Minggu, 09/05/2010 21:54:53 WIB Operator telekomunikasi tidak semena-mena Oleh: Muhammad Sufyan
BANDUNG (Bisnis.com): Pengusaha server pulsa meminta seluruh operator telekomunikasi tidak semena-mena dalam menerapkan kebijakan distribusi voucher pulsa. Ketua Formatur Asosiasi Server Pulsa Indonesia (Aspindo) Pusat Dwi Lesmana Yuniarto mengatakan secara de jure, keberadaan pengusaha server pulsa selama ini cenderung tidak diakui operator telekomunikasi. Bahkan, operator makin lama kian semena-mena dalam memperlakukan pengusaha. Padahal, lanjut dia, secara de facto, keberadaan mereka selama ini justru memberikan banyak manfaat ke pelanggan. Sekalipun tidak di bawah naungan langsung operator, dengan sistem berbasis sistem teknologi informasi, maka pengisian pulsa dari server bersifat elektrik. Ini membuat implementasinya real time, memiliki cakupan nasional, dengan biaya efisien. “Namun sekali lagi, jika melihat perlakuan operator, kami seolah dianggap ada dan tiada. Gerak-gerik kami makin dibatasi, sekalipun [pengusaha pulsa] server adalah lini distribusi yang perannya setara diler resmi operator,” katanya kepada Bisnis di sela-sela Deklarasi Aspindo Jawa Barat di Bandung, akhir pekan lalu. Menurut dia, belakangan ini malah semakin banyak kebijakan operator yang membatasi ruang gerak server pulsa dan yang paling terasa saat ini adalah kebijakan regionalisasi dan klasterisasi distribusi-penjualan. Dengan kebijakan ini, penjualan isi ulang ponsel tidak bisa dilakukan melewati batasan wilayah tertentu. Bahkan, wilayah cakupannya relatif sempit, seperti pengusaha di Kota Bandung tidak bisa berjualan di Kab. Sumedang, misalnya. Di satu sisi, kebijakan ini sebenarnya bersumber dari keluhan diler resmi operator yang peluang bisnisnya banyak diserobot pengusaha server. Padahal, diler resmi berbadan legal, diakui operator, dan harus menyimpan deposito jaminan. “Mayoritas operator telekomunikasi telah menerapkan kedua kebijakan tersebut. Jika hal ini terus dijalankan, banyak sekali yang dirugikan, terutama para pegawai yang bekerja di perusahaan server,” ungkapnya. Aspindo mencatat di Indonesia, pengusaha server pulsa diperkirakan telah mencapai 5.000 unit, dengan pengusaha asal Jabar berkisar 500 unit. Total pekerjanya telah mencapai angka 15 juta orang. Triatno Wowen, Pengurus Aspindo Jabar, menambahkan apabila kebijakan regionalisasi dan klusterisasi terus diberlakukan, maka omset penjualan pengusaha yang sudah turun 60%--70% pasca kebijakan tadi, akan terus berlanjut. Di lain pihak, kata dia, operator juga benar-benar melupakan jasa pengusaha server yang sebenarnya ikut andil merintis perluasan jalur distribusi penjualan pulsa hingga ke pinggiran kota dan pedesaan. “Kami ini ikut mengembangkan downline pengusaha ritel pulsa. Ini bertahun-tahun dan hasilnya nyata, penjual pulsa sekarang ada di mana-mana. Mengapa setelah semuanya jalan, justru kami makin dibatasi?” Dwi mengungkapkan atas situasi tersebut, Aspindo Jabar didirikan (setelah sebelumnya didirikan di Jatim, Jateng dan Sumut) dengan tujuan meningkatkan posisi tawar pengusaha di depan operator. “Agar bisa menyalurkan aspirasi para pengusaha server pulsa, sehingga nanti terbangun kemitraan sejajar dengan operator telekomunikasi. Kalau sudah sejajar, yang untung semuanya, mulai dari operator, server, dan pastinya konsumen.”(msb) http://web.bisnis.com/sektor-riil/telematika/1id180140.html -- Powered by Windows 7 x64 Ultimate Build 7600 RTM - Dell Vostro 1400 Software Pulsa Voucha3 Tetap Cepat Di Jam Padat, Comitted to Excellence http://voucha.net - http://www.facebook.com/voucha ------------------------------------ MILIS INI BERSIH DARI MLM, MONEY GAME & SKEMA PIRAMIDA http://infopulsa.com/tata-tertib/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/pulsa/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/pulsa/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
