......cut...()()>>>>> Indak namuah mampalajari agamo lain. Jadi rasa risih dan seolah ditindas timbul akibat ketidak mengertian pada agamo lain.....cut...()()()(>>>>>nambah lagi sedikit: yg merasa di tindas itu juga siapa ya ?? kasian amat itu kalo betul ada yg di tindas.nenek ambo yg asli gantiang pakan kamih itu pernah bilang bhw dia tidak pernah merasa di jajah oleh belanda, dan dia tidak pernah merasa kekurangan kemerdekaan bahkan sebelum 17/08/45 sekalipun, karena dia tidak pernah merasa di jajah.mungkin secara pisik, waktu itu rakyat kita di jajah, tapi menurut nenek ambo itu lagi, hati dan pikiran nya tidak pernah di jajah. jadi, walau tertindas secara pisik bisa terjadi, sulit rasanya membayangkan seorang Muslim tertindas pikiran, dan iman nya. Karena rasanya agama kita (do correct me if I'm wrong) ini justru 'membebaskan', liberator pikiran kita dari kebusukan2 duniawi. Dari khatib di Mandalay Jumat minggu lalu, yg kebetulan juga bicara mengenai penindasan juga (ini bahasan yg sensitip di sini), pasrah diri kepada Allah pun sudah suatu bentuk perjuangan. Apalagi kita 'melawan' dengan pikiran dan iman.Yang pasrah kepada duniawi dan mau menerima pola2 pikir lain dari yg di ajarkan agama kita, itu baru tertindas...betul-tidak...wass,da.33.mdly.
--
_______________________________________________
Get your free email from http://ehotelier.com
____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
