Assalamualaikum wr.wb
Salam kenal dari Brisbane Australia untuk sanak sadonyo,
ambo pandatang baru di milis awak ko. Alah lamo ambo ndak
mandanga barita dari kampuang, semoga milis iko maubek
hati nan sadang rusuah. Sanak sudaro .. ado informasi
mangajuikkan tantang jus mangkudu dari Bpk Anton
Apriyantono, beliau dewan pakar di
http://www.indohalal.com/. demikian semoga bamanfaat.
Wassalamualaikum wr.wb
Susi Noviza
From: Anton Apriyantono <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Hati-hati dengan jus mengkudu
Assalaamu'alaikum Wr. Wb.
Pada mulanya saya kaget dan heran setengah mati sewaktu
mendengar kabar di
koran bahwa sebagian para jamaah haji Indonesia yang
berangkat tahun ini
akan dibekali suatu minuman jus mengkudu yang berkhasiat,
akan tetapi pada
waktu dibuka botolnya terdengar suara dan adanya gas yang
keluar. Sepengetahuan saya itu adalah ciri-ciri suatu
produk fermentasi
dan bila suatu buah difermentasi maka hasilnya adalah
minuman beralkohol
(alcoholic beverages) yang memabukkan. Berita informal
yang sampai
kemudian melegakan karena pemimpin rombongan haji itu
curiga dengan jus
yang ketika dibuka berbunyi dan mengeluarkan gas itu
adalah minuman yang
memabukkan, sehingga sang pemimpin tidak menganjurkan
untuk membawa jus
tersebut.
Secara kebetulan ada satu mahasiswa S2 bimbingan saya yang
ingin meneliti
mengkudu, setelah kami berdiskusi maka disepakati akan
meneliti penyebab
bau tidak enak pada mengkudu dan menerapkan teknologi agar
baunya cukup
enak akan tetapi khasiat mengkudu tetap terjaga. Sejak
saat itu kami mulai
mengumpulkan informasi mengenai mengkudu ini, baik dari
literatur maupun
dari lapang, kami mulai pula mengamati buah mengkudu dan
jus mengkudu.
Secara kebetulan pula saya diminta oleh suatu LSM untuk
membantu mereka
dalam penyediaan bibit pohon mengkudu. Masih kebetulan
juga, belum lama
ini di Jakarta ada seminar mengenai mengkudu dimana cukup
banyak berbagai
kalangan yang hadir, saya sendiri tidak hadir akan tetapi
saya mengutus
mahasiswa saya untuk mencari informasi di seminar
tersebut. Setelah
seminar itu mahasiswa saya melapor bahwa ada seorang
petani mengkudu dari
Palembang yang ingin berkonsultasi ke saya mengenai
pembuatan jus mengkudu,
saya undang si petani ini ke kantor saya sambil membawa
sampel jus mengkudu
yang biasa dibuatnya. Sambil menunjukkan jus mengkudu
produknya ke saya si
petani ini menceritakan bagaimana jus itu dibuat. Cerita
itulah yang
membuat saya terkaget-kaget kembali seperti pertama kali
saya mendengat jus
mengkudu yang mengeluarkan gas dan bunyi. Ternyata benar
saja dugaan saya,
pembuatannya melibatkan proses yang disebut dengan
fermentasi spontan
terhadap buah dimana buah dibiarkan begitu saja sampai
mencair dan ini
membutuhkan waktu paling tidak 1 - 3 bulan. Ada berbagai
variasi
pembuatannya akan tetapi intinya adalah fermentasi
spontan. Bisa
dibayangkan apa yang terjadi jika buah dibiarkan begitu
saja di ruang
terbuka, atau nira kelapa yang dibiarkan di ruang terbuka?
Fermentasi
alkohol!! Ya, itulah salah satu cara membuat minuman
beralkohol yaitu
memfermentasi secara spontan bahan pangan mengandung
karbohidrat tinggi
seperti buah-buahan. Jus yang menurut petani dibuat dengan
cara fermentasi
3 bulan ini saya coba masukkan mulut, dirasa tetapi tidak
ditelan lalu
cepat-cepat dibuang dan mulut saya dicuci banyak-banyak.
Apa yang
terjadi? Di mulut saja efeknya sudah terasa ke syaraf
pusat, lalu saya
coba baui, terasa sekali bau hasil fermentasi minuman
beralkohol,
alhamdulilah saya cukup hafal karena urusan bau membaui
adalah pekerjaan
sehari-hari saya karena memang salah satu expertisenya
disitu. Masya
Allah!, astagfirullah!, kasihan sekali petani ini dia
tidak tahu apa yang
diperbuatnya, lalu saya beritahu dia apa yang sesungguhnya
yang telah
dibuat itu dan saya sarankan untuk tidak membuat jus
dengan cara seperti
itu. Selain itu saya minta si petani untuk membawa
contoh-contoh lainnya
yaitu buah mengkudu dan jus yang baru dua hari
difermentasi. Saya juga
meminta mahasiswa saya untuk membawa jus mengkudu yang
tersedia di pasaran
merek Indononi. Besoknya saya periksa semua bahan-bahan
ini, saya
bandingkan pula bau jus yang baru difermentasi dua hari
dengan yang tiga
bulan juga bau jus mengkudu merek indononi, dibandingkan
pula dengan bau
buah mengkudu itu sendiri. Hasilnya semakin meyakinkan
saya bahwa yang
disebut jus itu sebetulnya adalah minuman beralkohol.
Setelah itu saya
memberikan beberapa saran kepada petani agar tidak membuat
jus dengan cara
fermentasi (saya tidak tahu apakah saran saya
dilaksanakan), lalu saya
berdiskusi dengan mahasiswa saya agar juga menciptakan
teknologi pembuatan
jus mengkudu tanpa fermentasi karena jika melalui
fermentasi maka hasilnya
adalah minuman beralkohol yang jelas haramnya.
Beberapa hari kemudian saya minta mahasiswa saya yang
nonmuslim untuk
mencium jus mengkudu pemberian dari si petani dan merek
indononi, dia
memastikan saya bahwa itu adalah minuman beralkohol.
Beberapa hari
sesudahnya datang pula seorang pengusaha nonmuslim ke
tempat saya untuk
suatu urusan lalu sampai kami membicarakan mengkudu lalu
kembali saya minta
dia mengetes jus mengkudu yang saya miliki, kesimpulannya
sama itu minuman
beralkohol. Dia juga menjelaskan bahwa istrinya sakit
darah tinggi dan
sekarang sedang diobati dengan jus mengkudu yang berasal
dari Hawaii yang
harganya mahal (Rp. 1,6 juta per botol), nah menurut dia
jus yang dari
Hawaii ini betul-betul jus, bukan minuman beralkohol. Dia
pernah mencoba
minum jus mengkudu Indonesia, dia kaget karena mukanya
merah dan terasa ada
alkoholnya yang tinggi, kebetulan dia sendiri sensitif
terhadap minuman
beralkohol. Kesaksian ini memperkuat dugaan saya bahwa jus
mengkudu yang
saya miliki itu sebetulnya adalah minuman yang memabukkan.
Dari situ saya
berniat untuk mengetes kadar alkohol dua jenis jus
mengkudu
tersebut. Belum sempat saya menguji kadar alkoholnya,
datang lagi seorang
nonmuslim pengusaha jus mengkudu datang ke tempat saya
untuk
berkonsultasi. Si pengusaha bercerita banyak mengenai cara
pembuatan jus
mengkudu selama ini yang semakin meyakinkan saya bahwa jus
yang dibuat
dengan cara itu adalah minuman beralkohol. Si pengusaha
ini juga
sebetulnya seorang dokter lulusan Universitas Trisaksi,
mulanya dia tidak
mengira bahwa jus mengkudu itu adalah minuman beralkohol,
tapi setelah saya
jelaskan dia setuju dengan saya, bahkan sebetulnya dia
sendiri sudah
menguji kadar alkohol jus mengkudu yang dijualnya ke suatu
lab, dan tahukah
saudaraku berapa hasilnya? ternyata kadar alkohol jus
mengkudu yang dia
periksakan adalah 20% (dua puluh persen!!), astagfirullah,
saya terhenyak,
tinggi sekali, orang bisa teler kalau minum satu gelas
saja, pantas baru di
mulut saja syaraf pusat saya sudah terasa ditekan, nyeeeng
begitu
rasanya. Dia juga menjelaskan cara pembuatan jus mengkudu
yang dibuat oleh
salah seorang pengusaha di Bogor (sayang saya lupa
mereknya, pabriknya ada
di jalan Pahlawan Bogor) yang tidak melibatkan fermentasi
yang lama, akan
tetapi tetap saja lebih dari 3 hari dan riskan terbentuk
minuman beralkohol.
Dengan informasi yang saya berikan ini saya minta kepada
saudara-saudaraku
untuk berhati-hati dengan jus mengkudu karena bisa jadi
itu bukan jus tapi
minuman beralkohol yang memabukkan dan tentu saja haram
diminum!. Beberapa
ciri dapat diamati: pada waktu dibuka botolnya keluar
bunyi dan gas, baunya
disamping bau khas buah mengkudu juga bau minuman keras
yang khas.
Insya Allah dalam waktu dekat saya akan kumpulkan jus
mengkudu yang ada di
pasaran dan akan diuji berapa kadar alkoholnya agar
diketahui merek mana
saja yang tidak boleh dikonsumsi oleh umat Islam. Setelah
cukup bukti
bahwa jus-jus ini bersifat memabukkan maka akan saya bawa
persoalan ini ke
Komisi Fatwa MUI agar melarang pembuatan jus mengkudu
secara
fermentasi. Pembuatan jus mengkudu tanpa fermentasi dan
hasilnya
berkhasiat adalah tantangan bagi para ahli, insya Allah,
semoga Allah
membantu kami yang akan berusaha menciptakannya.
Saya minta informasi ini disebarluaskan agar umat Islam
berhati-hati dalam
memilih jus mengkudu ini, jangan sampai salah pilih, jika
ragu mintalah
teman nonmuslim untuk mencobanya dulu, tanyalah apakah ini
minuman
beralkohol atau bukan, jika ragu-ragu maka tinggalkan!!,
lebih baik beli
buah mengkudunya, campur air secukupnya lalu diblender,
disaring dan
diminum langsung jusnya, sisanya disimpan di kulkas, bisa
diminum besoknya
dan lusanya, paling tidak bisa disimpan sampai tiga hari.
Wassalam Wr. Wb.
Anton Apriyantono
Staf Pengajar Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi IPB, Bogor
===========================================================================================
Gunakan layanan download ringtone dan wallpaper dari Fun Dering dari PlasaCom untuk menambah keceriaan di handphone Anda... http://fun.plasa.com
===========================================================================================
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________
- Re: [R@ntau-Net] Hati2 jus mengkudu Susi Noviza
- Re: [R@ntau-Net] Hati2 jus mengkudu -- (*o*) --
- Re: [R@ntau-Net] Hati2 jus mengkudu Susi Noviza
- FW: [R@ntau-Net] Hati2 jus mengkudu Fitriyani
