Kenapa ragu memakai jilbab?
 
Jilbab, sebuah kata yang cukup menakutkan di awal tahun 80-90an. Jilbab di caci, 
jilbab dimaki, jilbab difitnah, jilbab ditangisi, jilbab dicampakkan, dan jilbab 
dipandang sebelah mata. Detik terus belalu, tahunpun berganti, keberadaan jilbab terus 
menjadi sesuatu yang pro dan kontra. Bahkan jilbab yang merupakan kewajiban bagi ummat 
Islam inipun (QS, An-Nur: 31) oleh negara yang mengaku beradab dan menjunjung HAM 
ditentang habis-habisan.
 
Saya termasuk manusia yang terlambat memakai jilbab. Umur saya saat ini 29 tahun. Tapi 
baru 10 tahun terakhir ini saya mengenakannya, itupun awalnya karena dipaksa ibu. Sama 
halnya dengan alasan yang lain, awalnya saya berfikir jilbab hanyalah kebudayaan orang 
Arab. Jilbab hanya akan mengganggu aktivitas dan juga cita-cita saya untuk menjadi 
�wonder women�  
 
Untuk memantapkan hati, saya buka sesuatu yang kita sebut sebagi kitab suci dan 
pedoman hidup.  Ternyata perintah itu ada, ��..dan hendaklah mereka menutup kain 
kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami 
mereka, ayah mereka�.� (QS, An-Nur: 31)
 
Karena kekerasan hati ini, saya berusaha untuk berkelit, �sayakan masih muda, nanti 
sajalah kalo sudah kerja, atau nanti sajalah kalau sudah punya suami, � begitu kata 
hati saya yang dunggu mencari kebebasan. 
 
Tapi yang namanya usia, siapa bisa memutuskanya? Kita tak bisa mengelak, apa lagi 
menghindar darinya. Jodohpun begitu, betapa banyak gadis-gadis yang tidak memakai 
jilbab ternyata jodohnya sampai sekarangpun belum ada? Bahkan betapa banyak perempuan 
yang tidak memakai jilbab ngantri ingin bekerja bahkan rela menjadi TKW ke negri 
asing? Saya pun berkesimpulan jilbab bukan penghalang, sayapun harus tunduk pada Zat 
yang jiwa saya ada dalam gengaman-Nya.
 
Bismillah, karena kasih sayang Allah, kedungguan hati saya berubah menjadi sebongkah 
hidayah yang tidak semua manusia mendapatkannya. Alhamdulillah, terima kasih Allah.
 
Tidak sedikitpun jilbab ini menganggu saya. Sejak awal kuliah dulu hingga kini, 
alhamdulillah dengan jilbab lebar yang menutup rapat tubuh ini, saya telah banyak 
mencatat prestasi yang tidak semua orang bisa melakukannya. 
 
Alhamdulillah saya tidak menjadi orang bodoh, alhamdulillah saya tidak menjadi miskin, 
alhamdulillah saya tidak menjadi perawan tua, alhamdulillah saya bisa menjadi 
pembicara dalam seminar dan bisa menulis, alhamdulillah saya dapat memberikan bayak 
hal untuk kebaikan orang lain. 
 
Alhamdulillah saya memiliki pekerjaan yang amat baik, pendidikan yang amat baik, suami 
yang subhanallah tampan dan baik hati. Alhamdulillah saya mendapatkan apa yang orang 
tidak pakai jilbab cita-citakan.
 
Walaupun jilbab saya lebar, tetapi saya bisa berada di tengah lingkungan yang 
heterogen. Saya bisa bergaul dengan siapa saja, bisa chating dengan siapa saja, bisa 
SMS dengan siapa saja, bisa diskusi dengan siapa saja, tanpa harus menjadi orang yang 
tetutup dan kolot. Bahkan ketika kontrak kerja saya habis pada sebuah institusi, 
mereka mengharapkan agar saya bisa memperpanjangnya. Subhanallah�.
 
Jika saya mengurainya, akan banyak lagi profil-profil perempuan yang memakai jilbab 
yang jauh lebih sukses dari saya. 
 
Sahabat yang seusia dengan saya dan juga memakai jilbab lebar, misalnya Tika, kini 
beliau mengambil program Doctor ilmu biologi di Jerman. Kemudia Ari mengambil program 
Doctor ilmu matematika di Australi. Riska yang sedang mengambil master bidang Fisika 
di Jepang dan banyak lagi sahabat saya yang seusia bahkan jauh lebih muda dari saya 
yang memiliki ketenangan hidup dan kesuksesan dengan jilbab yang ia kenakan. Belum 
lagi yang memang namanya sudah top seperti Helvi Tiana Rosa. Saya tidak bisa 
menyebutkan semuanya.

Apakah Allah akan menyusahkan hamba-Nya?
 
Jawabanya tentu tidak, justru ketenangan hidup yang akan kita dapatkan jika kita taat 
atas apa saja yang Allah perintahkan, tidak mengambil yang mudah-mudah saja, tidak 
menjalankan yang hanya sesuai dengan logika kita saja. 
 
Hanya saja manusia sering angkuh dan sombong terhadap Tuhan-Nya. Jika sudah mendapat 
bala, baru manusia bersujud, jika sudah mendapat petaka baru manusia ingat akan 
Tuhanya. Kemudian meratap memohon pertolongan, subhanallah Allah tidak pernah 
memelingkan wajah-Nya, Allah tetap mengulurkan tangan-Nya�..
 
Walahualam bis showab
 
Al-fakir ilallah
yesi elsandra
 



____________________________________________________________
Find what you are looking for with the Lycos Yellow Pages
http://r.lycos.com/r/yp_emailfooter/http://yellowpages.lycos.com/default.asp?SRC=lycos10
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke