Assalamu'alaikum WW
Tadinyo ambo manyangko , untuak urusan sikola kampuang awak sacaro umum labiah maju dalam sarana gedung , dengan maliek rato-rato di kampuang ambo tiok jorong lai ado SD, malah kini ado babarapo buah SD nan ditutuik dek karano kekurangan murik...., kalau sa bulan belakangan di banyak koran ibukota manyampaikan tantang kondisi sikola di babarapo daerah, seperti Banten bag Selatan dan Jabar bagian selatan....., iyo kalolosan ciek iko......
Bukik batabuah,.....
Wassalam
Z Chaniago - Palai Rinuak -
http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=22096&PHPSESSID=39c3de7f7ac9be8f51e1c564a0ac29c8
Nasib SDN 33 Terabaikan
* Ruang Belajar Tergenang Air
By padangekspres
Kamis, 26-Februari-2004, 04:53:55 WIB1 klikAgam, Padek�Walau telah beberapa kali mengajukan surat
permohonan perbaikan dan renovasi sarana pendidikan
belajar mengajar kepada Pemkab Agam, namun hingga saat
ini nasib SD 33 Batabuah Koto Baru masih belum mendapat
perhatian serius. Apalagi di tengah musim penghujan
sekarang, lapangan sekolah dan ruang belajar kerap
tergenang air yang mengganggu proses belajar.
Sementara permintaan perbaikan maupun penambahan bangku dan
meja belajar hingga saat ini juga belum direalisasi oleh
Diknas, yang dampaknya membuat semakin berkurangnya
konsentrasi serta minat belajar siswa. Padahal sekolah
tersebut telah beberapa kali dikunjungi oleh pejabat Diknas
maupun pemerintah Agam sendiri.
SD 33 ini merupakan sekolah inti di Kecamatan Canduang dengan
murid mencapai 163 orang, tapi saat ini praktis hanya memiliki
lima ruang belajar karena satu di antaranya terpaksa harus
dimanfaatkan untuk ruangan majelis guru. Sehingga dengan
demikian, siswa kelas satu dan kelas dua terpaksa belajar
bergantian dengan sistim paralel.
Kenyataan tersebut diakui oleh Artati, Kepala SD 33 Batabuah
Koto Baru Kenagarian Bukit Batabuah menjawab Padang Ekspres.
Ironisnya, sebagai sekolah inti mereka juga kerap harus
melakukan pertemuan guru yang diikuti oleh ratusan guru SDN
lain di Kenagarian Bukit Batabuah. Sehingga hal tersebut
semakin mengganggu proses belajar mengajar akibat kekurangan
ruang kelas tadi.
Yang lebih memprihatinkan lagi terutama menyangkut sarana
belajar seperti bangku, meja serta papan tulis. Dimana banyak
di antara mobiler yang tak layak pakai, sehingga dirasakan
cukup mengganggu kelancaran proses belajar mengajar
siswa-siswa SDN 33 tersebut. Bahkan ada beberapa kelas yang
muridnya terpaksa duduk berdua pada satu bangku dan meja untuk
menulis.
�Kita juga kekurangan buku paket siswa, sehingga kadang kala
untuk satu kelas hanya ada satu buku paket yang digunakan
untuk satu bersama, tegas Artati.
Maka bersama Komite Sekolah, Artati dan pihaknya beberapa kali
telah mengajukan surat kepada Pemkab Agam tentang rencana
renovasi dan penambahan sarana belajart, sembari mengharapkan
agar bangunan sekolah SD 33 itu segera diselesaikan. Karena
mengingat atap gedung sekolah yang telah berusia hampir
seperempat abad tersebut telah banyak yang berkarat, keropos
dan adannya lantai serta dinding yang berlobang.
====
Dompet RN untuak Gampo
BCA KCU Jkt Sudirman Rek No. 0350154469 Mandiri KCP Jkt RS Jakarta Rek No. 1220093036567
Kaduonyo ateh namo Darul Makmur. Untuak mamudahkan identifikasi mohon kiriman ditigo angko terakhir adolah 764 (RNG), jadi kalau Rp 100 rb dikirim jumlah Rp. 100,764 atau Rp. 250 rb jadi Rp. 250,764.
_________________________________________________________________
Stay informed on Election 2004 and the race to Super Tuesday. http://special.msn.com/msn/election2004.armx
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________
