Ass, wr, wb.

Iko sekedar penambah pengetahuan kito sajo, bukan untuak dijadikan polemik.
Baa bana nan di katokan Perayaan Natal tu.
Kalau alah pernah manarimonyo hapuih sajo, maaf isinyo agak panjang.

Wassalam,
M.St.Bangsawan

----- Original Message -----
From: "M. Husni Johan" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, December 24, 2003 9:25 AM
Subject: [ IMM USU ] Fw: THE PLAIN TRUTH ABOUT CHRISTMAS (By Herbert W.
Armstrong)


> Pertam-tama aku ucapkan selamat Natal bagi kawan-kawan yang merayakannya,
dan Selamat Tahun Baru, dengan bertambahnya  tambah usia Semoga IMM USU
tambah maju.
>
> Ini aku dapat kiriman tentang Natal kalau ada kawan-kawan yang dapat beri
komentar, dimohon kementarnya.
> sebelum sesudahnya diucapkan terima kasih
> ----- Original Message -----
> From: Lina
> To: Recipient list suppressed
> Sent: Tuesday, December 23, 2003 12:00 PM
> Subject: THE PLAIN TRUTH ABOUT CHRISTMAS (By Herbert W. Armstrong)
>
> ----- Original Message -----
> From: "Nita"
> To: "Lina", "Budi Mustika", "Dian", "Eny", "evi", "Fajar", "Ferdi",
"Adji",
> Subject: THE PLAIN TRUTH ABOUT CHRISTMAS (By Herbert W. Armstrong)
> Date: Tue, 23 Dec 2003 08:28:12
>
> ----- Original Message -----
> From: Yudho Negoro
> To: dini ; kenytha ; donny
> Sent: Monday, December 22, 2003 9:37 AM
> Subject: THE PLAIN TRUTH ABOUT CHRISTMAS (By Herbert W. Armstrong)
>
> Ternyata Perayaan Natal bukan berasal dari agama kristen, tetapi merupakan
ajaran Pagan/Penyembah Berhala. Silakan membaca seluk beluk perayaan Natal
dikupas secara lengkap oleh Herbert W. Armstrong seorang Pastur Worldwide
Church of God yang berkedudukan di Amerika Serikat. Dia juga sebagai kepala
editor majalah Kristen "Plain Truth" yang bertiras sekitar 8 juta eksemplar
tiap bulan.

THE PLAIN TRUTH ABOUT CHRISTMAS (By Herbert W. Armstrong)

 DAFTAR ISI

1. Tentang Penulis Herbert W. Armstrong (1892-1986)-
2. Kenangan Natal Dimasa Kecilku-
3. Sejarah Natal-
4. Yesus tidak lahir pada 25 Desember-
5. Proses Natal Masuk Gereja-
6. Asal usul Natal-
7. Asal Usul Pohon Natal-
8. Siapa Santa Claus / Sinterklas itu ?-
9. Kata Bible tentang Pohon Natal-
10. Hadiah Natal-
11. Hadiah untuk Yesus-
12. Natal Memuliakan Tuhan ?-
13. Tanpa Disadari kita kembali ke masa Babilonia-

 Terjemahan dalam bahasa Indonesia oleh Masyhud SM dalam buku "Misteri
Natal" Tentang Seluk beluk perayaan Natal dikupas secara lengkap oleh
Herbert W. Armstrong kepala editor majalah Kristen "Plain Truth" yang
bertiras sekitar
 8 juta eksemplar tiap bulan.

 1. Tentang Penulis Herbert W. Armstrong (1892-1986)

 Herbert W. Amstrong yang sangat dihormati di kalangan pejabat, pebisnis,
industriawan dan ilmuwan di seluruh dunia ini adalah seorang Pastur
Worldwide Church of God yang berkedudukan di Amerika Serikat. Dia juga
sebagai kepala editor majalah Kristen "Plain Truth" yang bertiras sekitar 8
juta eksemplar tiap bulan.

 Majalah ini didirikan pada tahun 1934, dan beredar ke seluruh dunia. Pada
tahun 1947, Amstrong mendirikan Ambassador College yang sekarang memiliki
dua kampus besar di Pasadena California dan di Big Sandy Texas. Juga
mendirikan dan sebagai kepala Ambassador International Cultural Foundation,
yang bergerak di bidang kebudayaan, bantuan pada masyarakat miskin, dan
gerakan kemanusiaan.

 Dia sudah mengunjungi sekitar 70 negara untuk memberitakan Injil sebagai
Kerajaan Tuhan. Bahkan Amstrong mendapatkan kehormatan dari kepala negara
yang memiliki perbedaan keyakinan dengannya seperti di Jepang, India, Afrika
Selatan, China, Israel dan Mesir. Pada usianya yang sudah mencapai 90 tahun,
Amstrong masih aktif menulis, ceramah di televisi dan di depan publik. Di
antara buku hasil tulisannya adalah: The Wonderful World Tomorrow, What it
Will be Like dan The United State and Britain in Prophecy.

 2. Kenangan Natal Dimasa Kecilku

 Ketika saya masih kecil, di saat malam Natal, saya biasa diajari dan
disuruh  menggantungkan kaos kaki di dinding dekat ruangan perapian. Esok
harinya, kaos kaki tersebut penuh dengan hadiah-hadiah berupa mainan atau
kotak makanan kesenangan saya. Selain hadiah tersebut, juga terdapat
sebatang pohon Natal yang dihiasi bunga-bunga kertas berwarna perak dan
emas. Di pohon ini pula, aneka rupa hadiah untuk anak-anak bergelantungan di
dahannya dan berserakan di bawahnya.

 Menurut para orang tua, semua hadiah Natal itu dibawa oleh Sinterklas atau
Santa Clause yang telah datang di malam hari, melalui cerobong asap
perapian. Seperti anak-anak lainnya, semua cerita itu saya telah begitu saja
dengan penuh keyakinan. Tentu anda pun demikian. Sebab kita dilahirkan dan
dibesarkan di lingkungan kehidupan yang penuh dengan adat kebiasaan yang
harus kita terima, tanpa bertanya-tanya, yang dapat menimbulkan suasana yang
tidak menyenangkan.

 Mengapa kita bersikap demikian?
Instink hewanikah, sehingga kita ikut-ikutan dengan apa saja yang dilakukan
oleh kebanyakan orang? Kambing memang akan tetap mengikuti kelompoknya,
walaupun digiring untuk dipotong sekalipun. Tetapi sebagai manusia,
seharusnya bersikap kritis dengan menggunakan akal sehat.

 Sebagai orang Kristen yang baik, kita tidak pernah menyelidiki, mengapa
kita melakukan semua itu dan mengapa semua orang percaya bahwa yang mereka
kerjakan itu benar. Seharusnya, sebagai umat Kristen yang ingin melaksanakan
ajaran-ajaran Tuhan, kita harus bertanya, apakah upacara natal itu
benar-benar ajaran Kristen? Apakah cara-cara merayakan Natal itu tidak
mengajarkan kebohongan kepada masyarakat, yang merupakan larangan Tuhan?
Adakah firman Tuhan yang Hidup maupun firman tertulisNya yang memerintahkan
kita untuk melakukannya? Apakah Yesus dan para Rasul juga melakukan seperti
apa yang kita meriahkan selama ini? Apakah kebiasaan tukar-menukar hadiah
Natal dengan teman dan kerabat dekat, juga betul-betul mengikuti ajaran
Tuhan di dalam Bibel?
Dan seterusnya . dan seterusnya .

 Hampir semua orang berpendapat dan mengira bahwa semua upacara dan
kebiasaan itu berasal dari ajaran Gereja. Tetapi betulkan semua pendapat dan
perkiraan itu?

Mudah-mudahan fakta yang saya tulis dalam buku ini dapat meluruskan semua
pendapat yang dapat menyesatkan dan merusak ajaran Tuhan yang
sebenar-benarnya. Mungkin tulisan saya yang berdasarkan pada kenyataan ini
akan mengejutkan orang Kristen, termasuk anda sendiri.

 3. SEJARAH NATAL

 Kata Christmas (Natal) yang artinya Mass of Christ atau disingkat
Christ-Mass, diartikan sebagai hari untuk merayakan kelahiran "Yesus".
Perayaan  yang diselenggarakan oleh non-Kristen dan semua orang Kristen ini
berasal dari ajaran Gereja Kristen Katolik Roma. Tetapi, dari manakah mereka
mendapatkan ajaran itu?
Sebab Natal itu bukan ajaran Bible (Alkitab), dan Yesus pun tidak pernah
memerintah para muridnya untuk menyelenggarakannya. Perayaan yang masuk
dalam ajaran Kristen Katolik Roma pada abad ke empat ini adalah berasal dari
upacara adat masyarakat penyembah berhala.
 Karena perayaan Natal yang diselenggarakan di seluruh dunia ini berasal
dari Katolik Roma, dan tidak memiliki dasar dari kitab suci, maka marilah
kita dengarkan penjelasan dari Katolik Roma dalam Catholic Encyclopedia,
edisi 1911, dengan judul "Christmas", anda akan menemukan kalimat yang
berbunyi sebagai berikut:
"Christmas was not among the earliest festivals of Church. the first
evidence of the feast is from Egypt. Pagan customs centering around the
January calends gravitated to christmas."
 "Natal bukanlah diantara upacara-upacara awal Gereja. bukti awal
menunjukkan bahwa pesta tersebut berasal dari Mesir. Perayaan ini
diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari
ini, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus."
Dalam Ensiklopedi itu pula, dengan judul "Natal Day," Bapak Katolik pertama,
mengakui bahwa:

"In the Scriptures, no one is recorded to have kept a feast or held a great
banquet on his birthday. It is only sinners (like Paraoh and Herod) who make
great rejoicings over the day in which they were born into this world."

"Di dalam kitab suci, tidak seorang pun yang mengadakan upacara atau
menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah
orang-orang kafir saja (seperti Firaun dan Herodes) yang berpesta pora
merayakan hari kelahirannya ke dunia ini."

 Encyclopedia Britannica, yang terbit tahun 1946, menjelaskan sebagai
berikut:

 "Christmas was not among the earliest festivals of the church. It was not
instituted by Christ or the apostles, or by Bible authority. It was picked
up of afterward from paganism."

 "Natal bukanlah upacara-upacara awal gereja. Yesus Kristus atau para
muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bible (Alkitab) juga tidak
pernah menganjurkannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan
kafir penyembah berhala."

 Encyclopedia Americana terbitan tahun 1944 juga menyatakan sebagai berikut:

 "Christmas. It was, according to many authorities, not celebrated in the
first centuries of the Christian church, as the Christian usage in general
was to celebrate the death of remarkable persons rather than their birth."
(The "Communion," which is instituted by New Testament Bible authority, is a
memorial of the death of Christ.)". A feast was established in memory of
this event (Christ's birth) in the fourth century. In the fifth century the
Western Church ordered it to be celebrated forever on the day of the old
Roman feast of the birth of Sol, as no certain knowledge of the day of
Christ's birth existed."

 "Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan
oleh umat Kristen. Pada umumnya, umat Kristen hanya merayakan hari kematian
orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang
tersebut.." ("Perjamuan Suci" yang termaktub dalam Kitab Perjanjian Baru,
hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus.)". Perayaan Natal yang
dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad keempat
Masehi. Pada abad kelima, Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen
untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa
Roma yang merayakan hari "Kelahiran Dewa Matahari." Sebab tidak seorang pun
yang mengetahui hari kelahiran Yesus."

 Sekarang perhatikan! Fakta sejarah telah membeberkan kepada kita bahwa
mulai lahirnya gereja Kristen pertama sampai dua ratus atau tiga ratus tahun
kemudian jarak waktu yang lebih lama dari umur negara Amerika Serikat
upacara Natal tidak pernah dilakukan oleh umat Kristen. Baru setelah abad
keempat, perayaan ini mulai diselenggarakan oleh orang-orang Barat, Roma dan
Gereja. Menjelang abad kelima, Gereja Roma memerintahkan untuk merayakannya
sebagai hari raya umat Kristen yang resmi.

 4. YESUS TIDAK LAHIR PADA 25 DESEMBER

 Sungguh amat mustahil jika Yesus dilahirkan pada musim dingin! (Di wilayah
Yudea, setiap bulan Desember adalah musim salju dan hawanya sangat dingin)
Sebab Injil Lukas 2:11 menceritakan suasana di saat kelahiran Yesus sebagai
berikut:

 "Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan
ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan
di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka
sangat ketakutan.. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut,
sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh
bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, di kota
Daud."

 Tidak mungkin para penggembala ternak itu berada di padang Yudea pada bulan
Desember. Biasanya mereka melepas ternak ke padang dan lereng-lereng gunung.
Paling lambat tanggal 15 Oktober, ternak tersebut sudah dimasukkan ke
kandangnya untuk menghindari hujan dan hawa dingin yang menggigil. Bibel
sendiri dalam Perjanjian Lama, kita Kidung Agung 2: dan Ezra 10:9, 13
menjelaskan bahwa bila musim dingin tiba, tidak mungkin pada gembala dan
ternaknya berada di padang terbuka di malam hari.

 Adam Clarke mengatakan: "It was an ancient custom among Jews of those days
to send out their sheep to the field and desert about the Passover (early
spring), and bring them home at commencement of the first rain." (Adam
Clarke Commentary, Vol.5, page 370, New York).

 "Adalah kebiasaan lama bagi orang-orang Yahudi untuk menggiring domba-domba
mereka ke padang menjelang Paskah (yang jatuh awal musim semi), dan
membawanya pulang pada permulaan hujan pertama)."

 Adam Clarke melanjutkan:
"During the time they were out, the sepherds watch them night and day. As.
the first rain began early in the month of Marchesvan, which answers to part
of our October and November (begins sometime in october), we find that the
sheep were kept out in the open country during the whole summer. And, as
these sepherds had not yet brought home their flocks, it is a presumptive
argument that october had not yet commenced, and that, consequently, our
Lord was not born on the 25th of December, when no flock were out in the
fields; nor could He have been born later than September, as the flocks were
still in the fields by night. On this very ground, the Nativity in December
should be given up. The feeding of the flocks by night in the fields is a
chronological fact. See the quotation from the Talmudists in Lightfoot."

 "Selama domba-domba berada di luar, para penggembala mengawasinya siang dan
malam. Bila. hujan pertama mulai turun pada bulan Marchesvan, atau antara
bulan Oktober dan November, ternak-ternak itu mulai dimasukkan ke
kandangnya. Kita pun mengetahui bahwa domba-domba itu dilepas di padang
terbuka selama musim panas. Karena para penggembala belum membawa pulang
domba-dombanya, berarti bulan Oktober belum tiba. Dengan demikian dapatlah
diambil kesimpulan bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember, ketika
tidak ada domba-domba berkeliaran di padang terbuka di malam hari. Juga
tidak mungkin dia lahir setelah bulan September, karena di bulan inilah
domba-domba masih berada di padang waktu malam. Dari berbagai bukti inilah,
kemungkinan lahir di bulan Desember itu harus disingkirkan. Memberi makan
ternak di malam hari, adalah fakta sejarah. sebagaimana yang diungkapkan
oleh Talmud (kitab suci Yahudi) dalam bab "Ringan Kaki".

 Di ensiklopedi mana pun atau juga di kitab suci Kristen sendiri akan
mengatakan kepada kita bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember.
Catholic Encyclopedia sendiri secara tegas dan terang-terangan mengakui
fakta ini.

 Tidak seorang pun yang mengetahui, kapan hari kelahiran Yesus yang
sebenarnya. Jika kita meneliti dari bukti-bukti sejarah dan kitab suci
Kristen sendiri, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa Yesus lahir pada awal
musim gugur yang diperkirakan jatuh pada bulan September atau sekitar 6
bulan setelah hari Paskah.

 Jika Tuhan menghendaki kita untuk mengingat-ingat dan merayakan hari
kelahiran Yesus, niscaya dia tidak akan menyembunyikan hari kelahirannya.

 5. PROSES NATAL MASUK KE GEREJA

 New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge dalam artikelnya yang
berjudul "Christmas" menguraikan dengan jelas sebagai berikut:

 "How much the date of the festival depended upon the pagan Brumalia
(Dec.25) following the Saturnalia (Dec.17-24), and celebrating the shortest
day of  the year and the 'new sun'. can not be accurately determined. The
pagan Saturnalia and Brumalia were too deeply entrenched in popular custom
to be set aside by Christian influence. The pagan festival with its riot and
merrymaking was so popular that Christians were glad of an excuse to
continue its celebration with little change in spirit and in manner.
Christian preachers of the West and the Near East protested against the
unseemly frivolity with which Christ's birthday was celebrated, while
Christians of Mesopotamia accused their Western brethren of idolatry and sun
worship for adopting as Christian this pagan festival."

 "Sungguh banyak tanggal perayaan yang terkait pada kepercayaan kafir
Brumalia (25 Desember) sebagai kelanjutan dari perayaan Saturnalia (17-24
Desember), dan perayaan menjelang akhir tahun, serta festival menyambut
kelahiran matahari baru. Adat kepercayaan Pagan Brumalia dan Saturnalia yang
sudah sangat populer di masyarakat itu diambil Kristen. Perayaan ini
dilestarikan oleh Kristen dengan sedikit mengubah jiwa dan tata caranya.
 Para pendeta Kristen di Barat dan di Timur Dekat menentang perayaan
kelahiran Yesus Kristus yang meniru agama berhala ini. Di samping itu
Kristen Mesopatamia menuding Kristen Barat telah mengadopsi model
penyembahan kepada dewa Matahari."

 Perlu diingat! Menjelang abad pertama sampai pada abad keempat Masehi,
dunia dikuasai oleh imperium Romawi yang paganis politeisme. Sejak agama
Kristen masih kecil sampai berkembang pesat, para pemeluknya dikejar-kejar
dan disiksa oleh penguasa Romawi. Setelah Konstantin naik tahta menjadi
kaisar, kemudian memeluk agama Kristen pada abad ke-4 M. dan menempatkan
agama sejajar dengan agama kafir Roma, banyak rakyat yang berbondong-bondong
memeluk agama Kristen.

 Tetapi karena mereka sudah terbiasa merayakan hari kelahiran dewa-dewanya
pada tanggal 25 Desember, mengakibatkan adat tersebut sulit dihilangkan.
Perayaan ini adalah pesta-pora dengan penuh kemeriahan, dan sangat disenangi
oleh rakyat.
Mereka tidak ingin kehilangan hari kegembiraan seperti itu. Oleh karena itu,
meskipun sudah memeluk agama Kristen, mereka tetap melestarikan upacara adat
itu. Di dalam artikel yang sama, New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious
Knowledge menjelaskan bagaimana kaisar Konstantin tetap merayakan hari
"Sunday" sebagai hari kelahiran Dewa Matahari. (Sun = Matahari, Day = Hari -
dalam bahasa Indonesia disebut hari Minggu -- pen.) Dan bagaimana pengaruh
kepercayaan kafir Manichaeisme yang menyamakan Anak Tuhan (Yesus) identik
dengan Matahari, yang kemudian pada abad ke-4 Masehi kepercayaan itu masuk
dalam agama Kristen.
Sehingga perayaan hari kelahiran Sun-god (Dewa Matahari) yang jatuh pada
tanggal 25 Desember, diresmikan menjadi hari kelahiran Son of God (Anak
Tuhan - Yesus).

 Demikianlah asal usul "Christmas - Natal" yang dilestarikan oleh dunia
Barat sampai sekarang. Walaupun namanya diubah menjadi selain Sun-day, Son
of God, Christmas dan Natal, pada hakikatnya sama dengan merayakan hari
kelahiran dewa Matahari. Sebagai contoh, kita bisa saja menamakan kelinci
itu dengan nama singa, tetapi bagaimanapun juga fisiknya tetap kelinci.

 Marilah kita kembali membaca Encyclopaedia Britannica yang mengatakan
sebagai berikut:

 "Certain Latins, as early as 354, may have transferred the birthday from
January 6th to December, which was then a Mithraic feas. or birthday of the
unconquered SUN. The Syrians and Armenians, who clung to January 6th,
accused the Romans of sun worship and idolatry, contending. that the feast
of December 25th, had been invented by disciples of Cerinthus."

 "Kemungkinan besar bangsa Latin/Roma sejak tahun 354 M. telah mengganti
hari kelahiran dewa Matahari dari tanggal 6 Januari ke 25 Desember, yang
merupakan hari kelahiran Anak dewa Mitra atau kelahiran dewa Matahari yang
tak terkalahkan. Tindakan ini mengakibatkan orang-orang Kristen Syiria dan
Armenia marah-marah. Karena sudah terbiasa merayakan hari kelahiran Yesus
pada tanggal 6 Januari, mereka mengecam bahwa perayaan tanggal 25 Desember
itu adalah hari kelahiran Dewa Matahari yang dipercayai oleh bangsa Romawi.
Penyusupan ajaran ini ke dalam agama Kristen, dilakukan oleh Cerinthus."

 6. ASAL USUL NATAL

 Kita mewarisi Natal berasal dari Gereja Katolik Roma, dan gereja itu
mendapatkannya dari kepercayaan pagan (kafir) Politeisme, lalu dari manakah
agama kafir itu mendapatkan ajaran itu? Dimana, kapan, dan bagaimana bentuk
asli ajaran itu?

 Bila kita telusuri mulai dari ayat-ayat Bible (Alkitab) sampai pada sejarah
kepercayaan bangsa Babilonia kuno, niscaya akan ditemukan bahwa ajaran itu
berasal dari kepercayaan berhala yang dianut oleh masyarakat Babilonia di
bawah raja Nimrod (Namrud - di masa inilah nabi Ibrahim lahir). Jelasnya,
akar kepercayaan ini tumbuh setelah terjadi banjir besar di masa nabi Nuh.

 Nimrod, cucu Ham, anak nabi Nuh, adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat
Babilonia. Sejak itulah terdapat dasar-dasar pemerintahan dan negara, dan
sistem ekonomi dengan cara bersaing untuk meraih keuntungan. Nimrod inilah
mendirikan menara Babel, membangun kota Babilonia, Nineweh dan kota-kota
lainnya. Dia pula yang pertama membangun kerajan di dunia. Nama "Nimrod"
dalam bahasa Hebrew(Ibrani) berasal dari kata "Marad" yang artinya "dia
membangkang atau murtad" (Karena bahasa Ibrani serumpun dengan bahasa Arab,
silahkan anda membandingkan kata "Marad" dengan kata Arab "Ridda" atau
"murtad". Pen)

 Dari catatan-catatan kuno, kita mengetahui perjalanan Nimrod ini, yang
mengawali pemurtadan terhadap Tuhan dan menjadi biang manusia pembangkang di
dunia sampai saat ini. Jumlah kejahatannya amat banyak, diantaranya, dia
mengawini ibu kandungnya sendiri yang bernama Semiramis. Setelah Nimrod
meninggal dunia, ibu yang merangkap sebagai istri tersebut menyebarkan
ajaran bahwa Roh Nimrod tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati.
Dia membuktikan ajarannya dengan adanya pohon Evergreen yang tumbuh dari
sebatang kayu yang mati, yang ditafsirkan oleh Semiramis sebagai bukti
kehidupan baru bagi Nimrod yang sudah mati. Untuk mengenang hari
kelahirannya, Nimrod selalu hadir di pohon evergreen ini dan meninggalkan
bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu. 25 Desember itulah
hari kelahiran Nimrod. Dan inilah asal usul pohon Natal.

 Melalui pengaruh dan pemujaannya kepada Nimrod, Semiramis dianggap sebagai
"Ratu Langit" oleh rakyat Babilonia. Dengan berbagai julukan, akhirnya
Nimrod dipuja sebagai "Anak Suci dari Sorga". Melalui perjalanan sejarah dan
pergantian generasi dari masa ke masa, dari satu bangsa ke bangsa lainnya,
penyembahan berhala versi Babilonia ini berubah menjadi Mesiah Palsu yang
berupa dewa Baal, anak dewa Matahari. Dalam sistem kepercayaan Babilonia
ini, "Ibu dan anak" (Semiramis dan Nimrod yang lahir kembali) menjadi obyek
penyembahan. Ajaran penyembahan kepada ibu dan anak ini menyebar luas sampai
di luar Babilonia dengan bentuk dan nama yang berbeda-beda, sesuai dengan
bahasa negara-negara yang ditempatinya. Di Mesir dewa-dewi itu bernama Isis
dan Osiris. Di Asia bernama Cybele dan Deoius. Dalam agama Pagan Roma
disebut Fortuna dan Yupiter.
Bahkan di Yunani, China, Jepang, Tibet bisa ditemukan adat pemujaan terhadap
dewi Madonna, jauh sebelum Yesus lahir!

 Sampai pada abad ke-4 dan ke-5 Masehi, ketika dunia pagan (penyembah banyak
dewa) Romawi menerima agama baru yang disebut "Kristen," dengan membawa adat
dan kepercayaan pagan mereka yang lama. Akibatnya kepercayaan kepada Dewi
Madonna, Ibu dan Anak juga menjadi populer, terutama di waktu hari Natal. Di
setiap musim Natal kita selalu mendengar lagu-lagu atau hymne: "Silent
Night" atau "Holy Night" yang sangat akrab dengan tema pemujaan terhadap Ibu
dan Anak.

 Kita yang sejak lahir diwarnai oleh alam budaya Babilonia, telah diajarkan
untuk mengagungkan dan memuliakan semua tradisi yang berasal dari jaman
jahiliyah kuno itu. Kita tidak pernah bertanya untuk mengetahui dari manakah
asal usul adat seperti itu - Apakah ia berasal dari ajaran Bible (Alkitab),
ataukah ia berasal dari kepercayaan penyembah berhala yang sesat?

 Kita terperangah seakan-akan tidak mau menerima kebenaran ini, karena
seluruh dunia terlanjur telah melakukannya. Lebih aneh lagi, sebagian besar
meremehkan dan mencemooh kebenaran ini. Namun Tuhan telah berfirman kepada
para utusannya yang setia:

 "Katakan dengan lantang, dan jangan menghiraukan penghinaan mereka!
Kumandangkan suaramu seperti terompet!
Dan tunjukkan di depan umatKu tentang kesesatan mereka!"
Memang kenyataan ini sungguh sangat mengejutkan bagi mereka, meskipun ini
adalah fakta sejarah dan berdasarkan kebenaran dari Bibel (Alkitab).

 Natal adalah acara ritual yang berasal dari masa Babilonia kuno yang belum
mengenal agama yang benar. Tradisi ini diwariskan puluhan abad yang lampau
sampai kepada kita.

 Di Mesir, ia dipercayai bahwa Dewi Isis (Dewi Langit) melahirkan anaknya
yang tunggal pada tanggal 25 Desember. Hampir semua orang-orang penyembah
berhala (paganis) di dunia waktu itu, merayakan ulang tahun (Natal) anak
dewi Isis ini jauh sebelum kelahiran Yesus.

 Dengan demikian, sudah jelas bagi kita bahwa 25 Desember itu bukanlah hari
kelahiran Yesus Kristus. Para murid Yesus dan orang-orang Kristen abad
pertama tidak pernah menyelenggarakan Natal, meskipun hanya sekali. Tidak
ada ajaran atau pun perintah perayaan Natal di dalam Bibel. Sekali lagi,
perayaan Natal atau Christmas itu adalah ulang tahun anak dewa yang dianut
oleh para paganis, dan bukan dari ajaran Kristen. Percaya atau tidak,
terserah anda!

 Upacara ini berasal dari cara-cara pemujaan yang dikenal dengan "Chaldean
Mysteries" (Misteri Kaldea) berasal dari ajaran Semiramis, isteri Nimrod.
Kemudian adat ini dilestarikan oleh para penyembah berhala secara
turun-temurun hingga sekarang dengan wajah baru yang disebut Kristen.

 7. ASAL MULA POHON NATAL

 Sekarang dari manakah kita mendapatkan kebiasaan memasang pohon Natal itu?
Diantara para penganut agama Pagan kuno, pohon itu disebut "Mistletoe" yang
dipakai pada saat perayaan musim panas, karena mereka harus memberikan
persembahan suci kepada matahari, yang telah memberikan mukjizat
penyembuhan.

 Kebiasaan berciuman di bawah pohon itu merupakan awal acara di malam hari,
yang dilanjutkan dengan pesta makan dan minum sepuas-puasnya, sebagai
perayaan yang diselenggarakan untuk memperingati kematian "Matahari Tua" dan
kelahiran "Matahari Baru" di musim panas.

 Rangkaian bunga suci yang disebut "Holly Berries" juga dipersembahkan
kepada dewa Matahari. Sedangkan batang pohon Yule dianggap sebagai wujud
dari dewa matahari. Begitu pula menyalakan lilin yang terdapat dalam upayara
Kristen hanyalah kelanjutan dari kebiasaan kafir, sebagai tanda penghormatan
terhadap dewa matahari yang bergeser menempati angkasa sebelah selatan.
 Encyclopedia Americana menjelaskan sebagai berikut:
"The Holly, the Mistletoe, the Yule log. are relics of pre-Christian times."
"Rangkaian bunga Holly, pohon Mistletoe dan batang pohon Yule. yang dipakai
sebagai penghias malam Natal adalah warisan dari zaman sebelum Kristen."

 Sedangkan buku Answer to Question yang ditulis oleh Frederick J. Haskins
menyebutkan bahwa:

 "The use of Christmas wreath is believed by authorities to be traceable to
the pagan customs of decorating buildings and places of worship at the feast
which took place at the same time as Christmas. The Christmas tree is from
Egypt, and its origin date from a period long anterior to the Christian
Era."

 "Hiasan yang dipakai pada upacara Natal adalah warisan dari adat agama
penyembah berhala (paganisme), yang menghiasi rumah dan tempat peribadatan
mereka yang waktunya bertepatan dengan malam Natal sekarang. Sedangkan pohon
Natal berasal dari kebiasaan Mesir Kuno, yang masanya lama sekali sebelum
lahirnya agama Kristen."

 8. SIAPA SANTA CLAUS/SINTERKLAS ITU?

 Santa Claus bukan ajaran yang berasal dari paganisme, tetapi juga bukan
ajaran Kristen. Sinterklas ini adalah ciptaan seorang pastur yang bernama
"Santo Nicolas" yang hidup pada abad ke empat Masehi. Hal ini dijelaskan
oleh Encyclopedia Britannica, volume 19 halaman 648-649, edisi kesebelas,
yang berbunyi sebagai berikut:

 "St. Nicholas, bishop of Myra, a saint honored by the Greek and Latins on
the 6th of December. A Legent of his surreptitious bestowal of dowries on
the three daughters of an improverrished citizen. is said to have originated
the old custom of giving presents in secret on the Eve of St. Nicholas
(Dec.6), subsequently transferred to Christmas day. Hence the association of
Christmas with Santa Claus."

 "St. Nicholas, adalah seorang pastur di Myra yang amat diagung-agungkan
oleh orang-orang Yunani dan Latin setiap tanggal 6 Desember. Legenda ini
berawal dari kebiasaannya yang suka memberikan hadiah secara
sembunyi-sembunyi kepada tiga anak wanita miskin. untuk melestarikan
kebiasaan lama dengan memberikan hadiah secara tersembunyi itu digabungkan
ke dalam malam Natal. Akhirnya tarkaitlah antara hari Natal dan Santa
Claus."

 Sungguh merupakan kejanggalan! Orang tua menghukum anaknya yang berkata
bohong. Tetapi di saat menjelang Natal, mereka membohongi anak-anak dengan
cerita Sinterklas yang memberikan hadiah di saat mereka tidur. Bukankah ini
suatu keanehan, ketika anak-anak menginjak dewasa dan mengenal kebenaran,
pasti akan beranggapan bahwa Tuhan hanyalah mitos atau dongeng belaka?

 Dengan cara ini tidak sedikit orang yang merasa tertipu, dan mereka pun
mengatakan:

 "Ya, saya akan membongkar pula tentang mitos Yesus Kristus!"
Inikah ajaran Kristen yang mengajarkan mitos dan kebohongan kepada
anak-anak? Padahal Tuhan sudah mengatakan:

 "Janganlah menjadi saksi palsu. Dan ada cara yang menurut manusia betul,
tetapi sebenarnya itu adalah ke jalan kematian dan kesesatan."
Oleh karena itu, upacara "Si Santa Tua" itu juga merupakan Setan.

 Di dalam kitab suci telah dijelaskan sebagai berikut:

 "Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat
terang. Jadi itu bukanlah hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar
sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan
perbuatan mereka." (II Korintus 11:14)

 Dari bukti-bukti nyata yang telah kita ungkap tadi dapatlah diambil
kesimpulan, bahwa perayaan Natal atau Christmas itu bukanlah ajaran Kristen
yang sebenarnya, melainkan kebiasaan para penyembah berhala (Paganis). Ia
warisan dari kepercayaan kuno Babilonia ribuan tahun yang lampau.

 9. KATA BIBEL TENTANG POHON NATAL

 Bagaimana Bibel berbicara tentang Natal, atau mencatat pandangan para murid
Yesus atau bapak-bapak geraja awal. Jawabannya sungguh sangat mengejutkan
bagi kalangan Kristen sendiri. Sebagaimana yang dikatakan Bibel (Alkitab)
pada kitab Yeremia 10:2-4 yang berbunyi sebagai berikut:

"Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah
gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar
terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan."

"Bukankah berhala itu pohon yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan
dengan pahat oleh tangan tukang kayu?

 Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku
dan palu, supaya jangan goyang."

 Itulah keterangan yang jelas dari Bibel tentang pohon Natal. Kita dilarang
mengikuti kebiasaan bangsa-bangsa penyembah berhala. Sebab hal itu merupakan
perbuatan yang sesat menyekutukan Tuhan. Pada ayat kelima dijelaskan bahwa:

 "Pohon itu tidak bisa berbicara, dan orang harus mengangkatnya, karena ia
tidak bisa berjalan sendiri."
"Janganlah takut kepadanya, sebab ia tidak dapat berbuat jahat, juga tidak
dapat berbuat baik."

 Sebab mereka bukanlah dewa yang harus ditakuti. Bagi mereka yang tidak
pernah membaca atau yang melupakan ayat ini, beranggapan bahwa tidak ada
larangan untuk membuat pohon Natal. Tetapi jika telah membacanya, apa yang
harus dikatakan?

 10. HADIAH NATAL

 Acara yang paling penting dari seluruh kegiatan Natal adalah "The Christmas
Shopping Season - Musim Belanja Natal" yang dilakukan dengan cara membeli
dan tukar menukar hadiah. Mungkin banyak orang yang mengecam kami sambil
berkata:

 "Bukankah Bibel (Alkitab) telah menceritakan kepada kita untuk ditiru?
Lupakah kita kisah 3 orang dari timur yang datang ke Betelhem untuk
memberikan hadiah ketika Yesus lahir?"

 Memang, kami mengetahui cerita itu di dalam Alkitab. Tetapi, silahkan anda
melihat keterangan kami yang mengejutkan ini. Marilah menengok sejarah asal
usul tukar menukar hadiah itu, kemudian kita bandingkan dengan ayat Alkitab.

 Pada Bibliothica Sacra, volume 12, halaman 153-155, kita dapat membaca
sebagai berikut:

 "The interchange of presents between friends is alike characteristic of
Christmas and the Saturnalia, and must have been adopted by Christians from
the Pagan, as the admonition of Tertullian plainly shows."

 "Tukar menukar hadiah antar teman di hari Natal serupa dengan adat agama
Saturnalia. Kemungkinan besar, kebiasaan ini diadopsi oleh orang-orang
Kristen dari agama Pagan, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang
Tertulianus."

 Dari bukti yang jelas ini, ternyata kebiasaan pertukaran hadian sesama
teman dan famili pada hari Natal itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan
kisah dalam Alkitab tersebut. Acara Natal bukanlah merayakan ulang tahun
Yesus Kristus, juga bukan untuk menghormatinya.

 Sebagai contoh, seorang teman yang sangat anda cintai sedang merayakan
ulang tahunnya. Bila ingin membahagiakannya di hari kelahirannya itu, apakah
anda membeli hadiah untuk teman yang lain? Membeli lagi dan tukar menukar
hadiah dengan teman-teman dan kekasih anda, tetapi tidak memberi hadiah apa
pun kepada teman yang anda cintai, yang sedang anda rayakan hari ulang
tahunnya?
Tidakkah disadari keganjilan seperti itu?

 Sebuah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri yang selalu dilakukan oleh
hampir semua orang di seluruh dunia. Mereka menghormati "sebuah hari" yang
sebenarnya bukan hari kelahiran Yesus Kristus dengan berbelanja dan membeli
hadiah sebanyak-banyaknya untuk ditukarkan kepada teman-teman dan
kerabatnya. Dari pengalaman saya selama bertahun-tahun, begitu pula
pengalaman para pastur dan pendeta; Apabila bulan Desember tiba, hampir
semua orang yang mengaku Kristen lupa memberi hadiah kepada Yesus Kristus
yang mereka cintai.

 Desember adalah bulan yang paling sulit untuk menghidupkan ajaran Yesus.
Sebab semua orang terlalu disibukkan untuk membeli dan menukar hadiah
daripada mengingat Yesus dan menghidupkan ajarannya. Peristiwa melupakan
Yesus ini terus berlangsung sampai bulan Januari bahkan Pebruari. Sebab
mereka harus melunasi biaya pengeluaran yang dibelanjakan pada waktu Natal.
Sehingga mereka sulit mengabdi kepada Yesus kembali sebelum bulan Maret.

 Sekarang, perhatikan apa kata Bibel tentang tiga orang dari timur yang
memberikan hadiah kepada Yesus, yang berbunyi sebagai berikut:

 "Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja
Herodes, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem dan
bertanya-tanya: "Dimanakah dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu?
Kami telah melihat bintang-bintang di timur dan kami datang untuk menyembah
dia." Ketika raja Herodes mendengar tentang hal itu terkejutlah ia beserta
seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat
bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan
dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena
demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yudea,
engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah
Yudea, karena daripadamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan
menggembalakan umatKu Israel. Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil
orang-orang Majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana
bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi
dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai anak itu dan segera sesudah
kamu menemukan dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah
dia." Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan
lihatlah, bintang yang mereka lihat di timur itu mendahului mereka hingga
tiba dan berhenti di atas tempat, di mana anak itu berada. Ketika mereka
melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke
dalam rumah itu dan melihat anak itu bersama Maria, ibunya, lalu sujud
menyembah dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan
persembahan kepadanya, yaitu emas, kemenyan dan mur. Dan karena
diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka
pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain."

 11. HADIAH UNTUK YESUS

 Perhatikanlah dengan teliti. Ayat bibel tersebut menceritakan bahwa pada
mulanya orang-orang Majus tersebut menanyakan tentang Bayi Yesus yang lahir
sebagai Raja Yahudi. Lalu, mengapa mereka memberi hadiah kepadanya? Apakah
karena hari kelahirannya?

 Jawabannya adalah "Tidak." Sebab mereka memberi hadiah beberapa hari bahkan
beberapa minggu setelah hari kelahirannya.

 Bisakah peristiwa ini dipakai pedoman bagi kita untuk melakukan kebiasaan
memberi atau saling menukar hadiah di antara kita? Jelas tidak bisa. Sebab
orang-orang Majus tersebut tidak saling menukar hadiahnya, tetapi mereka
memberi hadiah kepada Yesus. Bukan tukar menukar hadiah sesama teman atau
kerabatnya.

 Mengapa? Silahkan anda membaca buku Adam Clarke Commentary, volume 5,
halaman 46 yang berbunyi sebagai berikut:

 "Verse 11. (They presented unto him gifts.) The people of the east never
approach the presence of kings and great personages, without a present in
their hands. The custom is often noticed in the Old Testament, and still
prevails in the east, and in some of the newly discored South Sea Islands."

 "Ayat 11. (Mereka memberi hadiah kepadanya.) Adalah kebiasaan orang-orang
timur, apabila menghadap raja atau orang-orang terkemuka, mereka selalu
membawa hadiah. Kebiasaan seperti ini juga tercantum dalam kitab Perjanjian
Lama, dan masih berlaku di timur, juga dapat ditemukan di South Sea Islands
(Kepulauan Laut Selatan)."

 Dari keterangan Adam Clarke ini, jelaslah bagi kita, bahwa peristiwa
tersebut tidak bisa dipakai pedoman atau dikaitkan dengan kebiasaan Kristen
baru dengan menukar hadiah kepada temannya untuk menghormati ulang tahun
Yesus. Sebaliknya, mereka mengikuti adat orang-orang timur kuno yang memberi
hadiah ketika mengharap raja. Mereka mendatangi Yesus, yang lahir sebagai
Raja Yahudi. Sebagaimana ratu Sheba (Balqis) membawa hadiah kepada raja
Salomo (Sulaiman). Bahkan seperti sekarang ini, para tamu negara pasti
membawa hadiah atau cindera mata apabila datang ke White House (Gedung
Putih) untuk menemui presiden.

 Jadi kebiasaan menukar hadiah ini bukanlah dari ajaran Kristen, melainkan
hanya merupakan pelestarian tradisi lama yang dilakukan oleh orang-orang
pagan (penyembah berhala). Di saat menjelang Natal atau Christmas yang
katanya untuk menghormati Kristus dan menghidupkan ajarannya, justru
orang-orang Kristen bertambah set back (jauh) dari ajaran Yesus.

 12. NATAL MEMULIAKAN TUHAN?

Ada dua alasan yang dipakai dasar oleh orang-orang yang menyelenggarakan
Natal, sebagai cara untuk menghormati Yesus Kristus, meskipun mereka
mengetahui bahwa perayaan itu warisan kepercayaan Paganisme:

 1. Banyak yang mengajukan alasan: "Walaupun kita tidak mengetahui secara
tepat hari kelahiran Yesus, apa salahnya kita memilih hari untuk merayakan
ulang tahunnya."

 Kami akan menjawab dengan pasti "Tidak bisa". Sebab dalam Catholic
Encyclopedia (Eksiklopedi Katolik) telah dijelaskan:

 "Sinners alone, not saints, celebrate their birthday = Hanya orang kafir,
bukan orang-orang suci, yang merayakan hari ulang tahun mereka."

 Perayaan ulang tahun bukan berasal dari agama Kristen, melainkan dari
ajaran agama kafir.

 2. Ada pula yang beralasan: "Walaupun Natal itu kebiasaan orang-orang kafir
(pagan) yang menyembah dewa matahari, tetapi kita tidak menyembah dewa
tersebut, melainkan untuk menghormati Yesus Kristus."

 Tetapi sudahkah kita mendengarkan jawaban Tuhan melalui firmannya yang
berbunyi sebagai berikut:

 "Maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka,
setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau
menanya-nanya tentang tuhan mereka dengan berkata: "Bagaimana bangsa-bangsa
ini beribadah kepada tuhan mereka? Aku pun mau berlaku begitu." Jangan
engkau berbuat seperti itu terhadap Tuhanmu. Sebab segala yang menjadi
kekejian  bagi Tuhan, apa yang dibenciNya, itulah yang dilakukan mereka bagi
tuhan mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar
mereka dengan api bagi tuhan mereka." (Ulangan 12:30-31)

 Tuhan berfirman dengan jelas dalam kitab suciNya, bahwa Dia tidak mau
menerima dalam bentuk penyembahan yang menyerupai atau meniru cara
penyembahan orang-orang kafir kepada tuhannya. Cara penyembahan seperti itu
sangat menjijikkan bagi Tuhan. BagiNya, pemujaan yang demikian itu tidak
layak untukNya, melainkan hanya pantas untuk memuja berhala. Sebagaimana
yang sering kita dengar, Tuhan melarang kita menyembahNya hanya dengan
"menurut kata hati kita sendiri." Yesus telah bersabda:

 "Allah itu Roh, dan barang siapa yang menyembah Dia, harus menyembahNya
dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah
demikian." (Yohanes 4:24)

 Dan apa yang dimaksud dengan kebenaran itu? Firman Tuhan atau Kitab suci
Bibel itulah kebenaran. Sebagainya sabda Yesus yang berbunyi sebagai
berikut:

 "Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; FirmanMu adalah kebenaran." (Yohanes
17:17)

 Di Dalam Bibel sendiri, secara jelas Tuhan berfirman bahwa Dia tidak mau
menerima penyembahan kepadaNya, dengan meniru cara penyembahan para
penyembah berhala. Begitu pula cara yang dipakai untuk mengagungkan dan
memuliakan Yesus Kristus.

 Ingatlah sekali lagi, peringatan Yesus yang berbunyi:
 "Percuma mereka beribadah kepadaku, sedangkan ajaran yang mereja ajarkan
ialah perintah manusia."

 Natal atau Christmas adalah tradisi dan ajaran manusia, sedangkan ajaran
Tuhan telah melarangnya. Selanjutnya Yesus bersabda lagi:

 "Sungguh kamu telah menolak ajaran Tuhan, tetapi kamu mengikuti ajaran
tradisimu sendiri."

 Alangkah tepat firman-firman Tuhan yang dilontarkan kepada berjuta-juta
orang yang melakukan Natal itu. Mereka mengabaikan ajaran Tuhan. Tuhan
melarang pemujaan yang meniru adat kaum kafir penyembah berhala, tetapi
dengan senang hati kita melanggarnya. Tuhan berfirman:

 "Janganlah kamu berbuat demikian terhadap Tuhanmu."

 Ternyata hampir semua orang menganggap ringan larangan itu. Atau karena
tidak memiliki dasar agama yang kuat, akhirnya mereka mengikuti tradisi
kebanyakan orang-orang untuk merayakan Natal.

 Jangan salah! Tuhan membiarkan anda untuk berbuat semaunya dan tidak
mengikuti petunjukNya. Tuhan membiarkan kita tenggelam dalam keramaian dan
mengikuti tradisi orang-orang. Bahkan Dia akan membiarkan kita berlumuran
dosa. Tetapi, Tuhan juga telah memerintahkan kita tentang datangnya hari
perhitungan atau pembalasan. Jika kamu menanam, niscaya kamu akan memetik
hasilnya. Yesus adalah firman Tuhan yang hidup, sedangkan Bibel adalah
firman Tuhan yang tertulis. Dan kita akan diadili sesuai dengan ketetapan
yang telah digariskan dalam firman tersebut. Kita pun tidak bisa mengelak
dan mengabaikannya.

 14. TANPA DISADARI KITA KEMBALI KE MASA BABILONIA

 Christmas atau Natal telah menjadi musim panen para pedagang. Ia menjadi
sponsor yang terus dilestarikan oleh perusahaan advertising setiap tahun.
Anda selalu melihat Santa Claus yang dipajang di setiap toko. Iklan-iklan
menyambut dan mengajak kita untuk merayakan "Beautiful Christmas Spirit".
Koran yang selalu menjual iklan, ikut menyemarakkan musim kaum kafir
tersebut di tajuk rencananya.

 Orang yang mudah terbius oleh tradisi ini, akan marah bila ditunjukkan
kebenaran dari Tuhan. Padahal "Christmas Spirit = Semangat Natal" yang
diselenggarakan setiap tahun itu, bukanlah untuk mengangungkan Kristus,
melainkan hanya untuk promosi barang-barang dagangan. Sebagaimana rayuan
setan lainnya, ia dikemas sedemikian rupa sehingga tampak seperti "Malaikat
Pembawa Terang" yang amat indah. Setiap tahun jutaan dolar dihabiskan begitu
saja, sementara ajaran Yesus diterlantarkan. Itulah bagian dari sistem
perekonomian Babilonia.

 Sebagaimana yang telah diramalkan oleh Bibel (Alkitab), kita merasa berada
di negara Kristen, padahal kita di Babilonia, tetapi kita tidak
menyadarinya. Ingatlah pesan Alkitab yang berbunyi sebagai berikut:

 "Pergilah kamu hai umatKu, pergilah dari padanya, supaya kamu jangan
mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa
malapetaka-malapetakanya." (Wahyu 18:4)

 Oleh karena itu, di tahun ini, daripada jutaan uang tersebut
dihambur-hamburkan begitu saja, lebih baik dibelanjakan untuk menunjang
pekerjaan Tuhan.

Untuk Mendowload di : http://mcb.swaramuslim.net/data/index.php
----------------------------------------------------------

____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke