Assalamualaikum WW

Alhamdulillah, walau jauah dari harapan sampai hariko alah
takumpua bantuan untuak gampo Padang Panjang 2 x Rp.
100.764 ditambah Rp. 50.110. Tarimo kasih kapado dermawan
nan indak namuah disabuikan namo baliau.

Jo saba ambo tunggu kerelaan hati dari dermawan untuk
mengulurkan tangannya.

Untuak barita nan ambo danga, sanak bandaro Labiah di Bogor
lai dapek sumbanagn dari darmawan/wati di Bogor sekitar Rp.
9 Jt.

Wassalamualaikum WW
Darul 

Korban Gempa Tanah Darat Terserang Berbagai Penyakit
22 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Padang: Sekitar 600 warga Kecamatan
Batipuh, Tanah 
Datar, Sumatera Barat, yang daerahnya dilanda gempa bumi
berkekuatan 
6,5 skala richter, Senin (16/2) malam, sebagian besar
terkena penyakit 
kecemasan (psycosomatis) seperti hipertensi, maag. Sekitar
180 orang 
terkena infeksi saluran pernapasan (Ispa) dan 36 dewasa dan
anak-anak 
terkena diare.

Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Tanah Datar dr.
Faurizal di 
Batipuh, Sabtu (21/2) menjelaskan, ke-600 warga tersebut
umumnya korban 
gempa yang tinggal di tenda-tenda yang berobat di puskesmas
keliling. 
"Wajar saja, karena dengan tinggal di tenda-tenda dalam
jumlah yang 
besar mereka mengalami stress,
sehingga menyebabkan penyakit, termasuk menyebabkan Ispa
dan diare," 
katanya.

Ia menambahkan, yang perlu diwaspadai adalah jika diare
tersebut 
mewabah. Untuk menanggulangi itu, pihaknya sejak hari
pertama kejadian 
gempa telah menyiapkan air minum melalui tangki-tangki PDAM
di 
posko-posko dan tenda-tenda yang menampung korban gempa.

Selain itu, Dinas Kesehatan setempat juga telah menyiagakan
semua 
Puskesmas di daerah yang terkena gempa serta mengaktifkan 5
puskesmas 
keliling yang setiap hari mendatangi warga.

Salah seorang korban, Emi, 20 tahun, mengatakan sejak
kejadian gempa ia 
bersama tinggal di tenda umum yang
berisi 78 kepala keluarga yang didirikan PMI di Gunung
Rajo. Putranya, 
Fikri, yang baru berumur 8 bulan, sudah
2 hari terkena diare. Namun kondisinya berangsur pulih
setelah diberi 
obat oleh perawat dari Puskesmas
Keliling. "Kami tinggal sama-sama dalam satu tenda dan air
bersih untuk 
mandi dan cuci agak susah, makan dari
dapur umum juga cuma 1 kali sehari," jelasnya.

Untuk kembali ke rumah, menurutnya tidak mungkin, karena
rumahnya sudah 
hancur, terpaksa bersama ratusan
warga Gunung Rajo lainnya tidur berdesak-desakan dalam satu
tenda. 
"Banyak yang masih trauma kembali ke
rumah, karena kemarin masih ada gempa susulan," ungkapnya.


____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke