Ass, wr, wb.
 
Ondeeeee..... Uda Haji Zul di Jimbaran Bali, taimbau juo ambo dek Uda untuak babagi informasi (untuak serial foto-foto akan basiansua ambo sharing di palanta kito ko).
 
Baiklah ambo sato lo sangenek masalah topik nan Uda Haji tampilkan ko, adolah sbb :
 
Kami calhaj dari PT.Pusri Palembang pada umumnya banyak bergabung dengan KBIH VARITA (sebuah anak perusahaan PT.Pusri yang bergerak dibidang Travel dan KBIH), walaupun ada yang tergabung dengan KBIH-KBIH lainnya yang ada di Palembang. Pada tahun ini Varita membawa jamaah sebanyak 203 orang (berarti hampir separoh Kloter).
 
Kami berangkat dengan Kloter JKS-34 yang menggunakan pesawat carteran Saudi Arabia Airline yang terbang langsung ke Bandara Madinah. Kami berangkat dari Cengkareng Hari Minggu tgl 11 Januari 2004 Jam 21.50 (pesawat agak delay sedikit, baru berangkat Jam 22.45). Sampai di Bandara Madinah sekitar pukul 05.25 WAS (waktu arab saudi). Setelah menunggu bagasi (Alhamdulillah, pemeriksaan untuk bagasi kami tidak terlalu ketat) kami langsung ke tempat parkir Bus dan langsung ke Lokasi Maktab kami Hotel Al Jewar (tidak jauh dari Mesjid Nabawi, hanya melintasi 2 kali penyebarangan simpang empat).
 
Kami Arbain terhitung mulai Zohor tgl 12 Januari dan selasai Subuh tgl. 20 Januari 2004. Selama di Madinah kami banyak di beri kemudahan oleh Allah SWT. Kami satu regu sebanyak 11 orang, 5 bapak, 6 ibuk. Kebetulan saya dipercaya untuk memimpin grup ini yang diberi nama Grup 3 KBIH Varita. Mayoritas anggota regu berusia di bawah 50 tahun, hanya 1 orang yang berusia 75 tahun, tapi selama di Tanah Suci kondisinya selalu fit, bahkan semua anggota regu sudah terserang batuk, beliau Ibunda (yang selalu kami panggil "Nyai") selalu segar bugar tanpa ada satupun arbain yang ditinggalkan. Kami juga semuanya dapat menyelesaikan arbain ini dengan sempurna.
 
O ya, kami selama di Tanah Suci ini sudah berkomitmen untuk saling bantu membantu satu sama lainnya antar anggota regu, di Madinah kami Bapak2nya ditempatkan pada satu kamar di lantai 3 dan demikian juga Ibuk2 dikamar yang lain dilantai yang sama.
Masalah yang satu itu (godaan Sexual) seperti apa kata Uda Zul, di Madinah ini masih belum terasa dan terpikirkan.
 
Setelah kami berangkat ke Kota Makkah tgl.20 Januari pagi maka godaan itu mulai muncul, apalagi waktu untuk Wukuf dan Tahalul masih lama, waktu yang dibebaskan untuk melepaskan hajat tersebut, yaitu setelah kita pulang ke kota Makkah lagi setelah selesai melempar Jumrah dan Tawaf Ifadha kamis tgl.4 Februari. Di Makkah ini kami mendapat Maktab yang juga cukup dekat dari Masjidil Haram yaitu di daerah An Naqa yang berjarak +/- 400 meter dari Bukit Marwah menuju arah ke Sulaimaniyah dan lewat sedikit dari terowongan Falaq didaerah penanjakan Jl. Abdullah Bin Zubayr yang ramai akan lalu lalang kenderaan Bis dan kenderaan pribadi. Daerah ini sejajar dengan Pasar Seng, sehingga setiap pergi dan pulang masjid ada saja yang mau dibeli.
 
Di Makkah ini kami masih menerapkan kamar bapak2 tetap sama bapak2 dan kamar Ibuk2 tetap sama ibuk2. Kami mendapat kamar di lantai 2 yang saling bersebelahan (di Madinah terpisah sejauh 1 kamar). Ini sangat menguntungkan buat kami yang masih muda2 ini. Jadi selesai tahalul dan tawaf Ifadha tadi, secara spontanitas tanpa diatur, ibuk2 sudah mengadakan perembukan dengan sistim undi mengatur jadwal.
 
Kami kan semuanya ada lima pasangan usia gairah terkendali plus 1 nenek. Maka diaturlah hari pertama (tgl.6 Februari) pasangan A di kamar Bapak2 dan pasangan B dikamar Ibuk2, selesai Ashar menjelang sholat magrib, selain kedua pasangan tersebut, cepat cabut dari kamar menuju Masjid. Karena kebiasaan kami selesai Magrib langsung menunggu sholat Isya di Masjid itulah. Maka kedua pasangan ini mendapat jatah yang biasanya Magrib hanya di Maktab, selesai itu mandi (pakai air hangat tentunya) dan terus ke Masjid untuk menunaikan ibadah sholat Isya.
 
Demikianlah seterusnya silih berganti dari hari ke hari, setiap hari dua pasangan melaksanakan sunnah Rasul tersebut sampai saatnya kami harus meninggalkan kota Makkah menuju Madinatul Hujjad Jeddah pada hari Selasa tgl 17 Februari jam 21.00.
 
Tgl.18 Februari seharian penuh kami di kota Jeddah, sesuai program tour dan ziarah yang telah disusun oleh KBIH Varita, kami ziarah ke Lokasi monumen Sepeda Bani Adam (sekali lagi bukan sepeda Nabi Adam), ke monumen Ilmu Falaq (keduanya terletak di bundaran jalan ditengah kota), ke Tepi Laut Merah (disini kami berfoto dan sarapan pagi dengan sate kambing Madura), terus melewati Mesjid Qishas, lokasi air mancur ditepi Laut merah yang konon memancarkan air setinggi 110 meter keatas, pagi itu air mancur ini tidak dihidupkan), Makam Siti Hawa dan keliling kota Jeddah.Siangnya kami hanya golek2 di asrama yang tempat tidurnya bertingkat yang isinya satu kamar 50 orang. Selesai Magrib kami mendengar ceramah AA Gym yang kebetulan singgah sebentar (+/- 15 menit) sebelum ke bandara King Abdul Aziz, di Mesjid di tengah Madinatul Hujjad tsb beliau hanya berpesan : "Janganlah menjadi Haji yang 3 ini, yaitu : Haji Riya, Haji Sombong dan Haji Bohong". Kalau diuraikan ketiga masalah ini akan bertambah panjang uraian saya ini. Singkat cerita, tgl 19 Februari jam 01.30 kami diberangkatkan dengan Bus menuju ke Bandara King Abdul Aziz. Dan menanti jadwal keberangkatan yang telah dijadwalkan yaitu jam.07.00.
 
Oya, sebelum itu selesai sholat Isya, kami suami istri di jemput oleh salah seorang Netter Rantau Net yang ada di Kota Jeddah yaitu Sdr. H.Ridwan M Sirin gelar Sutan Rajo Sulaiman. Sangat berkesan pertemuan kami tersebut walau hanya sebentar, sebelumnya kami belum pernah saling kenal rupa, hanya dipintu gerbang Madinatul Hujjad itulah pertemuan pertama kami, makanya sebelum kami bertemu, kami saling berkirim SMS menyampaikan ciri-ciri dan pakaian yang kami gunakan masing-masing. RN memang OK. Kami di bawa kerumah beliau di kota lama ditengah kota Jeddah, bangunan rumah tua yang asri. Selesai makan malam bersama di rumah beliau kami dibawa keliling kota Jeddah menikmati indahnya malam di kota Jeddah, terutama melihat air mancur yang tidak sempat kami lihat dipagi harinya.
 
Terima kasih dunsanak H.Ridwan M Sirin gelar Sutan Rajo Sulaiman bersama keluarga di Jedaah.
 
Jadi kembali ke inti cerita Uda Zul tadi, kami tidak sempat mengeyam Bilik Barokah yang tarifnya short time 50 riyal/jam itu. Kami hanya mencicipi Bakso dan makanan ala Indonesia di Restoran Mang Udin di seberang Bukit Marwah yang murah meriah, makan dulu baru bayar, sewaktu membayar kita sebutkan apa2 yang kita makan, bila kita lupa menyebutnya, maka kata Mang Udin halal, dan di restoran inipun ada program makan gratis bagi yang kehilangan duit dan barang2nya selama di Makkah.
 
Terima kasih Mang Udin 
 
Wassalam,
M.St.Bangsawan 
----- Original Message -----
From: zul amri
Sent: Monday, March 08, 2004 9:39 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Kisah Perjalan Haji ( Tahalul dan Bilik Barokah )

Thowaf Ifadah , Sai , Tahalul , bilik barokah , godaan sexual

 

 

Tawaf Ifadah , Sai  dan Bercukur (tahalul) merupakan rentetan terakhir dari  rukun ibadah haji , setelah wukuf di Arofah , sedangkan mabit di Musydalifah , Mabit di Mina dan melempar Jumrah merupakan wajib haji . Perbedaan antara Rukun dan wajib dapat dijelaskan sebagai berikut . Apabila rukun haji yang ditinggalkan maka tak syah haji seseorang , sedangkan wajib haji apabila seseorang tidak mengerjakan hajinya tetap syah tapi harus membayar dam ( denda )   dengan seekor kambing atau puasa selama 10 hari , 3 hari ditanah suci dan 7 hari dikampung halaman . Saya berangkat menuju Masjidil Haram untuk mengerjakan rukun haji yang terakhir . Saya masuk ke Masjidil Haram melalui pintu Babussalam , dimana diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW setiap memasuki Ma sjidil Haram selalu lewat Babussalam , karena rumah beliau berada dekat dengan pintu Masjid tersebut , yang saat ini merupakan halaman Masjidil Haram pada sisi Utara . Seperti biasa sebelum memulai thowaf , saya berniat dulu , kemudian berdoa dan menuju Rukun Hajar Aswad , tempat titik dimulai thowaf putaran pertama . Jamaah yang melakukan thowaf  malam ini tidak begitu padat , dan saya dapat dengan leluasa untuk bergerak. Dan pada putaran ke tiga saya dapat menyentuh  Makam Ibrahim dan putaran selanjutnya menyentuh Rukun Yamani dengan sempurna , Namun selama berada disini tak sekali juapun berhasil mencium Hajar Aswad ( Batu Hitam ) . karena saking berjubelnya jamaah dilokasi tersebut . Dan saya berhasil berdoa di Multazam dan sholat sunnat di Makam Ibrahim . Setelah minum air zamzam , selanjutnya saya menuju Bukit Shofa untuk memulai prosesi Sai antara Shofa dan Marwa sebanyak 7 kali pulang pergi . dan akan berakhir di Bukit Marwa . Sesudah berdoa di Bukit Marwa dilanjutkan dengan memotong rambut minimal 3 helai . Maka tuntas sudahlah pelaksanaan ibadah haji  saya dengan perasaan lega  , dan merasa bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kesehatan dan kekuatan sehingga saya dapat menuntaskan tugas yang berat dan mulia ini , dan antara kami saling mengucapkan selamat  dan sejak saat itu resmi sudahlah saya dan teman teman lainnya menyandang predikat haji atau hajjah . Selesai melaksanakan Tahalul akhir , maka gugur pulalah segala larangan bagi jamaah haji , yakni larangan berhubungan suami isteri bagi yang berkeluarga yang kebetulan sama sama naik haji . Namun timbul kesulitan dimana kira kira keinginan tersebut akan disalurkan , karena 1 kamar diisi 5 sampai  6 orang dan adakalanya terpisah antara lelaki dan perempuan , dan t erpaksa yang punya hajat , bisik bisik mencari bilik � Barokah � dan bisa disewa khusus . Dari omongan teman teman katanya berhubungan sumi isteri di tanah suci jauh lebih nikmat dibandingkan ditempat lain ,  Ahh ���.masakk ?? Dan tentunya Sanak Mulyadi Sutan Bangsawan bisa omong sikit tentang hal ini !

Bagi saya yang kebetulan berangkat sendirian , dan umur telah kepala lima , urusan yang satu ini , tidak begitu menjadi persoalan betul  . Sebelum berangkat haji saya sering digoda teman teman saya , hati  hati lho Pak Zul , godaan di Makkah sana besar sekali , dan nafsu seksual menggebu � gebu , apalagi makannya setiap hari daging kambing dan onta , Tapi setelah 16 hari saya di Makkah , ternyata biasa � biasa aja tuh . yang penting sejauh mana kita bisa mengendalikan diri kita , dan bukankah tujuan kita kesini dengan tujuan  untuk ibadah , bukan yang lain !

 

 

Wassalam : zul amry piliang .


Do you Yahoo!?
Yahoo! Search - Find what you�re looking for faster.


____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke