Assalamu
Alaikum W. W.
Mula-mula laporan perjalanan yang ketiga ini tak kan dikirim, Tetapi setelah
membaca postingan nanda Ad TKW yang di Jeddah yang merangkap menjadi �PSK� maka
saya teringat dengan yang ketinggalan yang belum ditulis di RN.
Waktu memasuki Jeddah terasa agak sejuk karena pepohonan telah ditanam
dimana-mana. Berbeda sekali dengan kedatangan kami beberapa tahun yang
lalu. Juga ada restoran Mc Donald
telah merambah dunia dan karena kami kelaparan kami minta kepada guide bahwa
lunch kami diganti dengan burger saja dan kami mendapatkan apa yang kami ingini
itu. Kami lansung naik bis ke
Madinah dan juga bisnya beda dengan diwaktu musim haji. Bis full AC dan penompangnya hanya
rombongan kami saja. Kesejukan kami
rasakan mungkin karena bulan Oktober yang sudah mulai fall didaerah 4
musim. Perjalanan Jeddah � Madinah
cukup nyaman beda sekali dari waktu musim haji. Dikiri kanan jalan
padang pasir semata tapi jalannya
bagus sekali. Waktu berangkat kami
sudah membuat agreement bahwa nanti kalau seandainya busnya kurang nyaman maka
kami akan naik pesawat dengan biaya US$60 one way. Tapi rupanya perjalanan menyenangkan
rest areanya bagus ada toilet yang bersih dan makan kami yang cukup baik. Sesampainya di Madinah kita ditempatkan
dihotel Andalus yang persis didepannya ada mesjid. Di Madinah kedai-kedai kecil telah
disulap menjadi toko toko yang menyebabkan harga jual barang-barang juga
tinggi. Jadi lebih baik membeli
beli di Makah yang masih ada kedai-kedai kecilnya pasar seng dan lain lainya.
Karena rombongan kami hanya 8 orang waktu ziarah kami digabung dengan
rombongan lain yang juga hanya 7 orang.
Ada seorang ibu dari
Kalimantan kelihatan murung dan diceritakannya bahwa ada
adik sepupunya ditangkap di Airport Madinah karena pakai jimat. Kami ditraktir oleh ibu tersebut dengan
di wanti-wanti minta adiknya didoakan supaya dilepas askar Saudi. Ceritanya ini mula-mula kami terima saja
sampai guide kami mengatakan bahwa bukan hanya karena jimat saja tapi askar itu
juga menemukan powder putih seperti bedak.
Setelah diteliti pemeriksa rupanya anak ini telah berulang kali umrah
sebanyak 6 kali. Guide kami juga
mengatakan bahwa pada waktu musim tidak haji Arafah itu sepi sekali dan
dimanfaatkan oleh para pemuda Arab untuk berpesta pora, barbeque, membawa
wanita-wanita TKI untuk melupakan
keresahan hati mereka. Di Arab
wanita mahal yaitu maharnya tinggi sekali jadi membuat frustrasi para pemuda
yang tidak begitu kuat ekonominya untuk mencari istri. Kemungkinan besar kata
guide kami yang orang Madura tersebut �powder putih� tersebut dipakai disitu.
Sampai kami pulang kami tak tahu bagaimana kelanjutan dari pemuda
Indonesia yang
tertangkap itu. Kedutaan
Indonesia telah
dihubungi dan sudah bersedia membantu dan juga Arab kelihatan lebih manusiawi
memperlakukan pengedar itu dari
Malaysia.
Walaupun Ramadhan masih 2 minggu lagi dan musim haji masih beberapa bulan
lagi Makah dan Madinah telah bukan main ramainya. Kita mengenang doa Nabi Ibrahim yang
terkabul yaitu menjadikan padang
pasir itu menjadi damai dan dikunjungi oelh ummat Islam segala penjuru dunia
yang mengakibatkan makmurnya penduduk.
Tak heran banyak mencari rezki kesitu orang-orang
India dan
Pakistan. Orang-orang Afrika yang juga ada
peminta-minta. Tentangan orang
India ini dimana
banyak yang tidak bisa dipercaya.
Waktu seorang laki-laki mendekati suami saya dengan bertanya : Can you
speak English? Setelah dijawab maka
ujung-ujungnya ya minta bantuan keuangan.
Kalau berbelanja juga hati-hati sekali dengan pedagang
India. Pernah
bundo membeli taplak diperlihatkan bersama napkin tapi setelah dibungkusnya dan
sampai dirumah yang ketemu hanya taplaknya saja.
Sekianlah oleh-oleh perjalanan semoga bermanfaat adanya.
Wassalam dan maaf,
Hayatun Nismah Rumzy
Lihat photo-photo:
http://community.webshots.com/user/hayatun
http://community.webshots.com/user/nismahr
|
_______________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://groups.or.id/mailman/listinfo/rantau-net
_______________________________________________