda didengar oleh anak Anda sendiri? Apakah instruksi yang Anda katakan kepada karyawan itu didengar oleh karyawan Anda sendiri? Apakah pendapat Anda itu didengar oleh teman Anda sendiri? Jika didengar saja tidak, apakah bisa dimengerti? Jika dimengerti saja tidak, apakah bisa dipenuhi? Bagaimana supaya pendapat yang Anda katakan itu didengar? Itulah sebabnya kita perlu belajar berkomunikasi supaya efektif. Kecuali Anda hanya ingin berbicara, bukan ingin didengar. Ya silakan saja bicara semaunya, telepon sepuasnya kayak di iklan, toh tidak untuk didengar. -- Software Pulsa Voucha3 Tetap Cepat Di Jam Padat Comitted to Excellence http://voucha.net - http://www.facebook.com/voucha
