|
Assalamu'alaikum wr.wb.
hehe....tanggapan yang aneh...
"saya setuju bahwa politisi berpoligamim adalah politisi busuk.Dan bahwa
kalau poligami diperbolehkan maka poliandri juga diperbolehkan". Analogy yang
cenderung terlalu menggampangkan...,
poligami dibatasi dalam Al-Qur'an dan polyandri dilarang..., itu kata
kuncinya kalau kita mau berpijak pada tuntunan AlQur'an dan Rasulullah
kalau mau ikutan dialog, ya mbo' jangan grasa
grusu gitu lho nduk.
kita bicara politisi busuk yang dikaitkan dengan
poligami...., nggak ada yang lagi ngebahas budaya arab...,
lagian siapa bilang bicara poligami selalu
berkaitan dengan budaya arab.....
Well, sebenarnya kalau mau bicara poligami, ini
terjadi tidak cuma diarab dan bukan satu satunya budaya arab. Ini juga dilakukan
hampir dipelosok dunia waktu itu, bisa kita katakan ini adalah budaya yang sudah
kadaluwarsa......, kalau ada yang mau berpoligami juga ya silahkan karena agama
Islam juga tidak melarang...., cuma asal tahu saja bahwa orang yang masih
melaksanakannya termasuk orang yang berfikir kuno.
Kalau mau membaca sedikit literatur tentang
arab..., sebenarnya dijaman arab pagan (pra Rasulullah), maka
perkawinan polyandrilah yang semarak waktu itu.
Dimana perempuan2 masa itu can have sex with
anybody disamping suaminya sendiri.
Inilah yang dilarang oleh Rasulullah, maka orang
yang melanggar polyandri disebut berzina...., namun pada perkembangannya kata
zina ini berlaku umum untuk siapa saja yang mengadakan hubungan seks diluar
nikah.
Perkembangan selanjutnya adalah maraknya poligamy
(poligini), dimana Alqur'an membatasi cuma sampai 4 saja, sedang kalau
Rasulullah punya istri sampai 9 terus terang saya tidak tahu jawabannya, bisa
saja ayat tersebut (An Nisa) datangnya setelah rasulullah punya istri istri
duluan..., saya serahkan pada yang ahli kalau ada yang bersedia
menjawabnya.
Ok kembali kepada masalah politisi busuk,
berpoligami dianggap politisi busuk....? Apa dasar pemikiran ini....., ini boleh
dikatakan aneh atau mendekati ngawur.
Justru dengan berpoligami, kita bisa memantau
apakah politisi tersebut bisa adil terhadap istri2nya......, kalau istri2 yang
cuma 4 dia tidak bisa adil, bagaimana pula politisi ini bisa adil terhadap
perkembangan propinsi2 yang begini banyak ( mungkin 30an
jumlahnya).
Lagipula siapa yang berani bilang Rasulullah yang
berpoligami adalah politisi busuk...?, buktinya dia berhasil mengangkat dan
mepersatukan suku2 yang terpisah pisah sampai sekarang dikenal menjadi
bangsa arab. Tanpa Rasulullah belum tentu bangsa arab itu bersatu seperti
sekarang ini.....Jadi Rasulullah termasuk politisi ulung..., bahkan sebagian
besar perkawinannya adalah dengan berbagai macam suku dengan niat mempersatukan
suku2 yang bertebaran waktu itu...
Maka benar kata sanak Sidi Lukman, kita jangan
masuk kewilayah pribadi seseorang.....
wassalam
Adrisman
|
____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
