5 Perampok Bersenjata Api Beraksi, Sales PT Ensual Dirampok, Uang Tunai
Disikat
By posmetro
Jumat, 05-Maret-2004, 00:11:23 WIB14 klik

BUKITTINGGI, METRO
Setelah tenang beberapa saat, kemarin kembali wilayah hukum Polda Sumbar
dikejutkan dengan aksi perampokan menggunakan senjata api. Setelah tangan
dan kaki korbannya diikat, semua barang berharga disikat komplotan perampok
yang berjumlah lima orang itu. Bahkan, mulut korban juga diplaster, sehingga
tak bisa berteriak minta tolong.

Peristiwa yang terjadi di jalan Lengang, Kenagarian Nan VII Palupuh,
Kabupaten Agam Selasa (2/3) sekitar pukul 17.00 WIB itu menimpa Kalis (33),
sales PT Ensual yang mengendarai mobil box BA 8507 JT.
Informasi yang dihimpun POSMETRO menyebutkan, terjadinya peristiwa
menggemparkan itu saat Kalis yang mengendarai mobilnya seorang diri disalib
dari arah belakang oleh sebuah mobil Kijang kapsul tanpa nomor polisi.
Karena Kalis tidak menyangka yang menyalibnya itu adalah gerombolan
perampok, ia terus saja mengendarai kendaraannya dengan tenang.
Namun tiba-tiba terdengar suara rentetan tembakan yang diarahkan ke mobil
Kalis. Tembakan sebanyak tiga kali itu, ternyata bikin nyali warga Komplek
Perumahan Permata Hermai Blok H 13 No.14 Lubuk Begalung Padang itu ciut.
Dengan setengah menggigil ketakutan, Kalis menghentikan kendaraannya di
pinggir jalan.
Saat itulah, lima orang lelaki bertubuh gempal turun dari mobil Kijang
Kapsul yang berhenti tidak jauh dari mobil Kalis. Satu diantaranya, begitu
menarik Kalis turun dari mobil boxsnya langsung menodongkan pistol laras
pendek ke pelipis Kalis sembari mengeluarkan ancaman.
"Serahkan semua uang kalau masih sayang dengan nyawa", bentak pria tersebut.
Kalis yang nampak ketakutan setengah mampus, beringsut turun dari mobilnya
dan berjalan menepi ke kiri mobil. Begitu Kalis sampai di kiri mobil, sebuah
tendangan telak menghantam tubuhnya. Kalispun terjatuh. Begitu melihat
korbannya terjatuh, salah seorang dari mereka langsung mengikat kaki korban
dan tangannya ke belakang. Juga memplester mulutnya agar tidak bisa
berteriak.
Yakin korbannya tidak bisa berbuat apa-apa, korban langsung dibuang ke
pinggir jalan. Sedangkan barang berharga berupa uang tunai Rp25 juta, bilyet
giro senilai Rp130 Juta disikat habis oleh gerombolan perampok ini.
Dengan meninggalkan korbannya dalam keadaan terikat, kelima perampok ini
pergi menuju arah Bukittinggi. Sedangkan Kalis ditemukan setelah sekitar 1
jam oleh saksi Erizal (48) seorang supir warga Jalan Sutan Syahrir RT 02/RW
03 Rawang Timur dan saksi Ermita (31). Korbannya ditemukan dalam kondisi
tergeletak di pinggir jalan, dengan tangan terikat ke belakang, kaki diikat
serta mulut ditutup pakai plaster besar.
Setelah plaster dibuka, Kalis baru menceritakan bahwa dirinya baru saja
dirampok lima orang pria menggunakan kijang kapsul warna hijau metalik,
tanpa nomor polisi. Sewaktu anggota Polresta Bukittinggi yang sampai di
Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) menemukan tiga selonsong peluru yang
diperkirakan berasal dari senjata api yang ditembakkan pelaku.
Sampai sekarang kasus perampokan bersenjata api tersebut masih dalam
penyelidikan Polresta Bukittinggi. (ztl)
========================

Ditabrak Mobil Boks, Guru SLTP Padangpanjang Kritis
By posmetro
Jumat, 05-Maret-2004, 00:10:39 WIB 5 klik

BATUSANGKAR, METRO
Akibat tidak mampu mengendalikan sepeda motor, seorang pengendara Suzuki
Shogun BA 4638 EA, kritis setelah sepeda motor yang dikendarainya beradu
dengan sebuah mobil boks BA 3084 TL, yang melaju dari arah Padang Panjang
menuju Batusangkar, di depan Mapolsek Batipuh.

Kejadian yang nyaris merenggut nyawa, Zulfahmi, S.Pd, guru salah satu SLTP
di Kota Padang Panjang terjadi sekitar pukul 8.30 WIB, Rabu (3/3), saat
korban bermaksud berangkat kerja dari arah Batusangkar menuju Padang
Panjang.
Menurut sejumlah saksi mata yang ditemui POSMETRO di TKP, tabrakan yang
menghancurkan bagian depan Suzuki shogun yang dikendarai Zulfahmi itu
terjadi begitu tiba-tiba, setelah sebelumnya satu unit Kijang super warna
merah menyelip laju kendaraan korban. Zulfahmi yang kehilangan kontrol
akibat didesak kijang begitu saja menabrak mobil boks colt diesel yang
dikendarai Rahmad Arianto (40) yang mengakibatkan korban kritis.
Akibatnya cukup fatal dari hidung, mulut dan beberapa bagian tubuh korban
langsung mengucurkan darah segar. Diperkirakan luka-luka ini akibat keras
benturan tubuh korban ke aspal. Sejumlah anggota Polsek yang bertugas saat
itu langsung menolong korban dan melarikan ke RSU Padang Panjang, sementara
itu menurut Kanit Patroli Lantas Polres Tanah Datar, Iptu. Ischak, yang
dihubungi POSMETRO Rabu siang, pengemudi beserta kendaraanya saat ini telah
diamankan di Mapolsek Padang Panjang. (fhy)
=====================

Ditabrak Panther, Tukang Ojek Tewas Mengenaskan
By posmetro
Jumat, 05-Maret-2004, 00:10:06 WIB 4 klik

PADANG, METRO
Sangat memiriskan sekali nasib yang dialami oleh Nurmatias (45), seorang
tukang ojek yang mengendarai sepeda motor Smash yang masih anyar. Sepulang
mengantarkan penumpang dari Lubuk Minturun, Rabu (3/3) sekitar pukul 07.30
WIB, sepeda motornya "ditoncik" dari belakang oleh mobil Isuzu Panther yang
belum diketahui identitas supir dan nopolnya di simpang Kabun, Kelurahan
Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah.

Korban yang searah dengan mobil panther yang saat itu diamankan warga
setempat, datang dari Bungo Pasang hendak menuju Lubuk Minturun itu
kondisinya sangat memiriskan, sebab saking kuatnya hantaman moncong Phanter
dari belakang mengakibatkan tubuh korban terpelanting dari atas sepeda motor
dan sebelum jatuh ke polongan, terlebih dahulu hinggap di kap depan mobil.
Dari mulut dan telinga, begitu korban sampai di atas trotoar mengalir darah
segar. Korban diduga mengalami luka dalam yang cukup hebat.
Sebab, begitu korban dilarikan warga sekitar TKP ke rumah sakit Selaguri,
yang kemudian dirujuk ke rumah sakit Dr M Djamil Padang akhirnya tewas,
walau sempat mendapat perawatan beberap menit. Sementara, supir dan mobil
panther yang bermasalah itu diamankan warga sebelum diserahkan ke pihak
berwajib.
Informasi yang dihimpun POSMETRO dari teman-teman seprofesi korban
menyebutkan, terjadinya peristiwa mengenaskan itu saat tukang ojek yang
tinggal di RT 02/II, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah itu
pulang ke pangkalan usai mengantarkan penumpangnya arah Lubuk Minturun.
Sementara arus kendaraan pagi itu terbilang ramai, sebab semua orang
bepergian ke tempat kerja.
Namun belum lagi korban sampai di pangkalan ojek untuk kembali berkumpul
bersama teman-teman seprofesinya. "Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat
diraih", sesampai korban disimpang Kabun, Bungo Pasang, Kecamatan Koto
Tangah, kendaraan roda empat Isuzu Phanter sedari tadi berada di belakang,
langsung "manoncik" dari belakang. Untung saja, supir hingga berita ini
diturunkan belum diperoleh identitasnya itu, cepat menghentikan laju
kendaraannya. Kalau hal itu tidak, maka tubuh korban diyakini akan digilas.
Bersama warga, tubuh korban yang terlihat tak sadarkan diri itu langsung
dilarikan ke rumah sakit Selaguri. Berhubung luka yang sangat serius akibat
benturan kepala, maka korban dirujuk ke rumah sakit Dr M Djamil, Padang.
Sempat dirawat sejenak, akhirnya korban tewas di ruangan Obesrvasi rumah
sakit Dr M Djamil Padang. Hari itu juga, jenazah dibawa pulang untuk
selanjutnya dikebumikan di pandan perkuburan keluarga. (ped)
==============================================

Dua Lagi BAP Penyelundupan CPO Dilimpahkan ke Kejati Sumbar
By posmetro
Jumat, 05-Maret-2004, 00:09:30 WIB 1 klik

PADANG, METRO
Setelah menyerahkan dua Berita Acara Pemeriksaan (BAP), jajaran Direskrim
Polda Sumbar kembali mengirim empat BAP tersangka penyeludupan 90 ton CPO
dari Kapal Tressia, masing-masing, Kumis Prayitno, Preddi Panjaitan,
Ferdinan Pasaribu dan Zaini ke Kejaksaan Tinggi Sumbar, Rabu (3/3).

Direktur Reskrim Polda Sumbar, Kombes Drs Tedjo Seolarso MM, kepada POSMETRO
di Mapolda Sumbar, kemarin menjelaskan, semua berita acara pemeriksaan
tersangka kasus CPO ini telah selesai, kecuali BAP "Its", warga asing
(kapten Kapal-Red) saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda
Sumbar.
"Meskipun kita menghadapi banyak kendala dalam melakukan pemeriksaan
terhadap tersangka kasus ini, Alhamdulilah, kemarin semua BAP tersangka
telah selesai saya tanda tangani. Kita telah mengirim BAP ini ke Kejaksaan
Tinggi Sumbar," ucapnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa keempat tersangka kasus ini CPO
ini diajukan pihak Polda Sumbar ke Kejaksaan Tinggi, sebagai tuduhan penadah
dan penggelapan. " Sementara, untuk kasus penyeludupan nanti kita akan
ajukan kepada tersangka orang asing ini," tambahnya.
Saksi jawab tidak tahu
Sementara itu, "H" salah seorang oknum angkatan laut sebagai saksi kunci
dalam kasus ini menyatakan bahwa dirinya tidak tahu menahu sama sekali
tentang kasus ini. " Ya, sayangnya "H" setelah kita periksa melalui beberapa
pertanyaan secara tertulis mejawab tidak tahu. Semua pertanyaan itu,
jawabnya tidak tahu, padahal secara logika tidak mungkin yang bersangkutan
tidak tahu, sebab ketika penangkapan empat orang tersangka ini, "H" sendiri
ada dalam kapal itu," jelas Tedjo.
Kendati demikian, Tedjo optimis kasus ini akan tetap naik ke pengadilan.
 Bahkan saya amat optimis, kasus ini akan jadi kasus koneksitas nanti, mari
kita tunggu," ujarnya. Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus CPO ini
masuk dalam pasal penggelapan, namun dengan tertangkapnya nakhoda kapal
asing, resmi kasus ini menjadi kasus penyeludupan. Sebab, CPO yang ada dalam
kapal Tressia ini, telah dibayar ke Kepebayan, dan semuanya telah sesuai
dengan peraturan ekspor. Namun, ditengah jalan CPO ini dikeluarkan dan
dikembalikan ke negara Indonesia, tanpa diketahui pemiliknya, inikan namanya
penyeludupan.
Disebutkan Tedjo, kedua orang asing ini telah melanggar,UU N0 10 1995 pasal
102 tentang penyeludupan. Karena itupu, kita menahan kedua tersangka sebagai
tahanan kota, sebab untuk menahannya, tentu kitapun akan berkordinasi dengan
Konsulat Korea Utara yang ada di Jakarta. Sementara itu, keenam orang
tersangka yang saat ini ditahan di Mapolda Sumbar, Tedjo menyatakan, keenam
orang ini terbukti melanggar pasal 103 point d UU N0 10 1995 dan 372 KHUP.
Disebabkan keterlibatan orang asing dalam kasus ini, kasus ini menjadi kasus
Internasional, oleh karena itu, dalam proses kasus ini kita akan kordinasi
dengan Mabes Polri dan negara Korea Utara. Sementara untuk pemeriksaan ke
enam orang tersangka asal Indonesia ini, pihaknya masih menunggu kesediaan
dua orang saksi kunci. " "HK", dan "HN" merupakan saksi kunci dalam kasus
ini, kita akan tunggu kesediannya untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus
ini," ucap Tedjo.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, setelah empat orang tersangka dalam
kasus ini tertangkap, jajaran Direktorat Reskrim Polda Sumbar kembali
menangkap dua orang tersangka dalam kasus yang sama, masing-masing Ferdinad
Pasaribu dan Zaini. Kedua tersangka ditangkap, karena terbukti ikut
menggelapkan CPO dari kapal Tressia yang jumlahnya berkisar 30 ton CPO yang
disimpan dalam kapal Toga.
Penangkapan dua orang tersangka ini, merupakan hasil pengembangan penyidikan
dari Freddi Panjaitan, penadah CPO asal Tanjung Karang yang ditangkap,
seminggu yang lalu. " Freddi Panjaitan mengaku, selain 90 ton CPO, Ia juga
membeli, 30 ton CPO dari Kapal Toga, yang waktu itu Kepala Kamar Mesinya,
Ferdinad Pasaribu dan, mualiminnya, Zaini. Berdasarkan keterangan inilah,
aparat melakukan penangkapan terhadap dua orang tersebut, saat ditangkap
kedua orang inipun mengakui bahwa mereka telah menggelapkan 30 ton CPO dari
Kapal Tressia," katanya.
Setelah kedua tersangka ditangkap, terungkap, satu jam sebelum aparat
menangkap kapal Monica, Rabu (14/1) yang lalu, Kapal Toga yang dibawa kedua
tersangka terlebih dahulu menyedot CPO dari Kapal Tressia, yang saat itu
hendak berlayar ke Kenya Afrika. Namun, Kapal Toga ini, ketika itu tidak
berhasil ditangkap aparat. (sst)
============================================================

Pasca Demo Berbuntut Anarkis, Kampus UNP Dijaga Ketat
By posmetro
Jumat, 05-Maret-2004, 00:09:02 WIB 11 klik

PADANG, METRO
Aksi demo mahasiswa UNP Selasa (2/3) yang berakhir anarkis menjadi perhatian
serius jajaran Poltabes Padang setelah dilaporkan oleh Rektor UNP.
Setidaknya, sejumlah petugas masih ditempatkan di kampus UNP guna
mengantisipasi hal tak diinginkan
Sementara itu, di Poltabes Padang, sejumlah saksi telah dimintai
keterangannya petugas, sekaitan dengan laporan pengrusakan yang telah
terjadi sebelumnya.

Setidaknya, ada enam saksi yang telah dimintai keterangannya di Mapoltabes
Padang, hingga Rabu kemarin. Penjelasan ini, disampaikan Kasat Reskrim
Poltabes Padang AKP Dodi Pribadi SIK kepada wartawan di ruang kerjanya.
Salah Seorang saksi yang dimintai keterangannya yakni, saksi pelapor yakni
Pembantu Rektor (PR) I Universitas Negeri Padang (UNP), Yanuar Kiram.
Kedatangannya berkaitan dengan apa yang dilaporkannya dan diketahuinya
dengan aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa, pegawai dan dosen pada Selasa
kemarin. Dan kedatangan Yanuar Kiram sendiri hadir pada Rabu (3/3) siang
kemarin bersama lima orang saksi lainnya.
"Kami telah memanggil enam orang saksi untuk dimintai keterangannya" terang
Dodi seraya tidak membeberkan nama-nama para saksi tersebut yang jelas saksi
pelapor yakni Yanuar Kiram juga dipanggil untuk dimintai keterangannya.
Dodi juga mengungkapkan bahwa sejumlah nama yang bakal jadi tersangka sudah
ada dalam catatan pihaknya. "Jika tidak ada aral melintang, malam ini (tadi
malam-red) kami berupaya untuk menangkapnya.
Sebagaimana yang diberitakan kemarin, bahwa pada hari Selasa (2/3) telah
terjadi demonstrasi besar-besaran di Kampus UNP yang menolak kebijaksanaan
Rektor UNP yang baru sekaitan dengan pengangkatan Pembantu Rektor (PR)
Unjuk rasa menuntut Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Prof DR Z Mawardi
Effendi MPd mundur dari jabatannya, memuncak dan berlangsung panas.
Kaca-kaca bagian luar gedung rektorat berlantai tiga itu hancur berkepingan.
Suasana semakin tegang, ketika ratusan mahasiswa memaksa masuk ke gedung
rektorat dengan cara menerobos pagar betis Satuan Pengamanan kampus dan
berhasil merebut kursi rektor dan pembantu rektor kemudian membakarnya di
halaman rektorat. (mat)


Nofendri T. Lare
========================================================
LaMaK DiaWaK KaTuJu DiuRaNG
========================================================


____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke