Kenapa Provider tetap memaksakan Perdana ke pasar/wilayah yang Jenuh ?
Saya jadi inget cerita temen counter yg sampai dapet bonus bisa jalan-jalan ke 
Luar negeri gara-gara menang kompetisi pengaktifan perdana terbanyak...dalam 
sebulan bisa puluhan ribu   ?!?!? Ternyata strategynya dengan memakai sebagai 
reply di servernya....sdh abis pulsanya chip dibuang.

Belum yang kasus label region/kota diperdananya diganti...seharusnya region 
sumatera, diganti region jakarta ...dan sebaliknya. Semua cara digunakan 
utk BUANG stok perdana.

Dari sisi operator sebenarnya ini sangat merugikan karena jumlah customernya 
jadi tidak jelas, tapi ya mau gimana lagi perdana terus dibanjiri dan dealer 
terus dikasih target jual perdana dan pengaktifan nya yang buanyak.
Sekarang kalau Dealer membuat aturan Isi ulang dompul harus disertakan 
pembelian perdana....siapa yg salah ?!?!

System cluster membuat oknum Dealer berbuat semena-mena.......membuat customer 
tdk ada pilihan.....tapi untung Technology sdh canggih, ambil stok dari server 
yang sedang dibanjiri stok dompul............akhirnya operator bikin aturan 
lagi, Limit Outernya ..he..he..he.....muter terus.....tdk pernah berhenti.
Jadi siapa sebenarnya yang bikin masalah selama ini ?!?!?

 
----- Original Message ----
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, June 2, 2010 2:08:34 PM
Subject: Re: [pulsa] Isi ulang dompul harus disertakan pembelian perdana

Betul perdana masalah klasik, marketing dari profider sering merugikan lini 
ujung tombak (konter) dengan janji2 dan bonus agar beli melebihi kemampuan dan 
mau aktif paksa sehingga hanya jadi pelanggan semu, namun secara teknis akan 
dianggap ada pertambahan pelanggan karena acountable, target tercapai bahkan 
bisa over hingga dapat bonus, padahal personal profider gini merugikan 
perusahaan tapi malah dapat bonus, tahun berikutnya nggak pusiang, tinggal 
ngulang straegi sebelumnya di akhir tahun
Sent from facebook® 


      

Kirim email ke