|
hehe... uni Evi.
makasih juga atas ucapan terimakasih uni untuk uda
yang udah ngucapin terimakasih sama fitri....( hayo itung berapa kali kata
terima kasih dalam kalimat ini....hihi....:))
boy, your question is really a though one to
answer.......:)
I have to be honest with you sister........., uda
doyan bangeeet peuyeum bandung...., apalagi yang namanya tape uli,
kalau lebaran dibandung nggak lengkep deh tanpa ini.
Ini yang pernah uda denger lho....., but I
could be wrong......, katanya agama Islam itu diturunkan sebagai tuntunan
bagi umat manusia dimuka bumi ini, semua guidance yang dibutuhkan manusia dalam
mengarungi hidup ini tuntunannya sudah lengkap didalam Al-Qur'an, dan
makin enaknya lagi buat kita semua tuntunan itu dicontohkan oleh
Rasullullah sendiri, sehingga kita cuma tinggal mencontoh...., enak dan
gampangkan kalau cuma sekedar mencontoh......, sami'na
waatho'na...(dengarkan dan kerjakan).
Yang bikin repotnya nih uniku......, sekarang
semakin banyak orang yang pintar dan cerdas sehingga menjalankan agama yang
simple ini jadi rumit dengan menggunakan ra'yu (dengan pendapat
sendiri).
Sudah diterangkan dalam alqur'an/hadits bahwa yang
dilarang itu adalah arak dan minuman yang memabukkan. Minum airpun kalau
banyak2 bisa juga mabuk, dan ini dilarang.
Sebetulnya kalau kita ikuti dalil ini saja kan
sudah cukup, tidak ada dijelaskan jus mengkudu atau peuyeum tape.
Tapi karena ditanya tanya terus....., akhirnya jadi
hukum dan menyulitkan kita sebagai umat muslim...., inilah barangkali yang
dimaksud uni Rahima supaya kita jangan bertanya tanya terus.
Coba uni bayangkan....., setelah jus mungkudu
dipertanyakan dan kebetulan didengar oleh MUI, akhirnya keluar fatwa bahwa itu
haram....., lantas gimana dong yang lainnya, pembuat jus mungkudu....?, haram
juga kan....?, petani buah mengkudu.....?, haram juga kan....
Nah akhirnya agama itu
jadi merepotkan....,paling tidak buat yang berhubungan dengan mengkudu ini.
Padahal jelas jelas tidak ada hukumnya dimana saja dalam Qur;an bahwa mengkudu
haram.....
Well uni.....ini sama saja dengan mempertanyakan
apakah ayam2 dipasar yang dijual dipotong pakai bismillah apa nggak...?, siapa
yang tahu uni..... kalau ditanya kepedagangnya.....biar laku dia bilang
iyalah....., tapi apakah kita yakin.....? lantas kalau nggak yakin....kita nggak
beli dong dan nggak pernah makan ayam dong......, karena kita curiga bahwa itu
haram....
So....my point is akhirnya kembali kekita
lho....uni, hati bisa kita jadikan teman diskusi dalam hal2 yang pelik begini,
hati tidak bisa dibohongi uni.....
Contohnya tempo hari uda pernah beli hotdog disini,
disana jelas jelas ditulis beef, dan uda juga tanya kepenjualnya biar lebih
yakin lagi.....Is this really beef....?., sure katanya.
Lantas uda beli karena sangat lapar langsung saja
uda gigit, tapi belum sempat dikunyah....hati ini bilang this is not right,
walaupun yakin itu beef, bagaimana kalau motongnya nggak halal. Akhirnya
lapar2 juga terpaksa dibuang dan dimakan cuma potato chips nya
saja.
Gimana uni....what do you think...?
da Ad
ps. don't worry about our discussion in here and
MN, no rush please...., just take your time, beside I am getting swamp
with my work recently.
|
____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
