Assalamualaikum wr.wb

Salam hangat dari kami sekeluarga pada semua dunsanak kami nan sadiang duduak2 di palanta RN ko. Sambia maujua2kan kaki mari kito danga kaba dari nagari kanguru. Ternyata walaupun tingga di LN teman2 kito masih punya kepedulian dengan tanah air. Sementara banyak orang di LN ini tak lagi peduli dengan apa yang terjadi di Indonesia.
http://www.pks-anz.org


From : mico <[EMAIL PROTECTED]> Reply-To : [EMAIL PROTECTED] Sent : Tuesday, 23 March 2004 11:11:21 PM To : <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]> Subject : [pippks-anz] Dan bekas Murid-pun berkampanye kepada Dosennya &#8230; | | | Inbox Dan bekas Murid-pun berkampanye kepada Dosennya &#8230;



Hoho .. hoo ... hoo

Tlah melangkah kaki dengan pasti

Menerobos jalan onak duri

Generasi baru tlah dinanti

Tak takut dicaci dan tak kenal mati &#8230;..



PIPPKS-ANZ.org &#8211; Sydney, Itulah sepenggal bait-bait nasyid " Gelombang Keadilan" yang dibawakan Shoutul Harakah mengiringi perjalanan tim kampanye PKS New South Wales melakukan tournya di pekan kedua, yang diawali dengan mengunjungi masyarakat di Newcastle, 150 km diutara Sydney, pada hari Sabtu 20/03.



Waktu menunjukan 1.10 pm ketika rombongan tiba di Masjid Newcastle, dan langsung disambut oleh Bapak Arief Syaichu Rahman, Dosen ITB yang sedang mengambil S3 bidang Electrical Engineering, bersama para anggota majelis taklim lainnya yang sebagian besar merupakan student di University of Newcastle.



Acara presentasi dimulai segera sesudah shalat Zhuhur berjama'ah. Teddy Surya Gunawan, PhD student di University of Wollongong yang ternyata merupakan murid dari bapak Arief ketika masih di ITB, langsung mengawali acara. Data-data valid seputar keterpurukan Indonesia diberbagai bidang dipaparkan secara gamblang, mulai dari penyelewengan BLBI, kebocoran dana APBN, pencurian kayu & ikan (illegal fishing and logging) yang keseluruhannya mencapai Rp 444 trilyun. Indikator-indikator lainnya bidang pendidikan, sosial budaya dan pergaulan masyarakat juga dijelaskan, yang kesemuanya menunjukan suatu keadaan yang sangat jauh dari kecerahan dan harapan suatu bangsa yang nota bene kaya raya ini.



Dalam sesi ini, Teddy mencoba menawarkan PKSejahtera sebagai salah satu alternatif bagi kondisi bangsa Indonesia, yang baru saja berkiprah 5 tahun, namun berhasil memberikan bukti yang cukup menjanjikan, "Sehingga selama 5 tahun berkiprah, total 181 Aleg PK Sejahtera se-Indonesia telah mengembalikan uang suap senilai total Rp 5,3 milyar dan menyelamatkan uang negara senilai total Rp 739,6 milyar dan tidak pernah terlibat politik uang termasuk dalam pemilihan kepala-kepala daerah, dan Nurmahmudi Isma&#8217;il telah mengembalikan dana nonbudgeter Rp. 7.8 triliun dari rekening pribadi Menhutbun&#8221; , demikian beliau mengutip hasil riset Husin Al Banjari, peneliti Jaringan Media Profetik.



Pada sesi kedua, giliran Mara Halim Hidayat Siregar, jebolan UNSW bidang IT, menjelaskan tata cara pencoblosan di pemilu 2004. Seperti halnya yang terjadi di Dee Why, audiens juga menunjukan keseriusannya, jangan sampai suara menjadi tidak sah hanya karena kurang well-informed. " Ingat bapak-bapak ! , ibu-ibu !, yang terbaik adalah pilih partainya dan calegnya. Kalau bingung, langsung saja pilih partainya ...! " sambil beliau langsung memperagakan mencoblos no.16 !



Pada sesi tanya jawab, beberapa pertanyaan lain pun disampaikan oleh hadirin, diantaranya adalah oleh Bapak Handiyawan, dosen Universitas SuperSemar yang akan menyelesaikan Master of Communication-nya akhir Juli ini. Beliau menanyakan bagaimana cara PKS didalam menghadapi kondisi masyarakat Indonesia yang masih bercirikan cross-ethnic-social-affiliation, tatanan masyarakat yang masih berpegang kuat kepada pengaruh tokoh yang berafiliasi kepada budaya, suku, ras dan agama, bukan kepada program dan platform suatu partai. " Disitulah PKS dengan program Jaring Emas Capresnya yang digulirkan secara nasional, mencoba memberikan pendidikan politik kepada masyarakat agar mulai menentukan siapa pemimpinnya secara bottom-up bukan top-down, yang sekaligus juga secara sedikit demi sedikit menyadarkan masyarakat untuk mulai menggunakan rasionya ketimbang afiliasi-afiliasi sosio-kultural tadi " demikian jawaban yang disampaikan oleh Mico Yustika, ketua PIPPKS ANZ, yang juga ikut dalam rombongan.



Acara ditutup dengan pembagian cinderamata berupa VCD-VCD profil PKS dan buku saku seputar komentar tokoh. Setelah menyantap hidangan yang disediakan pihak tuan rumah, sekitar 4.15 pm, rombongan pun segera bertolak menuju Sydney, karena acara kampanye berikut telah menanti. (my)





===========================================================================================
Netkuis Instan untuk Divre 3 - SD,SMP,SMA berhadiah asuransi pendidikan puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1 April 2004
===========================================================================================
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke