Elfanzo Remis <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Pertanyaan mendasar adalah apakah pengguna seluler sudah mencerminkan
>golongan mayoritas di negeri ini? Seberapa besar pengguna seluler di
>kalangan grassroot? Memang ada tukang sayur atau tukang beca pakai
>seluler, kini, tapi persentasenya besar atau kecil? >
Just as simple as that.
>Nirijna MC
==========

Pertanyaan-pertanyaan  seperti  itu memang harus menjadi dasar  kalau membaca hasil sebuah jajak pendapat  atau  bentuk  penelitian lain yang  menggunakan sampling , dan bukan populasi. Secara teori berapa pun besar sample yang kita ambil dari suatu populasi tidaklah masalah, asal diyakini bahwa sample yang diambil itu bisa mewakili populasi yang diminati. Namun, itu pulalah yang menjadi pertanyaan. Seberapa besar Anda yakin bahwa sampling yang Anda lakukan telah mewakili populasi yang Anda  minati?

 

Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan agar sampling yang dilakukan diharapkan bisa mewakili populasi, seperti keragaman yang ada dalam populasi dan besar populasi yang diminati.  Contoh sederhana, ketika ibu-ibu kito nan sadang mambuek gulai randang, sebelum mereka mencicipi apokah lai taraso garam randang ko atau indak, beliau-beliau  akan megacau gulai tu sesempurna mungkin baru beliau  mencicipi randang tu agak seujuang sendok sajo. Kalau ndak taraso garam gulai nan saujuang sendok tu, beliau akan berkesimpulan bahwa randa ng nan ado di dalam kuali itu pun alun taraso garamnyo lai, sehingga mereka akan tambahkan garam untuk  gulai randang nan ado  di dalam kuali. Kan iyo bantuak tu Bundo?? Tapi kalau gulai randang  setelah diagiah garam  alun dikacau lai, lalu diambiak sajo nan di tangah agak  saujuang sendok, ternyato nan dicubo tu alun taraso garamnyo, dan awak langsuang berani  mangatokan bahwa randang nan dikuali tu alun taraso garam, iyo nda batuah tu doh. Jangan-jangan gulai nan di sabalah katapi alah masin karano garam takumpua di sinan.

 

Begitu pulalah dalam mengambil kesimpulan  dari sebuah jajak pendapat atau polling, kita benar-benar dituntut  untuk mengerti siapa populasi yang dituju dari polling itu dan bagaimana sampling yang mereka terapkan, karena banyak orang yang secara cepat men_generalisir hasil sebuah polling/jajak pendapat  tanpa mengetahui siapa sebenarnya populasi yang dituju dari polling tersebut, yang lantas dengan cepat mengklaim bahwa polling itu tidak benar, ada pihak yang menungganginya, dan komentar-komentar miring lainnya., atau ada yang berkomentar �saya tak bakal percaya pada yang namanya polling atau jajak pendapat itu�.  Saya pribadi bersyukur ada banyak pihak yang aktif mengadakan  jajak pendapat, polling atau bentuk penelitian lainnya. Yup.., semua tergantung pandai-pandai kita dalam membacanya, sehingga tidak terjebak dalam �Lie with Statistics�

 

Salam, Lili




Do you Yahoo!?
Find out what made the Top Yahoo! Searches of 2003
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke