Sekelumit Sejarah dari Gelanggang Bukik Ambacang, Dari Rajo Kuniang Turun ke
Cucu

By padangekspres
Kamis, 11-Maret-2004, 03:44:37 WIB

Kendati pacu kuda Open Wisata Race II - 2004 (OWR II-2004), telah selesai
22-23 Februari lalu di gelanggang Bukik Ambacang, Bukittinggi, namun gaung
pacu kuda masih dirasakan, khususnya menyangkut siapa sosok yang pernah
mengangkat pacu kuda tersebut. Salah seorang dari mereka yang berjasa,
tersebutlah nama almarhum Dt. Rajo Kuniang yang dilahirkan di Bukareh Koto
Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, kabupaten Agam. N. Dt. Rajo Kuniang,
menurut ketua pelaksana OWR II-2004, Fauzan Havis, SE, MEBA, MALS, baru-baru
ini, pernah menjadi Demang di Dangung-Dangung, kabupaten 50 Kota. Kemudian
menjadi Menteri Polisi di Kabupaten Agam.

Ketika agresi Belanda tahun 1948, anak dari pasangan Dt. Nanrambai dan
Hamidah ini berfront di Tilatang Kamang dengan memanfaatkan kantor di Binu
kawasan Kamang. Sesudah sisfire I/perang berhenti tahun 1950, N. Dt. Rajo
Kuniang menjadi kepala Polisi daerah Kabupaten Agam dan Pasaman, dengan
pangkat Komisaris Polisi daerah Sumatera Tengah. Salah
satu anak tertua N. Dt. Rajo Kuniang adalah Drh. H. Chaidir (alm), pernah
menjadi Inspektorat Peternakan Sumbar tahun 60-an.

Semasa beliaulah didatangkan kuda pejantan Honoman untuk Sumbar, kata
Fauzan.

Selain itu, N. Dt. Rajo Kuniang dulunya pernah mempunyai beberapa ekor kuda
pacuan legendaris favorit di Sumbar (kuda boko,red), yakni Zevir. Tahun 1954
adik N. Dt. Rajo Kuniang, AM. St. Malano terakhir bergelar AM Dt. Rajo
Kuniang pegawai Balaikota Bukittinggi, membeli seekor kuda betina bernama
Gusti sesuai dengan nama putri pertamanya Gusti Mihardi.
Dari kuda Gusti inilah lahir kuda Poly, Zenith dan Pola.

Sekarang, sebagai penerus anak kemenenakan dan cucu beliau, tambah Fauzan,
mereka bersama-sama memiliki kuda pacu, Poly Yunior dan Poly Queen.

Pada pacu kuda WOR II-2004 di gelanggang Bukik Ambacang Bukittinggi, Poly
Queen juara I race dengan jarak 1200 meter kelas CD 3 tahn dan merebut piala
PT. Harry Putra Utama Bukittinggi. Sebelumnya di gelanggang Batusangkar Poly
Queen juga juara satu.

Khusus pada pacu kuda WOR II-2004 di gelanggang Bukik Ambacang untuk
mengenang nama N. Dt. Rajo Kuniang sebagai pemilik kuda pacu legendaris
Poly, atas nama seluruh anak kemenekan dan cucu beliau, Direktur Keuangan
PT. Semen Padang, Drs. Aulia Hasril memberikan hadiah pada kelas DE terbuka
jarak 1200 m dengan total hadiah Rp. 3,5 juta.
Pemenang pada kelas tersebut adalah, Putri Sangir dari Agam pemilik Nikita
Stable dan Bintang Sorena dari Payakumbuh pemilik Rembulan Stable. (edison
janis)


____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke