From: "nirijna" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Subject: Fwd: Re: Menyoal sekularisme Hidayat Nurwahid
Date: Thu, 01 Jan 2004 08:18:35 -0000


--- In [EMAIL PROTECTED], "nirijna" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Salam

Sekularisme, termasuk toleransi dan demokrasi, dalam Islam sangat
luas sekali. Ibarat kita mengarungi samudra tanpa batas. Dianya ada
yang tersurat dan tersirat. Tapi satu hal yang pasti adalah bahwa ruh
toleransi itu ada pada sikap adil. Seorang penegak keadilan harusnya
paham bahwa budaya toleransi tidak akan hidup di tengah masyarakat
bila keadilan itu sendiri tidak ditegakkan.

Sebagai ilustrasi, kalau Hidayat NurWahid berhasil menjadi orang
nomor satu di negeri ini, maka dampak kekuasaan yang dia hadirkan
pertama kali seyogyanya menyuarakan toleransi tsb. Karena kita tahu
bahwa PKS adalah partai Islam berhaluan mainstream, apalagi mereka
dari golongan kaum muda. Yg tentu saja peluangnya untuk memberi wajah
pada negeri ini sangat besar sekali.

"Janganlah kebebasan orang kafir bergerak di dalam negeri membuat
dadamu sesak," firman Allah seperti dikutip Quran. Padahal, kafir
adalah perkara hati yang hanya Tuhan yang benar-benar tahu siapa2 di
antara manusia yang hatinya condong kepada iman dan condong kepada
kekafiran.

"Janganlah karena rasa sentimen kamu pada satu kelompok menjadikan
kamu tidak berlaku adil terhadap mereka," lanjut firman-Nya. Bila
yang punya gawe di jagad raya ini bilang begitu, kita sebagai low
life creature ini bisa apa untuk membantahnya?

"Hindarilah orang2 yang bodoh karena mereka tak lain hanya
menyusahkan kamu saja," lanjut Dia seperti dikutip Quran. Apabila
energi kita untuk berwacana dalam meluruskan logika dan menjernihkan
pikiran tersandung oleh hal-hal kecil yang tidak penting, tentu saja
hal seperti itu tidak berkenan bagi-Nya.

Islam itu ajaran yang sangat lengkap sekaligus paling berat. Saya
kadang sampai pada satu asumsi bahwa kok kayaknya hanya orang2 yang
benar-benar jenius yang bisa memahami ajaran Islam itu secara kafah.
Apalagi, mengutip pendapat Agus Salim dan ceramah Quraish Shihab
bahwa inti pemahaman Islam itu ada pada alam pikiran. Karena itu,
katanya, derivatif akal dalam Al Quran ada 6 bentuk yang kesemuanya
akar dari kata kerja, bukan kata benda seperti yang sering kita
aplikasikan dalam bahasa Indonesia.

Karena saya berkoresponden dengan Ulil, saya langsung teringat dengan
Ulul/Ulil Albab. Dalam Islam, perbedaan peringkat kecerdasan, tingkat
pemahaman dan sikap mental manusia diakui secara sah. Salah satu
tingkat keilmuan yang bisa menjawab banyak soalan adalah Ulil Albab
(The Great Thinker). Banyak rambu2 dalam Quran yang
mengatakan, "...Dan tak ada  yang paham maksudnya kecuali Ulil Albab."

Mungkin, kita salah kaprah melabel para pengasuh pondok pesantren,
gharin dan para da'i sebagai Ulama. Sementara definisi alim ulama
menurut Islam adalah kalangan Ilmuwan. Harusnya mereka yang menerobos
lubang hitam dengan frekuensi radio itulah yang layak disebut ulama,
karena mereka dengan keilmuan mencoba mengali tanda-tanda (ayat2)
kekuasaan Allah. Harusnya, seorang Ibu Sina lebih layak disebut Ulama
ketimbang imam masjid dan mufti.

Sayang, Iraq dan Iran dalam musibah besar. Tadinya saya berharap
proyek Ulil Albab yang dikembangkan kedua negara itu bisa menjadi
percontohan sekularisme dunia. Di sana, ada sebuah majelis yang
menghimpun para pakar dari segala disiplin ilmu dan beragam
kepercayaan untuk memecahkan berbagai masalah yang tengah dihadapi
umatnya. Mungkinkah di Indonesia proyek itu bisa dilanjutkan? Terlalu
muluk saya kira. Tapi bukan tak bisa...

Nirijna MC









--- In [EMAIL PROTECTED], Ulil Abshar-Abdalla <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> Bung Nirijna,
> Anda membawa defenisi tentang sekularisme yang
> benar-benar baru saya dengar sekarang, yaitu
> mempermudah sesuatu yang sulit. Tampaknya ini menarik.
> Bisakah anda memberi keterangan yang sedikit lebih
> detil, kenapa dan dari mana asal-usul defenisi seperti
> itu. Siapa tahu kalau defenisi seperti itu masuk akal
> dan isa dipertanggungjawabkan, kita akan bisa
> mengatakan bahwa sekularisme adalah Islami, sebab Nabi
> pernah bersabda, "yassiru wa la tu'assiru," mudahkan
> janga persulit.
>
> ulil
>
>
>
--- End forwarded message ---



_________________________________________________________________
The new MSN 8: advanced junk mail protection and 2 months FREE* http://join.msn.com/?page=features/junkmail


____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke