<http://docs.yahoo.com/info/terms/>

> I___
>
izin ikut nimbrung berkomentar...

kalo sy lihat ada 2 hal disini
a. problem kelangkaan stok xl (di bbrp daerah)
b. cara mensiasati stok xl

untuk bagian pertama seingat saya - tanpa maksud menyalahkan konsep
clustering - problem 'kelangkaan' terjadi
sejak clustering di berlakukan. Ada bbrp daerah yang jumlah servernya banyak
otomatis stok di dealer
tsb berebut, ada daerah tertentu yang pemain servernya sedikit otomatis
stoknya mungkin berlebih.

apalagi pada awal diberlakukan sempat ketat dengan aturan 70 : 30 antara RO
dan Server.
Sekarang dengan adanya chip server paling pemain server 'sedikit'
diuntungkan dengan cukup hanya menggunakan
beberapa chip saja, tidak harus banyak seperti dulu

Masalah stok-nya ?? kalo saya merasakan tetap sama, at least di cluster sy
sendiri

Kondisi di lapangan ada dealer main server juga, alokasi dimakan sendiri
sebagian besar, bahkan jual dibawah kesepakatan
yg dibuat sendiri ya itu realita, itu kenyataan yang terjadi. Ada beberapa
kebijakan yang mungkin buat rekans
server menjadi tidak nyaman

Singkat cerita ya mungkin inilah kekurangan sistem cluster


bagian kedua, untuk menyiasati stok selain h2h ke server lain mungkin bisa
juga kita buka beberap stok point di cluster lain
apalagi buat penyedia h2h yang jual stok ke semua pelosok, hampir ga mungkin
bisa mengandalkan stok dari satu dealer saja.
Buka stok point memang high cost dibanding tinggal colok ke server lain tapi
tentunya juga ada benefit lain yg kita dapatkan.


Saya belum kebayang kalo abis lebaran Indosat jadi memberlakukan kebijakan
barunya
1. Clusterisasi >> chip sudah geo-locking hanya bisa ambil stok dari dealer
di clusternya dan chip hanya bisa digunakan di
cluster tersebut
2. Cross Selling >> dari 17% sudah turun 15% skrg, mungkin nanti semakin
ketat 10% atau entah berapa

sepertinya milis ini akan rame lagi nanti... kita tunggu saja...



Salam
Dwiles

Kirim email ke