Kesulitan cari Buku tulis dan disampari orang India

 

 

Madinah , 22 Februari 2004 ( 1 Muharram 1425 H ) Arbain hari ke 5

 

Malam tadi tidur saya begitu nyenyak , setelah makan malam 2 porsi ( sengaja saya beli lebih ) untuk mengembalikan kondisi tubuh biar kalau pulang ke tanah air tidak kelihatan kurus atau loyo  . Hampir saja saya bangun kesiangan dan terbangun setelah azan pertama dikumandangkan dari menara Masjidi Nabawi . Buru buru mandi dan berangkat ke Masjid , waktu telah menunjukkan jam 05.25 , sedangkan sholat Subuh jam 05.35 . Sampai hari kelima Arbain , syukur alhamdulillah saya selalu dapat mengikuti sholat berjamaah tanpa ada yang rumpang . Suhu udara di Madinah pagi ini terasa sangat sejuk , sama dengan suhu di kota Bukittinggi  diwaktu malam dan saya berangkat ke Masjid tanpa tambahan pakaian dingin , cukup pakai baju muslim dan sarung . Selepas sholat Subuh  saya jalan jalan ke toko untuk mencari buku tulis , karena dua buah buku tulis 40 lembar yang saya bawa dari Indonesia telah  hampir penuh berisi coretan coretan tulisan saya . namun rupanya susah juga mencari buku tulis di Madinah ini , karena tak satu jua pun toko yang menjual buku tulis yang saya inginkan , kalau jual pulpen banyak . Akhirnya terpaksa saya minta letter paper di receptionis hotel

 

Sudah banyak teman teman yang merasa ingat rumah , pengen pulang saja ke Indonesia , tapi waktu masih empat hari lagi , dan telephon telephonan keluarga di tanah air makin  sering saja dilakukan , sekali telephone 8 rial untuk bicara lebih kurang 1,5 menit . Terus terang kalau saya pribadi semakin betah saja tinggal di Madinah ini . Secara bergurau pernah saya utarakan sama ketua rombongan Bp . Yusri Nasution , kalau seandainya diperkenankan , mau deh saya nambah lagi tinggal disini barang seminggu lagi . Ah �..Pak Zul ini ada saja , orang orang lain stress berat pengen cepat pulang , malah Pak ini mau nambah lagi . Hal ini disebabkan semakin hari rasanya semakin nikmat saja melaksanakan sholat berjamaah di Masjid Nabawi , dalam kondisi udara yang sejuk (tidak terlalu dingin) . 

 

Sewaktu menunggu sholat Maghrib sambil baca baca Al Quran dilantai atas Masjid Nabawi    saya didatangi seseorang yang mengaku dari India , penampilannya necis dan masih muda . Setelah basa basi dan menanyakan asal saya dan saya jawab dari Indonesia , lalu ia mengelurkan secarik kertas yang ditulis tangan dalam bahasa Indonesia dari kantongnya yang isinya memohon sumbangan untuk bantuan ongkos balik ke India karena ia kehabisan bekal . Karena dikantong saya hanya ada 5 rial untuk pembeli teh susu dan roti kebab sehabis maghrib nanti akhirnya saya tidak bisa bantu . Rupanya yang menjadi sasaran adalah orang orang Indonesia semua , setelah saya ada beberapa orang lagi yang disampari oleh orang tersebut . Modus baru cara meminta sumbangan alias mengemis.

 

 

Wassalam : zul amry piliang

Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - More reliable, more storage, less spam

____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke