Assalamulaikum WW
 
Pak Ridwan yang juga tidak kurang pentingnya kita lupa adalah bahwa untuk mencapai suatu hasil atau untuk mencapai puncak, harus saling menopang dan saling seiring seiya sekata (sailia samudiak). Indak saliang manjatuahkan atau saliang tonjok manonjok.
 
Coba lihat orang seberang lautan untuk mencapai suatu penelitian misalnya, yang meneliti  berikutnya tidak mencontek dan tidak mengulang yang telah diteliti orang sebelumnya, tapi menyebutkannya dan melanjutkan penelitian orang lain tersebut sehingga dapat hasil berikut yang lebih baik. Atau membantah yang telah didap[at orang lain. Seandainya kita ini dapat menempatkan diri dan dapat memposisikan diri dalam bersinergi demi mencapai suata tujuan yang diharapkan bersama ............ kemajuan atau waktu mencapai tujuan tyersebut dapat dicapai.
 
Wass. WW
St.P
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of RM Risan
Sent: Sunday, April 18, 2004 10:15 AM
To: RN Ekonomi; Rantau Net; Rantau-net
Subject: [EMAIL PROTECTED] Pelupa

Assalamu'alikum Wr. Wb.
 
Di harian Kompas Minggu, selalu ada rubik Asal Usul yang cukup menarik, Harry Roesli salah satu penulis tetapnya hari ini menulis dengan judul Poros Penyelamat Lupa. Disini barangkali yang diartikan lupa adalah bangsa atau rakyat atau reformasi? Memang saking banyaknya persoalan bangsa kita ini, kita sangat cepat lupa dengan masalah besar yang terjadi. Apalagi masalah yang lebih kecil - meskipun sebenarnya cukup besar.
 
Harry sempat menggambarkan kita ini semua seperti kura-kura yang sangat ingin bisa terbang dan selalu - tidak kapok untuk mau belajar dan menyadari, mencoba dan gagal. Yang saya ketahui ada dua faktor yang mendukung untuk bisa terbang, pertama badannya relatif ringan dan kedua adalah mempunyai kecepatan relatif yang tinggi. Kura-kura badannya relatif berat dan jalannya relatif lambat.
 
Bagaimana kita bisa berubah dan bisa berharap untuk maju, bila kita cepat lupa? Agar tidak lupa dengan begitu banyaknya masalah yang perlu dilakukan, manajemen diperlukan agar kita bisa memilah-milah masalah yang perlu dilakukan, kemudian membuat prioritas sehingga yang perlu dikerjakan dan didahulukan direncanakan untuk dilakukan lebih dahulu. Dengan demikian sumber daya yang terbatas dapat di alokasikan pada hal yang lebih penting dan dapat diperoleh hasilnya segera. Untuk hal yang lebih rendah prioritasnya dapat diusahakan untuk dicarikan sumberdaya dari tempat lain.
 
Hal ini yang perlu kita pelajari dan kita lakukan untuk dapat melakukan perubahan. Dengan itu kita sudah layak untuk berharap untuk dapat lebih besar dan lebih pintar, lebih unggul sehingga bisa menjadi center of excelence.
 
Bagaimana kita mau jadi besar dan pintar apabila tidak mampu belajar? Bagaimana kita bisa besar dan unggul apabila setelah memperoleh masukan dari orang lain yang dilakukan adalah memaki pemberi masukannya bukan menangkap isi dan maksud pemberi masukan? Kemudian memahami apa yang perlu dilakukan. Kemudian mengapa kita tidak melakukan sesuatu atau melakukan perbaikan agar kita menjadi lebih baik?
 
Wassalam,
Ridwan
 
 
 
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke