ada cerita hikayat menarik dari milis FLP , sebuah kisah nyata ttg sebuah kampuang di nagari awak, kampuang terpencil di dekat kota Bukittinggi.
Semoga bisa menjadi perenungan berharga , mengenai efek sosial budaya dari teknologi , bagi dunsanak awak di kampuang . salam hangat HM ------------- Hikayat Henpon Masuk Kampung ( oleh Edri Sumitra ) Dulu pada masanya di kampungku Ada mic tua, dengan lubang-lubang ujung berkarat Dijadikan rebutan anak-anak yang tidur di surau ketika ramadhan datang Direbutkan untuk tadarus, juga direbutkan untuk bangunkan orang sahur Ada tabuh tua dari kulit sapi dari korban bulan haji Digendangkan ketika ada kematian menimpa Hingga berbondong-bondong orang melayat dan mendoakan si ahli kubur Tak lupa ada si belo penjaga masjid Tak banyak cakap ia karena bisu ia memang Bikin sendok nasi dari tempurung ia punya keahlian hingga maut menjemput Tak lupa pak tuo bahar si muazin abadi Sering ia tidak enak hati jika ada yang menggantikannya hingga maut juga memanggil Waktu berganti persis daun gugur berganti Anak-anak menghilang Tabuh kulit hancur Si belo dan pak tuo bahar sudah dijemput ajal Dan orang-orang pun beramai-ramai melupakan kejadiannya Berganti lagi waktu Ketika orang kota berkeinginan dengan berbicara tanpa bertatap Bisa bicara dimana saja, dari wc hingga gedung tinggi Dan dari iklan di ti-pi yang Cuma satu stasiun masuk kampungku Orang kenal dengan henpon Pada awalnya pengurus masjid beli hen pon Awalnya niat baik menggampangkan perhubungan dengan orang rantau Biar duit lancar tuk membangun masjid Lalu beragam pula lah muncul alasan orang tuk membelinya Ada yang butuh perhubungan sanak di rantau Ada juga Yang butuh kontak dengan cukong-cukong penjual cat lemari Dan kemalangan itu tidak tertolakkan lagi Maka berlomba-lombalah orang membeli Duit jual padi tidak lebih dari 20 belek tentu cukup tuk membeli Juga duit jual 4 lemari buatan sendiri juga cukup membeli Hingga anak-anak pun yang dulunya tidak tahu menggunakan remote ti-pi Merengek minta dibelikan Padahal jamanku dulu, mobil-mobilan pun kami tidak pernah beli Herannya aku, tidak segelintir pun aku melihat hen-pon itu digunakan Ia sekedar dijinjing, ditarohkan di celana yang sempit Biar menyembul dan orang bertanya ada benda apa itu di celana Lalu ia katakan itu hen pon seperti orang kota Melontarlah pujian dan senanglah hati sang empunya Tidak jarang ia dikalungkan Hingga bertambah takjublah orang yang melihat Aduhai betapa kecil hen pon nya persis seperti yang dikalungkan gadis cantik di ti-pi Semenjak demam hen pon itu Aku melihat saban hari orang berbondong ke kota Bukittingi kota itu, 12 kilo jaraknya dari kampungku Padahal biasanya orang paling sering sekali seminggu ke kota Pada akhirnya tahulah aku... Hen pon itu Cuma bisa digunakan di kota Gelombangnya Cuma bisa ditangkap di sana Hingga orang pun untuk bercakap harus menempuh jarak 12 kilo dulu Pada mulanya orang berbicara di hen pon Tentunya dengan menempuh jarak 12 kilo dulu Untuk keperluan yang cukup penting, Berbicara dengan sanak di rantau Memberitakan ihwal kematian, perkawinan dan sebagainya Tetapi dasar mental melayu Semenjak tahu gelombang Cuma bisa ditangkap di kota berbondong-bondonglah Orang kampungku ke kota Tidak lagi sekedar beritakan ihwal penting Bahkan hanya untuk bercakap sesama mereka dan kirim-kirim es em es Mereka jauhkan diri dari kampung Hingga anak-anak pun bolos sekolah Demi gelombang yang hanya bisa ditangkap di kota Dan semenjak itu pula.. Surau menjadi sepi Karena anak-anak tidak lagi mengaji Akibat sibuk mencari gelombang hen pon di kota Tidak lagi ada yang belajar pasambahan penuh makna dengan liku kata-kata Akibat bahasa lugas es em es pengecut jadi pedoman bertutur Kebun pun menjadi terbengkalai Bengkel-bengkel perabot bisu tiada lagi bunyi gergaji Hingga kotak amal yang diedarkan tiap jumat pun tidak pernah lagi terisi Alasannya beli pulsa Lalu ku pikir Dari sawah yang tiada lagi hasilkan padi senisab Bengkel perabot yang tiada lagi angkut lemari Anak yang tidak lagi mengaji Adat pasambahan yang tidak lagi bertali Aku paham Kampuang ku bangkrut sudah ! __________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! SiteBuilder - Free web site building tool. Try it! http://webhosting.yahoo.com/ps/sb/ ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
