Assalamualaikum wr wb Sabalunnyo ambo minta maaf talambek manjawek karano adoh kesibukan nan lumayan banyak di lua....
Kalau indak salah ambo alah pernah agih penjelasan mengenai topik iko. Mungkin bisa diliek balik. Ambo raso mungkin bisa ditambahkan Uda Andria Agusta nan banyak bakacimpuang jo 'utak atik DNA' karano bagaimanapun proses terjadi kanker itu adolah merupakan proses reproduksi sel nan indak bisa lapeh dari DNA. Ambo akan cari tambahan informasi mengenai iko Demikian Rahyussalim -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of RaNK MaRoLa Sent: 10 Desember 2003 17:10 To: Palanta Cc: KaSuRau Subject: [RantauNet.Com] Fwd: Let's have a healthy life --> Resiko Hidup Modern Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: http://www.rantaunet.com/sumbangan.php ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Batanyo ka Uda Dotor..... Kiro2 ba'a info nan macam iko go da???, apo benar ndak kalau di caliak dari segi kesehatan???? > Yunirwansyah "Iwan" Yassin > ----- Forwarded by Y Yassin/Notes on 12/08/2003 11:48 AM ----- > > Resiko Hidup Modern > > Dear All, > mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai > ulang botol plastik ( Aqua, VIT etc ), dan menaruhnya di mobil atau dikantor. > Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol ( di sebut juga > sebagaipolyethylene terephthalate or PET ) yang dipakai di botol2 ini, > mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA ). Botol ini aman untuk dipakai > 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh > lebih dari seminggu, dan harus ditaruh di tempat yang jauh dari matahari. > > Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat > karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli > botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan memakai botol plastik. > > PENGGEMAR SATE > Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena > ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil > pembakaran arang > yang dapat menyebabkan kanker. > > Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan > setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab > kanker) tetapi timun ternyata punya anti Karsinogen. > > Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate. > > UDANG DAN VITAMIN C > Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C!! > Karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang > merupakan proses reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan > berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam !!! > > MIE INSTAN > Para penggemar Mi Instan. Pastikan Anda punya selang waktu paling > tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi Mi Instan jika Anda akan > mengkonsumsinya lagi. > > Informasi kedokteran bahwa ternyata tedapat lilin yang melapisi mi instan. > Itu Sebabnya mengapa Mi Instan tidak lengket satu sama lainnya ketika > dimasak. > Jika kita perhatikan Mi China yang berwarna kuning yang biasa > ditemukan dipasar, dari hasil pengamatan, mi yang belum dimasak > tersebut akan terlihat seperti berminyak. Lapisan minyak ini akan > menghindari lengketnya mi tersebut satu dengan lainnya. > Mi Wonton yang masih mentah biasanya ditaburkan tepung agar terhindar > dari lengket. Ketika tukang masak akan memasak mi, dia memasaknya > pertama-tama dalam air panas, kemudian dibilas / ditiriskan dengan air > dingin sebelum dimasak dengan air panas lagi. Memasak dan meniriskan > dengan cara ini akan dapat menghindari lengketnya mi tersebut satu > sama lainnya. Tukang masak memberikan minyak dan saos pada mi tersebut > agar tidak menjadi lengket > ketika akan dikonsumsi secara kering (tanpa kuah). > > Aturan masak dalam membuat Spaghetti (Mi Italy) akan dibutuhkan minyak > dan mentega yang ditambahkan terlebih dahulu pada air rebusan > Spaghetti untuk menghindari lengketnya pasta tersebut. > > Konsumsi mie instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan > seseorang terjangkiti kanker. aktor SBC (sekarang TCS) pada beberapa > tahun yang lalu, karena begitu sibuknya dalam berkarir sehingga tidak > punya waktu lagi > untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi Mi Instan > setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa > hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam mi instan tersebut. > Dokter tersebut mengatakan > bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk > membersihkan lilin tersebut. > > Ada seorang pramugari SIA (Singapore Air) yang setelah berhenti dan > kemudian menjadi seorang ibu rumah tangga, tidak memasak tetapi hampir > selalu mengkonsumsi mi instan setiap kali dia makan. Kemudian akhirnya > menderita kanker dan meninggal karenanya. > > BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN > Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita > konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar > bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai "pelindung" makanan. Sebetulnya > tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda > cermat memilik kemasan makanan. > > Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, > kemudahan, penyeragaman, promosi dan informasi. Ada begitu banyak > bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu > kemasan yang bersentuhan > langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi > makanan yang dikemasnya. Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan > yang perlu Anda waspadai. > > Kertas > Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) > yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung > timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia, > timbal masuk melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem > peredaran darah, > dan kemudian menyebar ke ber bagai jaringan lain seperti > ginjal,hati,otak, saraf dan tulang. Keracunan timbal ini pada orang > dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) dan paralysis(kelumpuhan). > Keracunan yang terjadi pun bisa bersifat kronis dan akut. > > Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, > memang susah-susah gampang. Banyak makanan jajanan seperti pisang > goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan koran > karena pengetahuan yang kurang dari si penjual. Padahal bahan yang > panas dan berlemak mempermudah berpindahnya timbal makanan tersebut. > Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring. > > Styrofoam > Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu > pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini > membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang > dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena > mampu mencegah > kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain > itu, bahan > tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap > nyaman dipegang, > mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, > lebih aman, serta ringan. > > Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan > bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu > dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang > terjadi akibat adanya gangguan pada sistem endokrinologi dan > reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan. > > Saat ini masih banyak restoran-restoran siap saji yang masih > menggunakan styrofoam sebagai wadah bagi makanan atau minumannya. > Sebisa mungkin Anda harus menghindari penggunaan styrofoam untuk > makanan atau minuman > panas, karena sama halnya dengan plastik, suhu yang tinggi menyebabkan > perpindahan komponen kimia secara difusi dari styrofoam ke dalam > makanan Anda. > > Kaleng > Pada umumnya, produk makanan yang dikemas dalam kaleng akan kehilangan > citra rasa segarnya dan mengalami penurunan nilai gizi akibat > pengolahan dengan suhu tinggi. Satu hal lagi yang juga cukup > mengganggu adalah timbulnya rasa taint kaleng atau rasa seperti besi > yang timbul akibat coating kaleng tidak sempurna. > > Bahaya utama pada makanan kaleng adalah tumbuhnya bakteri Clostridium > botulinum yang dapat menyebabkan keracunan botulinin. Tanda-tanda keracunan > botulinin antara lain tenggorokan menjadi kaku, mata berkunang-kunang > dan kejang-kejang yang membawa kematian karena sukar bernapas. > Biasanya bakteri ini tumbuh pada makanan kaleng yang tidak sempurna > pengolahannya atau pada kaleng yang bocor sehingga makanan di dalamnya > terkontaminasi udara > dari luar. Untungnya racun botulinin ini peka terhadap pemanasan. > > Cermat memilih kaleng kemasan merupakan suatu upaya untuk menghindari > bahaya-bahaya yang tidak diinginkan tersebut. Boleh-boleh saja memilih > kaleng yang sedikit penyok, asalkan tidak ada kebocoran. Selain itu > segera pindahkan sisa makanan kaleng ke tempat lain agar kerusakan > kaleng yang terjadi kemudian tidak akan mempengaruhi kualitas makanannya. > > Plastik > Setiap hari kita menggunakan plastik, baik untuk mengolah, menyimpan > atau mengemas makanan. Ketimbang kemasan tradisional seperti dedaunan > atau kulit hewan, plastik memang lebih praktis dan tahan lama. > Kelemahannya adalah, plastik tidak tahan panas dan dapat mencemari > produk akibat migrasi > komponen monomer yang akan berakibat buruk terhadap kesehatan konsumen. Selain > itu, plastik juga bermasalah untuk lingkungan karena merupakan bahan > yang tidak dapat dihancurkan dengan cepat dan alami. (non-biodegradable). > > Perlu diingat bahwa sebenarnya plastik itu tidak berbau dan berwarna. > Jadi hindari penggunaan plastik yang bau dan berwarna gelap untuk > membungkus makanan secara langsung. > > Plastik kresek hitam yang sering digunakan sebagai pembungkus > gorengan, gelas plastik yang dipakai untuk air mendidih, botol kemasan > air mineral yang diterpa sinar matahari setiap hari, serta penggunaan > plastik kiloan > untuk membuat ketupat, adlaah contoh-contoh penggunaan kemasan plastik > yang salah dan sangat berbahaya. Akibat dari penggunaan plastik yang > tidak sesuai dengan fungsinya ini, dikhawatirkan akan terjadi > perpindahan komponen kimia dari plastik ke dalam makanan. > > Beberapa kemasan plastik berasal dari material polyetilen > polypropilenpolyvinylchlorida yang jika dibakar atau dipanaskan dapat > menimbulkan dioksin, suatu zat yang sangat beracun dan merupakan > penyebab kanker serta dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh seseorang. > Menjaga plastik agar tidak berubah selama digunakan sebagai pengemas merupakan > cara tentram untuk menghindari bahaya-bahaya tersebut. > > Semoga bermanfaat. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED] ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ---------------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ======================================== _______________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/listinfo/rantau-net _______________________________________________
