Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Semoga Bermanfaat untuk kita semua, khusus nya yang baru menikah....

Wassalamu'alaikum Wr.Wb
Salmi Sarkis (30)

"Sepuluh Wasiat Untuk Istri Yang Mendambakan Keluarga Bahagia Tanpa
Problema"
dari kitab Usroh Bila Masyakil (Rumah Tangga Tanpa Problema) oleh Syaikh
Mazin Abdul Karim Al-Farih, Al-Haura, hal 46-82.

Wahai wanita Mukminah.!
Sepuluh wasiat ini aku persembahkan untukmu, yang dengannnya engkau membuat
ridla Tuhanmu, engkau dapat membahagiakan suamimu dan engkau dapat menjaga
tahtamu.

1. Takwa Kepada Allah dan Menjauhi Maksiat
Bila engkau ingin kesengsaraan bersarang di rumahmu dan bertunas, maka
bermaksiatlah kepada Allah !!

Sesungguhnya kemaksiatan menghancurkan negeri dan mennggoncangkan kerajaan.
Maka janganlah engkau goncangkan rumahmu dengan berbuat maksiat kepada Allah
dan jangan engkau seperti Fulanah yang telah bermaksiat kepada Allah. Maka
ia berkata dengan menyesal penuh tangis setelah dicerai oleh sang suami : 
"Ketaatan menyatukan kami dan maksiat menceraikan kami.."

Karena itulah, salah seorang wanita shalihah jika mendapatkan sikap keras
dan berpaling dari suaminya, ia berkata : "Aku mohon ampun kepada Allah ... 
itu terjadi karena perbuatan tanganku (kesalahanku) ..".

2. Berupaya Mengenal Dan Memahami Suami
Hendaknya seorang istri berupaya memahami suaminya. Ia tahu apa yang disukai
suami maka ia berusaha memenuhinya. Dan ia tahu apa yang dibenci suami maka
ia berupaya untuk menjauhinya, dengan catatan selama tidak dalam perkara
maksiat kepada Allah, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam
bermaksiat kepada Al-Khaliq (Allah Ta'ala).

3.Ketaatan Yang Nyata Kepada Suami dan Bergaul Dengan Baik. Sesungguhnya Hak
Suami Atas Istrinya Itu Besar.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada
orang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya" 
[Riwayat Ahmad dan Tirmidzi, dishahihkan Al-Albany, lihat "Shahihul Jami'us
Shagir' No. 2594]

Hak suami yang pertama adalah ditaati dalam perkara yang bukan maksiat
kepada Allah dan baik dalam bergaul dengannya serta tidak mendurhakainya.

4. Bersikap Qanaah (merasa cukup). Kami menginginkan wanita muslimah ridla
dengan apa yang diberikan untuknya baik itu sedikit ataupun banyak.
5. Baik dalam mengatur urusan rumah, seperti mendidik anak-anak dan tidak
menyerahkannya pada pembantu, menjaga kebersihan rumah dan menatanya dengan
baik dan menyiapkan makanan pada waktunya.
6. Baik dalam bergaul dengan keluarga suami dan kerabat-kerabatnya,
khususnya dengan ibu suami sebagai orang yang paling dekat denganya.
7. Menyertai suami dalam perasaannya dan turut merasakan duka cita dan
kesedihannya.
8. Bersyukur (berterima kasih) kepada suami atas kebaikannya dan tidak
melupakan keutamaanya.
9. Menyimpan rahasia suami dan menutupi kekurangannya (aibnya)
Istri adalah tempat rahasia suami dan orang yang paling dekat dengannya,
serta paling tahu kekhususannya (yang paling pribadi dari diri suami). Bila
menyebarkan rahasia merupakan sifat yang tercela untuk dilakukan oleh
siapapun maka dari sisi istri lebih besar dan lebih jelek lagi.
10. Kecerdasan dan kecerdikan serta berhati-hati dari kesalahan-kesalahan.
- Termasuk kesalahan adalah : Seorang istri menceritakan dan menggambarkan
kecantikan sebagian wanita yang dikenalnya kepada suaminya.
- termasuk kesalahan adalah apa yang dilakukan sebagian besar istri ketika
suaminya baru kembali dari bekerja. Belum lagi si suami duduk enak, ia sudah
mengingatkannya tentang kebutuhan rumah, tagihan, jajan anak-anak dll
- Termasuk kesalahan adalah memakai pakaian yang paling bagus dan berhias
dengan hiasan yang paling bagus ketika keluar rumah. Adapun di hadapan
suami, tidak ada kecantikan dan tidak ada perhiasan.

Sebagai penutup pembahasan, kami persembahkan 'Untukmu wahai ibu anak-anak'.

Dengarkanlah apa yang disabdakan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Artinya : Istri-istri kalian dari penghuni surga adalah wanita yang
penyayang (keibuan), yang banyak anak (subur), yang selalu kembali kepada
suaminya. Jika suaminya marah ia mendatangi dan meletakkan tangannya pada
tangan suaminya seraya berkata : 'Aku tidak akan dapat memejamkan mata
(tidur) hingga engkau ridla" [Silsilah Al-Ahadits Shahihah oleh Al-Albany 
No. 287]

Dengan demikian, wanita muslimah yang bertakwa tidak akan mampu tidur dalam
keadaan suaminya marah padanya.

Maka kemarilah -semoga Allah menjagamu-, letakkanlah tanganmu pada tangan
suamimu dan bersepakatlah untuk mewujudkan "Keluarga Bahagia Tanpa Problema"

-------------------
Wahai wanita Mukminah !!
Cukup kiranya ringkasan tersebut untuk engkau baca dan pahami, tapi alangkah
baiknya jika engkau membacanya secara sempurna supaya engkau bisa lebih
memahaminya dengan baik, untuk itu mintalah dengan kata cinta kepada suamimu
untuk membeli buku tersebut ....

Akhirnya...
Peganglah tangan suami dengan kelembutan nan penuh kemesraan, dan tataplah
matanya dengan sinar kasih sayang .. dan gapailah "Keluarga Bahagia Tanpa
Problema".



____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke