Subject: FW: HATI-HATI modus penipuan

  
Modus Penipuan
(berdasarkan pengalaman pribadi) ; harap sebarkan 
berita ini ke saudara2 / temen2 Anda supaya

dapat lebih berhati-hati, jangan sampai termakan oleh
trik penipuan ini !

Pada tgl 12 Juni 2010, saya memasang iklan di koran 
Kompas mengenai rencana penjualan salah satu

dari rumah saya.
Pada hari yang sama, saya menerima sms sebagai 
berikut :
"Saya Lindah mengenai rumah anda, sudah saya survey 
dan setujui dengan keluarga. Untuk harga silahkan 
dibicarakan sama suami saya, 0813-8976-5777

Haryadi. Pengirim sms : 0838-9665-3394, 12 Jun 2010 
16:25 WIB"

Tertarik dengan sms tsb, saya langsung menelepon ke 
no HP yg mengaku nama Lindah tapi selalu terdengar :

"no
 telp yang Anda
 tuju, sedang dialihkan...". Kemudian
saya telp ke no. HP Haryadi, berikut pembicaraannya :

Haryadi : Oh iya benar Pak, saya memang mau beli 

rumah Anda, tujuan mau investasi... Kebetulan istri saya
sudah merasa sangat cocok dengan lokasi dan kondisi 
rumah Bapak... Saya sedang di Medan , tapi sebaiknya 
Bapak negokan dulu harganya dengan saya supaya 

minggu depan waktu saya balik ke Jakarta , kita bisa 
langsung selesaikan administrasinya dll.

Oknum ini sangat antusias menanyakan soal status 
kepemilikan rumah, fasilitas di dalam rumah dll dan 
semuanya saya jelaskan dgn baik. Oknum keliatan 

semakin senang dan meminta harga "yang hanya turun 
sedikit" dari harga yang saya tawarkan. Suara oknum 
terdengar begitu bijak, baik dan profesional.

Saya : Soal harga yang Bapak tawar tadi, saya setujui. 

Tapi tanpa melihat seisi rumah, bagaimana Bapak begitu 
yakin dengan harga yang Bapak tawar tadi?

Haryadi : Oh tak masalah Pak. Istri saya kan sudah 

survey, jadi kalau istri saya sudah merasa cocok, pasti 
saya akan setuju. Kalau tidak, buat apa saya 
bernegosiasi dengan Bapak? OK Pak, nanti kalau sudah 
jadi, jangan lupa sisakan beberapa item perabotan untuk 

saya, sebagai bonus atau kenang2an, hehehe...

Saya : Tak masalah Pak, bisa diatur. Sampai jumpa nanti 
setelah Bapak balik dari Medan ...

Pada tgl. 13 Juni (sekitar jam 12 siang), Haryadi kembali 

menelepon saya.

Haryadi : Hai apa kabar Pak Henry? Senang bisa 
kembali berbicara dengan Anda. Saya mau sampaikan, 
keketulan saya
 sedang pegang
 uang sejumlah 25 juta. 
Bagaimana kl saya transfer aja ke rek bank Bapak 
sebagai DP tanda jadi supaya Bapak tidak lepas rumah
Bapak ke orang lain?

Saya : OK, terima kasih Pak. Tapi bagaimana dengan
kwitansi tanda terimanya? Saya kirim kemana? Atau 

saya antar ke Bu Linda?

Haryadi : Itu gampang Pak, bisa menyusul. Saya 
percaya sama Bapak, toh bukti transfernya kan nantinya 
masih ada di saya.. Tolong sms ke saya no. rekening 
Bapak sekarang...


Saya : Baik Pak, banyak terima kasih.

Kemudian saya kirim sms ke org tsb : Rek. BCA saya 
no. 6550****** atas nama Henry Lore 
Setengah jam kemudian, Haryadi telp kembali.


Haryadi : Pak, barusan saya transfer lewat ATM, tolong 
check segera dan kabarkan ke saya kalau sudah terima 
supaya saya merasa tenang...

Saya
 : Baik
 Pak, saya pergi ke ATM sekarang juga. 

Dalam perjalanan, pikiran saya saya agak bingung, hari 

gini kok ada yah orang beli rumah & kirim duit 
segampang beli kacang goreng? Ada 2 kemungkinan :
penipu atau.... pejabat korup yang punya banyak duit 
mau melakukan money laundry? Akh bodoh amat, toh 
saya di posisi sbg penerima duit, kaga ada ruginya.

Setiba di ATM, ternyata saldo saya masih belum 
berubah. Saya telp ke Haryadi lagi.

Saya : Pak, saya sudah check tapi tak ada dana masuk? 

Haryadi : Hah??? Masa??? Aduh! padahal tadi saldo 

saya sudah berkurang 25 juta loh? Ada apa yah??

Saya : Tolong Bapak kirimkan aja bukti transfernya ke 
saya melalui fax..?

Haryadi : kebetulan tadi waktu saya transfer, mesinnya
 
tidak mengeluarkan struk! aduh gimana yah??? 25 juta 
loh Pak??? (suaranya terdengar gemetar dan panik 
sekali)

Saya : jangan panik dulu Pak, transaksi seperti ini tidak 
akan terjadi kesalahan. Bapak bisa cetak di buku 

tabungan Bapak dan kita bisa bersama2 klaim ke BCA 
hari Senin besok.. bagaimana Pak?

Haryadi : Ini kan hari minggu, saya mana bisa tenang 
Pak diminta tunggu sampai besok? 

(dgn begitu paniknya dia baca ulang no. rek BCA saya, 

saya bilang benar. Dia minta saya check ulang, tetap 
saldo belum ada dana masuk)

Saya : begini aja Pak, biar saya telp halo BCA sekarang, 
menanyakan status transfer Bapak.

Haryadi : OK, biar saya aja yg telp skrg. Bapak jangan 

tutup telp yah, biar kita bicara ber-3 dengan operator 
halo BCA.

Saya dengarkan nada telp masuk : "selamat datang di 
Halo BCA, tekan 1 untuk
 layanan bahasa Indonesia bla
bla bla sampai tersambung ke operator.

Operator : selamat sore dengan Halo BCA ada yang 
bisa saya bantu?

Haryadi : langsung buru2 menceritakan perihal transfer 

yang tidak saya terima

Operator : Oh maaf Pak, jaringan BCA memang sedang 
ada gangguan. Mohon ditunggu, dana seharusnya akan 
diterima setelah bbrp jam kemudian..

Haryadi : tapi saya tidak bisa menunggu lama2 Pak, 

uang 25 juta bukan uang kecil, saya harsu pastikan
secepatnya!

Operator : kalau Bpk mau cepat, saya bisa minta 
penerima check melalui ATM, tolong saya bicara 
langsung dengan beliau.

Saya : ini saya penerima Pak, saya sudah mendengar 

semua percakapan Bapak.

Operator : bagus, kalau begitu, coba bapak sekarang 
masukkan kartu ke ATM, check sekali lagi.

Saya : sudah Pak, tetap belum ada
 dananya.

Operator : berapa jumlah saldo Bapak sekarang?

Saya : hmmm.... kenapa Bapak tanya soal saldo saya?
Operator : mau pastikan aja apakah bapak sudah terima 
tau belum

Saya : emmmm (jawab asal2an), ada saldo 5 juta Pak.


Operator : diam sebentar dan... kalau masuk 25 juta 
harusnya sekarang 30 juta yah?

Saya : ya iyalah! masalahnya skrg blm ada yang 
masuk?!

Operator : OK begini aja, supaya cepat untuk 
mengetahui status transfer, bapak coba tekan "transaksi 

lain"

Saya : Sudah, terus?

Operator : terus tekan "transfer"

Saya : Pak, saya ini mau check uang masuk! bukan mau 
kirim uang!

Operator : (tiba2 berubah nada bicaranya seperti 

preman) : bapak kalau dengar belum jelas, jangan 
kompalin dulu, ngerti???!

Saya langsung cubit tangan saya untuk memastikan 
apakah saya sedang dibawah pengaruh hipnotis. Tapi 
akh, saya tak percaya mistis
 begituan. Logika saya 
masih bekerja normal dan sudah tekad tidak melanjutkan
transaksi.
Terdengar nada peringatan di ATM, apakah saya masih 
mau memperpanjang waktu tarnsaksi.

Operator : Tuh, sudah bunyi! cepat tekan YA utk 

memperpanjang waktu, geraknya jgn lambat Pak! 
(dengan nada setengah membentak). 

Wuihhh.. sejak kapan yah operator BCA seperti preman 
& lbh galak dari Customer?
Saya tdk menekan YA tapi malah mencabut kartu ATM, 

taruh di kantong saya tapi masih berpura2 lanjut 
bertanya.

Saya : saya sudah tekan TRANSFER Pak.

Operator : bagus! sekarang tekan mata uang Rp!

Saya : terus?

Operator : nah disitukan muncul kolom yang harusnya 

diisi dgn jumlah uang yang akan ditransfer, tapi jgn takut
Pak, Bapak isi aja dengan nomor ini ... 088***721 (saya 
lupa no persisnya, tp total 9 atau 10 digit).

Operator : Setelah itu, kan muncul no rekening yang
 
dituju, nah disitu isi dgn no. rekening bapak sendiri.

Saya : loh kenapa saya harus ikut intruksi ini Pak?

Operator : (mulai emosi), ITU SUPAYA BAPAK TAU 25 
JUTANYA UDAH MASUK ATAU BELUM!! Jgn banyak 

tanya, ikutin aja petunjuk saya. Kenapa bapak takut
sekali dan tak percaya sama saya??? saya kan 
operator??? Toh bapak tidak disuruh masukkan angka 
duit tapi 088***721 dan tertuju ke no. rek bapak sndri??
ikutin aja dulu, nanti setelah masuk no. rek yang dituju kan 

msh ada pilihat YA atau CANCEL?? kalau bapak tak 
setuju, kan belum telat, tinggal telp CANCEL!

Saya : Maaf, saya tidak bisa melakukan transaksi diluar 
normal seperti ini, saya akan telp ke Halo BCA Pusat 

Pak.

Haryadi : tak usah telp lagi Pak! ikutin aja pentunjuk dia, 
saya yang punya uang merasa tidak tenang tau nggak? 

(bernada seperti panik dan mau menangis). Saya akui, 
sandiwaranya hampir mulus tapi bodoh
 amat. saya 
putuskan telp.
Belum sempat saya tekan telp ke Halo BCA, masuk 
interupsi telp dari Haryadi sekitar 10X! Cuma 1x yang
saya angkat, dia tetap ngotot anjurkan saya tak buang 
waktu lagi, langsung ikutin operator yang tadi. Saya tutup 

aja telp nya.
Mau marah atau apa terserah, batal beli rumah juga tak 
masalah!

Kemudian telp saya tersambung dgn operator BCA 
resmi bbrp menit kemudian dan langsung ceritakan dgn

ringkas dan jelas mengenai kasus yang saya hadapi.

Operator : Perlu Bapak ketahui bahwa, tidak ada 
sejarahnya seorang operator perbankan diperbolehkan 

bertanya ttg jumlah saldo milik customer, apalagi 
menuntun seorang customer melakukan transaksi di 
depan ATM. Sudah pasti ini percobaan penipuan!
No 088***721 yang diperintahkan tsb adalah no /
 
kombinasi
 angka yang digunakan kriminal sbg pengganti 
PIN yang dapat membuat saldo Anda berpindah tangan / 
hilang tuntas setelah anda menekan / memasukkan no. 
rekening pribadi Anda. Terima kasih.

SEtelah itu, saya telp Haryadi, tidak diangkat lagi. Saya 

kirim sms mengajak Haryadi sama2 ke kantor BCA untuk
klarifikasi atau bila belum puas, boleh juga ke kantor 
polisi, sama sekali tidak dibalas lagi. Haryadi dan 
operator gadungan telah menghilang seperti ditelan 

hantu. Saya bersyukur kepada Tuhan yang berada di 
pihak saya dan melindungi saya.

Semoga kisah pribadi saya ini bisa dijadikan 
pengalaman supaya Anda tidak terbuai oleh permainan 

sandiwara dari orang2 yang tak bertanggung jawab.









Tijd voor een nieuwe telefoon? Bekijk de mogelijkheden van een Windows Phone! 





       




    
     

    
    


 



  






      


      

Kirim email ke