Posmetro Padang Online Topics / Solok Mempolitisir Pendidikan Mengakibatkan Sumbar Tidak Lagi Menjadi Industri Otak By posmetro Sabtu, 13-Maret-2004, 00:35:07 WIB
SIMPANG, METRO Sumatera Barat yang sejak dahulunya terkenal dengan daerah pengeksport otak, saat ini mengalami penurunan yang sangat tajam. Penurunan terhadap manusia berkualitas dan handal tersebut, bukan karena lemahnya daya pikir warga Sumatera Barat. Namun lebih karena cara yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk menahan gerak laju pemikir-pemikir handal jebolan Sumatera Barat. Mempolitisir dunia pendidikan telah berjalan sejak beberapa waktu terakhir. Bukti dari peminggiran dunia pendidikan Sumatera Barat tersebut, saat ini bisa terlihat. Tidak satupun pejabat negara, jebolan Sumatera Barat atau Minangkabau. Hal ini tidak bisa terus dilakukan, karena walau bagaimanapun juga industri otak musti kembali harus dimunculkan lagi. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki yang sistim pendidikan dan diatuasi yang telah cukup carut marut tersebut, diantaranya adalah dengan menyiapkan anggaran yang cukup besar bagi sector pendidikan. Memberikan penghargaan yang tinggi kepada para pendidik berupa peningkatan gaji dan tunjangan lainnya serta yang tak kalah pentingnya adalah menciptakan sebuah sistim pendidikan yang benar-benar berkualitas. "Menurut saya ada upaya yang sengaja dilakukan agar kualitas SDM di Sumatera Barat menurun, Upaya ini dimungkinkan karena pihak-pihak yang tak bertanggung jawab tersebut selalu menerapkan atau menciptakan situasi yang membuat sulitnya dimunculkan intelektual Sumatera Barat" kata Drs H St Ambia B Boestam, di Simpang Tj Nan Empat Kecamatan Danau Kembar, Kamis (11/3). Penghambatan munculnya intelektual Sumatera Barat tersebut, telah membuat sorotan tajam kepada dunia pendidikan Sumatera Barat yang gagal untuk melahirkan kembali Moh Hatta, Agus Salim, M Natsir, dan lain sebagainya. Hanya satu cara yang ampuh untuk memulihkan hal tersebut di atas, yaitu mengucurkan anggaran yang cukup besar pada sub sektor pendidikan dalam APBN mendatang. Menurutnya, angka 20% dari APBN adalah sebuah patokan yang cukup relevan untuk melahirkan kembali manusia dengan SDM tinggi" katanya. Selama ini menurut Ambia, dana atau anggaran untuk sektor pendidikan hanya berkisar pada angka 4 hingga 4,5% saja. Kalau ditingkatkan tentu akan berimbas pada lahirnya intelektual muda. (ted) Posmetro Padang Online : http://posmetropadang.com Versi online: http://posmetropadang.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=4032 ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
