Waa'alaikum salam wr.wb. Sanak Ronald yang baik.
Saya senang membaca komentar sanak ini, menunjukkan sanak seorang trouble-shooter yang handal. Memang kalau boleh bicara harus diakui bangsa kita ini adalah bangsa yang putus asa dan suka berkeluh kesah, bahkan ini ditunjukkan sendiri oleh RI-1 kita yang setiap saat berkeluh kesah, namun tidak banyak tindakan yang dilakukannya. Berkeluh kesah tidak akan menyelesaikan masalah, bila ada masalah besar yang harus diselesaikan mulailah terlebih dahulu dari hal yang sepele dan nampaknya sederhana, Insya Allah masalah besar itu akhirnya akan teratasi juga. Saya setuju sekali dengan pendapat Ronald ini, marilah kita mulai dari diri kita sendiri dulu, anak2 kita, generasi2 dibawah kita. Itu adalah suatu sikap dari bangsa yang pantang berputus asa dan berkeluh kesah. Wassalam AYT --- ronal chandra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamu'alaikum Wr..Wb > > Yah, Minang memang sudah banyak berubah, cermin yang > dulu menjadi simbol kebanggaan sudah berubah menjadi > kelam ? Pendidikan yang dulu menjadi contoh berubah > menjadi keterbelakangan ? rasa hormat dan saling > menghargai yang dulu jadi teladan berubah menjadi > pertikaian ? Yah, Minang memang sudah berubah.... > > Mengharapkan orang lain untuk berubah sangat lah > sulit > walopun setiap kemungkinan selalu ada? Mengharapkan > orang Minang bersatu untuk membuat Minang keluar > dari > masalah sangatlah sulit, waloupun setiap kemungkinan > akan selalu terbuka? > > Mengharapkan sebuah kemungkinan seperti mencari > jarum > dalam tumpukan jerami, tapi yakin bahwa usaha dan > kerja keras dari setiap individu yang sangat > mencintai > Minang akan membawa Minang keluar dari semua > permasalahan. > > Mulailah dari diri kita, Keluarga kita, anak - anak > kita, soudara - soudara kita. Tanamkan pada mereka > keinginan untuk selalu Membawa Minang menjadi yang > terbaik dimasa yang akan datang. Karena Minang tidak > akan pernah keluar dari masalah, manakala kita tidak > sanggup atau punya keinginan untuk memangkas atau > memotong generasi. > > Kita harus sanggup merubah dan memangkas generasi > dengan pola pikir baru sebagaimana Rosullulah > membina > generasi baru pejuang islam ditangan Ali Bin > ABUTHALIB. Maka binalah generasi2 dibawah anda > semua. > > Wassalam > Ronal Chandra > --- mairi nandarson <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Anda benar, tetapi menurut anda apa yang > seharusnya > > dilakukan? sudah banyak opini dan pandangan yang > > menyebutkan hal serupa. persoalannya, di ranah > > Minang kini > > sudah terjadi pergeseran. mulailah kita berkaca > dari > > diri. > > ketika ada anak orang lain tidak sekolah atau > cabut, > > > __________________________________ > Do you Yahoo!? > Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard > http://antispam.yahoo.com/whatsnewfree > ____________________________________________________ > Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, > silahkan ke: > http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net > ____________________________________________________ ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
