Assalamualaikum ww
 
Maaf sato ambo ciek yoo
 
Konon kaba no go eh, Gunuang Marapi itu sudah didatangi oleh serombongan biarawan Syiwabudhis yang dipimpin oleh "DAPUNTA HYANG" pada tahunh 250 tahun sebelum Masehi
 
Mereka berasal dari puncak2 gunung di tanah basa Hindustan, berlayar ke selatan lalu memasuki muara sungai Kampar Riau hingga menemukan hulu sungai tersebut bercabang dua yang mereka sebut sebagai MINANGA TAMWAN atau tempat asal pemberangkatan perjalanan suci
 
Dari cabang anak sungai yang kemudian kita kenal sebagai Kampar kiri dan Kampar Kanan itu, perjalanan diteruskan kehulu yang kemudian menemukan tempat yang cocok untuk mendirikan candi tempat pemujaan yang sekarang disebut Candi Muara Takus di Kecamatan 13 Koto Kampar perbatasan Riau dan Sumbar sekarang
 
Beberapa waktu setelah mendirikan candi tersebut mereka melanjutkan perjalanan dengan mengendarai ber-puluh2 ekor gajah (hingga sekarang disekeliling candi ini setiap bulan purnama cucu cicit para gajah itu berkumpul mengelilingi candi tersebut sebagaimana moyang mereka menyaksikan ritual api unggun para penganut Syiwabudhis)
 
Setelah naik turun perbukitan dari ke-jauhan terlihat puncak gunung Merapi sebesar telur itik yang kemudian menjadi tempat tujuan, sesuai keyakinan mereka sejak ditanah asal ditanah basa Hindia bahwa puncak gunung yang tinggi merupakan tempat terdekat ke Nirwana tempat kekal para roh setelah mati, tempat bersemayam Sang Hyang Tunggal dan para Dewa dan Dewi
 
Hingga abad ke 5 puncak Merapi ini semakin berkembang sebagai tempat pemujaan dan penyebaran ajaran Syiwabudhis, pada tahun 603 M tercatat salah seorang penguasa Merapi "SRI JAYANAGA" melawat ke-daerah Jambi dan Palembang pusat agama Budha yang dikenal sebagai kerajaan Sriwijaya 
 
Tahun 699 M Penguasa Puncak Merapi "SRI MAHARAJA LOKITAWARMAN" mencatat telah datang seseorang untuk menyeru kepada Islam didaerah Lereng Merapi
 
Penguasa Puncak Merapi berikutnya SRI MAHARAJA INDERAWARMAN (718-730 M) menyatakan diri masuk Islam, sayangnya kemudian terbunuh dalam huru hara dipuncak Merapi akibat pertentangan antara kelompok yang pro dan kontra terhadap Islam
 
Kelompok yang kontra dibawah pimpinan DHARMAWIRA (1064-1169) mendirikan pemerintahan Syiwabudhis didaerah (selatan) Jambi sedangkan kelompok lainnya dibawah pimpinan SRI MAHARAJO DIRAJO tetap dilereng gunung Merapi yang selanjutnya sebagai cikal bakal dan peletak dasar berdirinya kerajaan2 Minangkabau kuno sebelum Minangkabau bernama Minangkabau 
 
Kiro2 baitu sahdan curitonyo, awak hanyo saluang pa-ambuih angok
 
wasalam
abp

Hendra Messa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
di tempat kost yg dingin, terasa hangat tiap rabu
malam, mendengar acara Minang Maimbau, radio Pro-4 RRI
Jakarta ,

tadi malam ada diskusi menarik dari mak Datuak Yus
Permato Intan , yaitu kepercayaan apa kah yg dianut
oleh orang minang sebelum islam datang ke ranah minang
sekitar abad ke - 17 ?

Apa yg menjadi dasar falsafah hidup pada saat itu ?
yg mendasari banyak pepatah petitih, peraturan adat
dan berbagai produk kebudayaan lain nya.
ataukah orang minang waktu itu, "mengimpor" budaya itu
semua dari tempat lain ?

kalau di pulau Jawa , sampai saat ini masih terasa
efek dari agama hindu, budha ataupun kepercayaan
animisme yg pernah dianut sebelum islam datang .
Sampai saat ini masih banyak tempat 2 keramat yg
didatangi banyak orang, masih banyak juga kepercayaan
2 lama yg dianut.

Berbeda dg ranah minang , b isa dikata tak ada tempat
keramat yg jadi tempat pemujaan. Gunung merapi walau
dianggap sbg tempat awal rang minang, tak
dikeramatkan.

menjadi pertanyaan pula, apa saja sisa sisa masa lalu
minang ( dari sisi kepercayaan ) yg masih tertinggal
saat ini. satu yg mungkin dikenal antara lain ada
sebuah tempat bernama "Biaro" , terlewat kalau kita
berjalan dari bukittinggi ke payakumbuh.

Beberapa waktu yg lalu sempat pulo mahota awak , yo
kawan rang awak juo , yg mengaku dirinya jadi atheis
dan ingin menjadi orang minang sejati , waktu saya
tanya balik , kalau kamu atheis , terus apa dong
kepercayaan sejati nya orang minang ? , minang sebelum
Islam datang ? tak bisa ia menjawab.
( kalau di jawa ada kejawen, di sunda ada sunda
wiwitan , tak ada hal yg sama di minang )

Nah demikian sekelumit pertanyaan yg timbul dari
mandanga program minang maimbau tadi malam ,

mungkin ado dunsanak nan bisa manjaleh kan nyo , atau< BR>pak Mukhtar Naim yg ahli dalam bidang nya bisa
menjelaskan nya.

tarimo kasih , wassalam

Hendra Messa (34)
pulau gaduang


Do you Yahoo!?
Yahoo! Search - Find what you�re looking for faster.
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke