Assalamualaikum wr. wb

Berikut opini dari salah satu simpatisan PKS

Wassalamualaikum wr. wb
Ummu Maryam

Saya memilih Partai Keadilan Sejahtera karena :

1. TIDAK(belum) ADA KONFLIK INTERNAL

Konflik internal yang muncul dalam tubuh parpol dimulai dari perbedaan yang timbul dalam tubuh organisasi. Perpecahan ini timbul karena perbedaan prinsip dari para pemimpinnya. Masing-masing dari mereka mengatakan prinsip merekalah yang paling benar. Tapi tidak jarang perpecahan itu juga timbul dari interest pribadi. Seringkali kepentingan pribadi ini muncul ketika seorang pemimpin telah mulai merasa disingkirkan dari percaturan politik di partainya.

Partai yang baik adalah partai yang selalu berusaha untuk menjaga keutuhan organisasinya. Ini penting untuk menjaga imej dimata masyarakat. Kalau mengurus diri (partai) sendiri saja mereka belum mampu bagaimana mungkin mereka akan me-menej negara yang skup-nya jauh lebih besar. Selain itu para pemimpin partai yang terbiasa mementingkan kepentingan pribadinya ketika bermain dalam wilayah partai juga besar kemungkinan akan lebih mementingkan kepentingan pribadinya ketika bermain di wilayah negara. Tidak heran jika kemudian mereka berkuasa bukan kepentingan rakyat yang mereka bela tapi justru kepentingan pribadi yang mereka fikirkan lebih dahulu.

Sepengetahuan saya sampai saat ini belum ada perpecahan internal di tubuh Partai Keadilan Sejahtera (semoga tidak pernah sampai kapanpun).Jabatan dipandang sebagai amanah dan bukan untuk diperebutkan. BELUM PERNAH, misalnya, sang Sekjen, M. Anis Matta, merasa tidak puas dengan ketua partai kemudian hengkang dari partai. Anis Matta tetap loyal bekerja baik ketika PK
masih dipimpin DR Nurmahmudi Ismail maupun setelah diketuai DR Hidayat Nurwahid.


Demikian pula yang terjadi di daerah, yang saya temui sendiri, ketiga kandidat ketua DPW PK Kalimantan Timur seperti saling mempersilahkan satu sama lain untuk menjadi ketua DPW ketika Musda DPW Kaltim tahun 2002. Mungkin ini terjadi karena mereka merasakan besarnya tanggung jawab amanah menjadi pemimpin. Hal yang sama belum pernah saya temui di partai lain.

2. TIDAK HANYA BERSANDAR PADA KETOKOHAN

Didalam Islam paling tidak, menurut saya, ada dua hal penting dalam penegakkan pemerintahan yaitu sistem (manhaj) dan tokoh. Keduanya harus dimiliki secara mantap. Jika salah satu dari keduanya tidak dipunyai maka suatu orginisasi akan timpang. Dalam sejarah kita sangat menganal ketokohan Rasulullah SAW. Tapi ketika beliau wafat, apakah dengan serta merta Islam
juga lenyap? Tidak, bahkan Islam tetap eksis hingga hari ini dan sampai akhir zaman.


Suatu partai yang mengandalkan ketokohan (saja), seperti saya katakan tadi, akan timpang. Keputusan yang cenderung absolut sangat mungkin akan timbul dari partai yang terlalu mengidolakan pemimpinnya yang kharismatik. Musyawarah akan gagal total dalam setiap pengambilan keputusan sebab prinsip syuro dibangun atas prinsip keunggulan akal kolektif diatas akal individu.
Walau keputusan yang diambil bersama tidaklah selalu benar (karena bukan wahyu) tapi keputusan yang diambil oleh banyak kepala akan jauh lebih baik karena melibatkan lebih banyak pertimbangan.


Lebih jauh lagi, partai ini sangat besar kemungkinan akan kehilangan arah jika ditinggalkan oleh sang pemimpin yang kharismatik tersebut. Disinilah peran kaderisasi bermain dalam pembentukan para pemimpin baru. Pada partai yang sentralistik kepada seorang tokoh maka proses kaderisasi tidak akan berjalan sempurna. Kreativits para calon pemimpin baru tadi akan
dimatikan karena tidak sempurnanya mekanisme muyawarah dalam setiap pengambilan keputusan. Semua keputusan berada ditangan sang pemimpin kharismatik dan para calon pemimpin baru hanya bisa “yes sir” saja.


Setelah DR Nurmahmudi, Presiden PK yang pertama, kepemimpinan bisa dilanjutkan dengan “smooth” oleh DR Hidayat Nurwahid. Dari yang saya amati,pergantian pemimpin tidak menurunkan kinerja partai. Malah PK (kemudian berubah menjadi PKS) semakin berkembang seiring dengan waktu. Ini membuktikan sistem yang ada di PKS cukup tangguh untuk membina partai tanpa harus bergantung kepada seorang tokoh. Menurut Anies Baswedan,”Hanya satu
dari 7 partai yang dianalisis tidak memiliki ketergantungan terhadap figure pemimpin, yaitu PK (sekarang PKS)”.
http://keadilan.net/nurani2.pdf


3. TOKOH-TOKOH YANG BERSIH

Ini merupakan syarat penting untuk menjadi pemimpin Indonesia saat ini. Keterpurukan bangsa Indonesia saat ini tidak diragukan lagi bersumber dari KKN yang telah berurat dan berakar sampai ke relung kehidupan anak bangsa. Jika penyakit KKN ini telah lenyap dari bumi pertiwi maka keadilan dan kesejahteraan yang kita dambakan akan segera terwujud di tengah masyarakat kita.

Dalam masa kampanye partai-partai selalu meneriakkan berantas korupsi, enyahkan kolusi, lenyapkan nepotisme. Tapi apakah itu akan benar-benar mereka laksanakan ketika mereka berkuasa nanti. Terus terang saya meragukannya. Bagaimana mungkin sebuah partai bisa memberantas KKN yang telah menjadi penyakit kronis bangsa ini jika mereka sendiri yang melakukannya. Lebih parah lagi praktek itu telah melembaga dan tumbuh subur didalam tubuh partai. “Zaman baru telah lahir tapi orangnya itu-itu juga”.
Begitu mungkin ungkapan paling tepat menggambarkan kondisi bangsa Indonesia saat ini, orde reformasi telah bergulir, tapi orang-orang yang mengisinya tetap sama seperti yang kemarin-kemarin.


Para anggota legislatif dari PKS mampu menunjukkan cara berpolitik yang bersih dan bebas dari KKN. Gerakan Anti Politisi Busuk di http://www.antipolitisibusuk.net telah merekomendasikan PKS sebagai partai paling bersih dan paling layak dipilih.

4. MERATANYA KOMITMEN ANTI KKN

Meratanya komitmen untuk memberantas KKN dan membela kepentingan rakyat kesemua level pimpinan dari pusat sampai daerah adalah buah dari kadersiasi yang baik. Partai dengan sistem kaderisasi yang baik akan melahirkan para pemimpin yang dengan komitmen dan kemampuan yang cukup merata.

Ketidakmerataan komitmen ini akan melahirkan ketimpangan pembangunan. Kita mungkin mengenal banyak tokoh pusat yang komitmen anti KKN. Dalam hal ini pembangunan dipusat mungkin akan jauh lebih. Tapi bagaimana halnya dengan di daerah? Komitmen para pempinan di pusat tidak lah cukup untuk membangun
Indonesia jika tidak didukung oleh komitmen para pemimpin di level daerah.


Sekali lagi disinilah kadersiasi memainkan peran yang sangat penting dalam pemerataan komitmen pembelaan terhadap kepentingan rakyat. Hanya partai dengan pembinaan kader yang baik sajalah yang dapat menjawab tantangan ini. Pembinaan kader yang dilakukan secara terus menerus tanpa henti dan terstruktur rapi sajalah yang menjadi jawaban masalah ini.

Komitmen anggota legislatif dari PKS untuk memberantas KKN tidak hanya terfokus di pusat saja. Para anggota legislatif di daerah juga mempunyai komitmen yang sama untuk memajukan Indonesia dengan memberantas KKN.
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0304/05/nas08.html
http://www.fajar.co.id/lengkap.cfm?idb=3259
http://www.detik.com/peristiwa/2003/12/22/20031222-164427.shtml



5. MELAKUKAN “KONTRAK SOSIAL”


Sepengamatan hanya sedikit partai yang berani melakukan kontrak sosial. PKS merupakan salah satu partai yang berani melakukan kontrak sosial ini. Mereka berjanji dan menandatangani surat pernyataan dihadapan rakyat untuk tetap memperjuangkan hak-hak rakyat yang mreka wakili.
http://pk-sejahtera.org/modules/news/article.php?mn=1&storyid=2357



6. PLATFORM YANG KOMPREHENSIF


Platform sangat penting dalam menentukan arah perjuangan partai dalam membangun bangsa. Dengan platform inilah sebuah parpol menentukan program2nya.Tanpa platform yang jelas, sebuah partai tidak akan mungkin membangun bangsa ini. Alih-alih mengadakan perbaikan mereka justru akan menghantarkan bangsa ini menuju kegagalan.

Dari yang saya baca, platform yang diajukan PKS sangat komprehensif. Platform yang diajukan PKS tidak hanya mencakup aspek “populer” seperti politik dan ekonomi tapi lebih jauh juga mencakup bidang sosial seperti pembinaan kepeloporan kepemudaan, pembinaan keluarga, perempuan dll.
Platform juga menyentuh kehidupan rakyat kecil seperti buruh, tani dan nelayan yang sebenarnya tidak kalah pentingnya.
http://www.pks-anz.org/modules.php?op=modload&name=News&file=article&sid=116&mode=thread&order=0&thold=0
http://www.pk-sejahtera.nl/themes/PostNukeSilver/images/arif.wmv


7. PARTAI YANG MELAYANI MASYARAKAT

Melayani disini tidak hanya ketika mendekati pemilu saja. Saat ini banyak partai yang aktif melakukan kegiatan bakti sosial dan berbagai pelayanan masyarakat. Ini wajar karena memang saat berkampanye bagi semua partai. Fenomena ini baru akan menjadi luar biasa jika partai-partai tersebut melakukan kebaikan ditengah masyarakat jauh sebelum hingar-bingar pemilu.
Partai yang memang berkomitmen untuk melayani masyarakat akan terus bekerja dan menyebarkan kebaikan sepanjang waktu, tidak hanya mendekati pemilu saja.


Sepengamatan saya PKS selalu berusaha menolong rakyat yang tertimpa musibah dimanapun dan kapanpun bukan hanya ketika mendekati pemilu saja. Hampir di setiap bencana alam PKS selalu tampil terdepan dengan mendirikan posko bencana. Bahkan ketika konflik di Ambon para kader dan simpatisan PKS tetap berani menolong walaupun nyawa taruhan mereka. Saya jadi teringat
ketika terjadi kebakaran yang ikut menghanguskan sebagian atap rumah yang saya tinggali waktu di Samarinda. Begitu mendengar kabar kebakaran para kader PKS langsung datang membantu ke tempat kebakaran. Esoknya mereka telah mendirikan tenda Posko Kebakaran dan memberikan layanan cuma-cuma.
http://www32.brinkster.com/baitijannati/15%20alasan%20sahabat%20wong%20cilik.doc
http://www.pk-sejahtera.nl/themes/PostNukeSilver/images/snada.wmv



8. DITERIMA LUAS OLEH MASYARAKAT


Partai yang baik, menurut saya, adalah partai yang dapat mewadahi segala lapisan masyarakat. Partai yang baik tidak hanya milik golongan tertentu seperti misalnya milik NU, Muhammadiyah, Persis, atau umat tertentu. Partai yang baik bukan hanya menampung orang-orang yang baik, para premanpun harus
direkrut untuk dijadikan baik karena walau bagaimanapun mereka adalah asset bangsa.
http://www.pks-jaktim.or.id/sejahtera/article.php?sid=614


Didalam PKS berhimpun berbagai komponen umat dari berbagai latar belakang, ada yang dari NU, Muhammadiyah, Persis, Hidayatullah dll. Namun sebagai partai Islam, tentu saja PKS tidak melibatkan orang2 non muslim menjadi petinggi partai. Tapi ini tidak membuat PKS dimusuhi oleh umat beragama lain justru PKS tetap diterima oleh mereka. Seorang dosen teologi (non
muslim) dan seorang tionghoa mengaku merasa nyaman dengan kehadiran PKS.
http://www.pk-sejahtera.nl/themes/PostNukeSilver/images/asun.wmv
http://www.pk-sejahtera.nl/themes/PostNukeSilver/images/kati.wmv


9. KESEDERHANAAN

Ditengah “glamournya” kehidupan anggota DPR, saya cukup merasa takjub dengan penampilan para wakil rakyat di DPR seperti Pak Mashadi. Sementara sebagian anggota DPR pergi kemana-mana dengan mobil mewah, beliau lebih memilih pergi dengan bus kota kalau tidak dengan scooter-matic miliknya.

http://www.republika.co.id/ASP/koran_detail.asp?id=103827&kat_id=186
http://www.pks-anz.org/modules.php?op=modload&name=News&file=article&sid=109&mode=thread&order=0&thold=0

Dari seorang simpatisan PKS


http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2004/bulan/03/tgl/30/time/195258/idnews/116095/idkanal/10




===========================================================================================
Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) - SD,SMP,SMA berhadiah total puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1 April 2004
===========================================================================================
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke