Sholat Jumat Pertama di Masjidil Haram di guyur hujan lebat
Makkah , 23 Jan 2004 ( 1 Zulhijjah 1424)
Saya berangkat ke Masjidil Haram jam jam 10.45 sedangkan sholat Jumat akan
dimulai jam 12.32 , namun seluruh pelataran didalam dan diluar masjid sudah
dipenuhi jamaah . Para jamaah menunggu datangnya waktu sholat jumat dengan sabar dibawah terik matahari , bagi yang tidak kebagian tempat didalam mesjid . Suhu udara saat itu di sekitar Masjidil Haram 32 derajat Celsius yang dapat dibaca dari LED Display yang ada disekitar Masjid . Tepat jam 12,32 azan pertama dikumandangkan , tadinya udara cerah tanpa berawan mulai diselimuti awan mendung . Seluruh Masjidil Haram seolah olah dinaungi tenda raksasa dan udara yang tadinya panas terik mulai terasa sejuk. Setelah khatib naik mimbar dan azan kedua dikumandangkan , hujan rinai rinai mulai turun , dan seluruh jamaah tetap berdiam ditempat masing masing . Selesai khotbah yang kedua dan dilanjutkan dengan sholat Jum�at hujan turun semakin deras saja dan seluruh jamaah yang diluar mulai basah . Setiap habis sholat selalu ada sholat jenazah , namun untuk kali ini saya tidak sempat mengikuti sholat jenazah tersebut , karena hujan semakin deras saja , jamaah yang berada diluar Masjid menjadi basah kuyup
Saya buru buru lari menuju terowongan yang menuju maktab saya di sector 60 Ajiyad , karena semua orang berlari menuju kearah terowongan tersebut , maka terowongan jadi penuh sesak oleh kerumunan jamaah . Karena kebiasaan saya kalau sholat di Masjidil Haram selalu pakai sarung dan baju koko , sambil memegang sajadah , maka sedikit kesulitan disaat berdesak desakan didalam terowongan , dan saat itu saya teringat akan peristiwa terowongan Mina beberapa tahun yang lalu , feeling saya mengatakan bahwa saya harus waspada dan berupaya keluar dari kerumunan jamaah tersebut , saya melihat celah di belakang pedagang kaki lima yang orang Negro dan berusaha keluar dari mulut terowongan menuju tempat parkir bis bis gede yang secara shuttle membawa jamaah dari Masjisil Haram ke � Azizyah . Akibatnya tentu saja saya basah kuyup diguyur hujan lebat . Menurut cerita orang orang , baru kali ini terjadi hujan dalam beberapa bulan belakangan ini . Dengan baju dan sarung yang basah kuyup , sambil berundung undung sajadah saya berjalan melewati terowongan lain menuju maktab saya yang jaraknya lebih kurang 500 meter dari Masjidil Haram . Tanda tanda banjir sudah mulai terasa , karena didalam terowongan mengalir dari arah atas menuju arah bawah kota Makkah air setinggi mata kaki . Hujan semakin deras dan banjir menggerus jalan didepan maktab saya dan akibatnya aspal setebal 10 cm mangalopek diterjang banjir ..
Untuk berangkat sholat Ashar di Mesjidil Haram terpaksa dibatalkan , karena hujan masih turun . Dan sayup sayup azan Ashar terdengar dari balik bukit batu cadas yang berasal dari Masjidil Haram . Setelah hujan reda mulai pukul 17.00 saya berangkat ke Masjidil Haram untuk sholat maghrib dan isya , sekalian melihat lihat akibat banjir tadi siang, ternyata tidak ada bekasnya di Mesjidil Haram , karena beratus ratus tenaga pembersih dengan cekatan telah mengepel bekas air hujan dipelataran masjid , disamping itu system drainage Masjidil Haram sangat baik , air banjir yang datang dari perbukitan sekitar tidak sampai menggenangi Masjidil Haram .
Do you Yahoo!?
Yahoo! Search - Find what you�re looking for faster.
____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
