AS, Sang Pemenang

 =================

 

Dengan  demokrasi, liberalisme,  dan  kapitalisme Amerika  mendominasi abad 20. Akankah kerusakan moral menjadi kunci kejatuhannya?

 

Mengakhiri   abad  ke-20  sekaligus   milenium  ke-2,   Amerika  boleh berbangga.  Karena  sejak menurunnya dominasi Inggris  pada akhir abad ke19, kemudian kejatuhan kekuatan Islam terakhir di Turki, maka konsep Amerikalah  yang jalan.  Kini, dengan  kekayaan yang  tak tertandingi, kekuatan persenjataan yang tak  terkejar, Amerika nampaknya tetap akan

mewarnai dan sangat mendominasi abad mendatang.

 

Sekadar perbandingan. Amerika  adalah pengekspor terbesar dunia dengan 600 miliar dollar setahun. Itulah sebabnya Clinton sangat ngotot untuk membuat lingkaran perdagangan yang bisa dikuasainya, lewat World Trade Organization   (WTO).  Cina,  yang   baru  saja   diperbolehkan  masuk organisasi itu  dan barangnya membanjir di  Indonesia, `hanya' menjual 184 miliar dollar.

 

Anggaran belanja  militer Amerika adalah  yang terbesar di  dunia, dan sekalipun   5  urutan  berikutnya   dijumlahkan,  tetap   masih  kalah banyak.  Cina memang  mempunyai tentara  jauh lebih  banyak  (2,8 juta orang, nomor 1; Amerika 1,45 juta, nomor 2; Russia 1,24 juta, nomor 3) tetapi pada peperangan modern, kecanggihan lebih menentukan. Pada saat

yang sama,  pesaing utama  masa lalu dari  segi militer  yakni Russia, jatuh terpuruk, hingga harus ngutang ke Amerika dan IMF.

 

Tentang kekayaan, baik  sebagai negara maupun pribadi-pribadi, Amerika sulit disaingi. Bank  Dunia telah mencatat, dari tiga  orang saja yang terkaya di Amerika -salah  satunya, raja komputer Bill Gates- hartanya melebihi kemampuan produksi 48  negara termiskin di dunia. Harga saham Microsoft  milik  Gates  telah  berlipat  900  kali  selama  10  tahun terakhir.

 

Amerika merupakan pendukung utama  dana untuk PBB. Utang pemerintahnya terhadap lembaga dunia saat ini berjumlah 1,629 miliar dollar alias 10 triliun  rupiah, alias  76% dari  total tunggakan  5  negara penunggak terbesar. Sekalipun  berutang, Clinton tetap tidak  bisa dipaksa untuk membayar    sebanyak   itu,    apalagi   sekaligus.     Kecuali,   ada konsesi.  Itulah  sebabnya PBB  tidak  bisa  lepas dari  bayang-bayang Amerika. Untuk  Iraq dan Libya gampang turun  resolusi embargo, sedang untuk Israel, alotnya luar biasa  dan tak pernah terwujud. Sebab tanpa donor  Amerika,  PBB  akan  macet  total. Dengan  utang  sebesar  itu,

setahunnya Amerika masih membayar PBB 304 juta dollar, juga terbesar.

Pendidikan merupakan salah  satu tolok ukur masa depan.  Dalam hal ini Amerika juga  juara. Bill Clinton menulis visinya  pada Newsweek untuk menjadikan sekolah-sekolah Amerika  terbaik di dunia, sejak pergantian abad.  Misalnya,  ia segera  menghubungkan  setiap  ruang kelas  semua sekolah  ke internet,  sehingga anak-anak  bebas berhubungan  ke luar, sekaligus  orang tuanya bisa  memantau.  Anggaran  Universitas Harvard setahun  mencapai  2 miliar  dollar  alias  14  triliun rupiah.  Butuh beberapa   konglomerat   Indonesia   untuk  menjumlahkan   kekayaannya menyaingi  anggaran   itu?  Institut  Teknologi   terbaik  Asia  versi Asiaweek,  Korea Advanced  Institute of  Science and  Technology hanya menghabiskan  185 juta dollar  setahun. Padahal  dari daftar  itu, ITB Bandung menempati urutan ke-15.

 

Kapitalisme dan liberalisme, adalah  dagangan Amerika yang laris manis sepanjang  abad ke-20.  Anak  turun dari  liberalisme yang  diwujudkan dalam bentuk demokrasi, juga menjadi idola di mana-mana. Sekali sukses memaksa  berjalannya demokrasi,  maka agenda  lanjutan  Amerika segera bergerak, yakni kapitalisasi. Modal Amerika segera menggelinding masuk dan  menggelembung. Maka,  Amerika  tak pernah  bosan memberi  contoh, bahwa  demokrasi  merupakan  jalan  menuju kesejahteraan,  dan  selain demokrasi hanya akan membawa kehancuran.

 

Kisah  sukses demokrasi  bisa dicatat,  pada era  70-an  melanda Eropa selatan,  era 80-an  mengubah  Amerika Latin,  dan  pada dekade  90-an menyelesaikan  Eropa  Timur.  Kesemuanya  kini menjadi  parter  dagang Amerika. Anehnya, prosesnya juga serupa, yakni melewati krisis ekonomi dan  politik,  kemudian `ditolong'  oleh  Bank  Dunia. Amerika  Latin,

khususnya  Mexico sangat  bergantung pada  Amerika, pada  saat bangkit dari keterpurukan ekonomi.

 

Asia  merupakan garapan  demokratisasi  berikutnya, beriringan  dengan Afrika. Salah satu pertandanya adalah Indonesia dan Pakistan. Di bawah Gus Dur Indonesia  dipuji pihak Barat, dan sebentar  lagi akan menjadi teman baik yang lengket pula.

 

Salah   satu  `kegagalan'  demokratisasi   Amerika  adalah   di  Timur Tengah. Amerika hanya bisa  sebatas menghancurkan Baghdad, dan membuat Saudi   berutang,  tetapi   tidak  bisa   memaksakan   kehendak  lebih banyak. Dekade  2000-an diperkirakan akan menandai  perubahan di Timur Tengah, bersama-sama dengan Asia Tengah.

 

Bila  di semua  tempat di  dunia, kesetaraan  hanya diukur  dari suara dengan alasan demokrasi, maka  yang terjadi adalah dominasi pihak kuat terhadap yang  lemah.  Kelompok  lemah (lemah ekonomi,  sosial, maupun politik) selalu bisa ditekan,  baik dengan iming-iming atau sebaliknya dengan penakutan. Itulah salah satu kunci sukses Amerika yang telanjur kuat,  ketika  mendikte  dunia  ketiga.  Karena itu  tetap  harus  ada pembelaan khusus terhadap kelompok  lemah, hingga mereka sendiri cukup kuat. Stabilitas tidak akan  tercapai dengan demokrasi, di negara yang jurang antara kelompok kuat dan lemah masih menganga jauh.

 

Eropa  telah  berupaya menyaingi  Amerika  dari  segi ekonomi,  dengan membentuk  Uni Eropa  (EU) dan  memberlakukan mata  uang  Euro. Tetapi naga-naganya  nasib  Euro mesih  belum  menentu.  Menutup tahun  1999, kursnya  terhadap dollar AS  terus melorot,  dari 1,03  menjadi kurang dari 1  dollar. Patokan ini  memang belum bisa dipakai  pegangan lebih dari sebatas pertanda, karena fluktuasi mata uang cukup cepat terjadi.

 

Setiap  abad  memiliki  pahlawannya  sendiri.  Berbagai  bangsa  silih berganti mendominasi dunia, dengan  rekor terlama pada Islam, selama 7 abad,  sebelum  akhirnya redup.  Apakah  hal  serupa  akan terjadi  di Amerika?

 

Selain  faktor  eksternal,  kejatuhan  disebabkan  oleh  persoalan  di dalam.  Bila  Amerika tidak  bisa  menyelesaikan,  maka  hal itu  bisa membuka kesuraman dominasinya. Di  antaranya adalah moral remaja. Mark Katz menulis  essay di Time  tentang remaja Amerika.  Katanya, ?gThese kids have no  idea how hard it  is living in an era  that has outgrown

grownups.?h Anak-anak yang tak mengerti tantangan dunia.

 

Katz  mengatakan,  remaja  Amerika  tumbuh  dalam  buaian  kesuksesan. Kesibukannya hanyalah  bersenang-senang, ngerumpi ngeres  di internet, mendengarkan  atau  bermusik,  beli  CD  baru,  lalu  terisolasi  dari lingkungan  sosialnya  kecuali  dengan teman  ber-handphone-nya.  Katz malanjutnya,  ?gThey  just... I  dunno.  Forget  it. Whatever.?h  Yah,

mereka itu... aku tak tahu. Lupakan saja.  Apapun.

 

Yang jelas, sangat berbeda dengan  masa remajanya 20 tahun lalu. Tentu Katz   tidak  bermaksud   menafikan  prestasi   remaja   Amerika  yang mendominasi olahraga, utamanya dari kulit hitam.

 

Remaja yang  kehilangan jati diri, tak punya  tujuan hidup, sebenarnya bukan  hanya problem  Amerika, melainkan  masalah negara  manapun yang tidak berlatar  belakang agamis. Israel,  sebagai `perwakilan' Amerika di Timur Tengah, kini dilanda perubahan kalangan ortodoks, dari sangat fanatik  -berjenggot, berjubah, bertopi,  sikapnya tanpa  kompromi- ke hura-hura. Mereka  mengatakan, sekarang sudah  bebas. Pusar ber-anting bertebaran  tak  tertutup,  di  mana-mana.  Di  Prancis  bahkan  turun rancangan keputusan untuk menyediakan kondom di sekolah, mulai SMP.

 

Pertarungan peradaban masih berlangsung.  Bila di negara muslim, moral remajanya juga jeblok, maka abad mendatang akan tetap dimenangkan kaum kapitalis.  Ummat Islam  tidak punya  keunggulan yang  bisa dijagokan, karena secara teknologi juga tertinggal jauh.
 

SALMI SARKIS

CCD Sensor & DA  Maintenance 

  [EMAIL PROTECTED] 

 
 
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke