Izinkan saya turut menambahkan yang kurang dari ulasan sanak kasadonyo, Saya menyetujui komentar Pak Adrisman seperti yang saya kutipkan juga dibawah. "Kita harus belajar cara2 berdiskusi yang elegant, karena tidak jarang dalam diskusi2 tersebut akan muncul hal2 menarik yang mungkin tak terfikirkan sebelumnya." Dengan menyampaikan pemikiran secara elegan maka pastilah kita mengikut segala konsekuensinya. Mencari argumen tanding secara logis, memilihkan kata dan kalimat yang bermakna lugas- tidak mudah disalahpahami, serta berusaha memahami konteks diskusi secara cermat. Barangkali analoginya sama ketika kita berniat untuk tidak pernah sekalipun berbohong maka kebaikannya boleh jadi berimplikasi pada peningkatan kualitas aspek lain dari kehidupan kita.
Boleh jadi karena ketidakbiasaan kita berdiskusi secara tepat telah menyebabkan banyak waktu orang lain terbuang percuma. Tidak biasa untuk memulai membuka sidang diskusi atau tidak biasa untuk meningkahi suatu forum debat yang tengah berlangsung. Salah satu akibat ketidakbiasaan tadi adalah diskusi yang tidak bernas seperti yang sedang terjadi dalam forum yang membahas subjek "politisi busuk". Kita menjadi jauh dari substansi yang sebenarnya hanya karena "manuver" yang dilakukan Teten Masduki. Sebelum isu poligami muncul saya amati forum sudah berkembang baik. Ide untuk menemukan argumen tambahan baik menggunakan kriteria Islam maupun kriteria adat minang, adalah amat baik untuk diadaptasi oleh aktifis-aktifis gerakan anti politisi busuk. Belum lagi kita membicarakan secara lebih lanjut mengenai kebaikan ide gerakan anti politisi busuk, kita (meski asalnya dari Teten) malah secara prematur telah membawanya ke ranah yang tidak kontekstual. Isu poligami, poliandri, berlanjut kepada pembelaan partai-partai islam, isu konspirasi melawan Islam dibalik gerakan anti politisi busuk, bahkan sampai pada niat meng-counter gerakan anti politisi busuk itu sendiri. Padahal awal mulanya adalah keprihatinan dari Sidi Lukman Piliang yang "basobok jo apak apak anggota DPRD Sumatera Barat yang kini duduak sebagai terdakawa di PN Padang". Beliau didalam posting yang pertama kalinya bersubjekan "Politisi Busuk" mengatakan "beko awak rundiangan lah di palanta ko sahinggo gerakan anti politisi busuak di padang dapek format yang sesuai jo caro awak di kampuang...." Hmmmm......Barangkali inilah cara lain dari dunia untuk terbalik (meminjam ungkapan pak Mochtar Naim) Gerakan anti politisi busuk, gerakan anti korupsi, atau apapun namanya adalah bukan soal yang mudah untuk dilaksanakan. Bahkan sebatas dibicarakan kita seringkali menjadi patah semangat oleh hal-hal yang tidak perlu. (mudah-mudahan dua Ormas Islam terbesar NU dan Muhamadiyah memiliki cadangan semangat dan kesetiaan untuk selalu istiqamah dalam memperjuangkan agenda anti korupsinya) Mudah-mudahan posting berikut dari dunsanak kasadonyo dapat memberi kontribusi yang lebih bermakna. Wassalam Yopi Fetrian ----- Original Message ----- From: "harman" <[EMAIL PROTECTED]> To: "Komunitas MINANGKABAU (Urang Awak) Pertama di Internet (sejak 1993)" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, January 30, 2004 3:52 PM Subject: RE: [EMAIL PROTECTED] politisi busuk dan poliandripun dibolehkan > > > -----Original Message----- > From: ayunus313 [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Kita harus belajar cara2 berdiskusi yang elegant, karena tidak jarang dalam > diskusi2 tersebut akan muncul hal2 menarik yang > mungkin tak terfikirkan sebelumnya. > > Jadi belajarlah menanggalkan mantel apa yang kita pakai, biar > diskusi tidak menjadi bias sehingga jauh lebih bermanfaat untuk > mengajarkan rakyat berpolitik. > > harman: > Saya setuju, memang kalau kita bicara politik tanpa melepas > mantel akan terjadi bias dan bagi yg mendengar atau membacapun > akan mudah menebak kemana arahnya. > Akhirnya subtansi yg mau dibicarakan malah bias oleh mantel yg tidak dilepas > krn akan dibaca sebagai kampanye. > > Bahkan saya pernah dengar katanya ada sebuah partai yang katanya > hendak mengajarkan rakyat berpolitik dan pemilu tapi anehnya > sebagai sample digunakan partainya lengkap dgn daftar calegnya > lagi. > > btw, kriteria partai islam itu seperti apa? > Apakah partai yang secara terang-terangan mendeklarasikan sebagai > partai Islam dan berazaskan Islam. > > > wassalam, > harman > > "Dukung Politisi Muslim Yang Baik" ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
