Tolok ukur kemabruran haji ( sebuah renungan )

 

Assalamualaikum wr.wb :

 

 

Usai sudah para haji kita menunaikan rukun Islam yang kelima  . Wajah wajah ceria menyambut kedatangan Hujjaj ( Haji dan Hajjah ) . Doa agar meraih haji mabrur terucap silih berganti . Haji mabrur menurut pandangan Rasulullah adalah apabila seseorang Haji atau Hajjah menjadi penebar salam ( keselamatan ) dan penyantun kepada fakir miskin , itulah tolok ukur kemabruran haji itu .

Predikat kemabruran bukan suatu yang abstrak , sejatinya haji mabrur , sebagaimana  � mushalli � ( orang yang mengerjakan sholat ) , baru bisa dinilai berhasil atau tidaknya setelah berbuat sesuatu , dan mengerjakan  amal shaleh sesuai kehendak Allah dan Rasul . Manakala seseorang yang tela menunaikan ibadah haji , tutur katanya serta sikapnya semakin santun  dan menyejukkan , sementara perhatian dan pengorbanannya untuk fakir miskin semakin baik sungguh layak  disyukuri sebab sikap ini muncul dari cahaya kemabruran  haji . Demikian pula sebaliknya , kalau sikap sikap tak terpuji seperti , suka bicara kotor , kasar , pengumpat , pencela , pemarah dan sejenisnya , maka predikat mabrur jauh panggang dari api . �Padahal balasan bagi haji yang mabrur tiada  yang lain kecuali sorga � Begitu sabda Nabi Muhammad  SAW .

 

Diantara manusia ada yang berdoa  � Ya Tuhan kami , berilah kami ( kebaikan ) didunia dan tidak baginya mendapatkan bagian di akhirat  ( Q.S  Albaqarah 2 : 200 ) . Coba perhatikan kata baginya dalam ayat Al Quran tersebut ,  berarti hanya tunggal / diri sendiri . Dan perhatikan pula surat Al Baqarah ayat 201 , 202 ,203  yang menggambarkan orang yang mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat , Allah Swt menyebut � mereka � ( jamak )  . Ini berarti bahwa kebahagiaan dunia dan akhirat itu hanya bisa diraih dengan melibatkan orang lain dengan cara membantu dan saling tolong menolong , jadi bukan dengan single figh ter. Patut dicermati bahwa surat Albaqarah ayat 200, 201 ,202 ,203 tersebut diawali dengan pesan khusus kepada yang telah menunaikan Haji , agar banyak banyak mengingat Allah . Ikhwal haji mabrur bukan suatu yang abstrak dan sungguh bisa dilihat dan dirasakan oleh seorang Hujjaj ( Haji dan Hjjah ) yang menyandang predikat mabrur itu , semoga kita semua termasuk orang yang meraih pedikat tersebut ..Amin !

 

 

Wassalam : zul amry piliang di jimbaran bali

 


Do you Yahoo!?
Yahoo! Search - Find what you�re looking for faster.
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke