Muhammad Arfian writes:

Assalaamuâalaykum wa Rahmatullaahi wa Barakatuhu

Wa 'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh,


Sanak di sini berdiskusi dengan saya, jangan membawa-bawa orang lain dan
menyamakan saya dengan mereka, apakah saya mengatakan sanak orang yang
mengharamkan politik? Kalimat-kalimat yang tidak perlu janganlah dituliskan di sini, apalagi kalau itu hanya imajinasi sanak saja terhadap saya.

Maaf, Uda Muhammad. Di sini saya tidak ingin membicarakan pendapat saya atau Uda. Awal pembicaraan ini adalah mengenai PKS.


Sesungguhnya saya agak sungkan untuk mengutipkannya namun agar tidak dikatakan imajinasi saya silakan dibaca.

http://www.eramoslem.com/br/ns/42/9369,1,v.html
--------
"...jelasnya, menganut paham aqidah Salafiyah yang jelas-jelas mengharamkan kegiatan politik. "
--------
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0204/27/0106.htm
--------


"nya" di sini adalah Hidayat Nur Wahid. Silakan Uda Muhammad baca berita lengkapnya yang juga dimuat di harian Kompas.

Mohon diklarifikasi. Apakah terjadi kesalahan pengutipan?

Sejujurnya saya tertegun membaca berita tersebut. Kenapa? Karena yang saya tahu salafiyah adalah nisbat ke generasi terbaik yakni salafush shalih, yang dengan memahami Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman salafush shalih.

Saya yakin Hidayat Nur Wahid mengenal salafiyyah karena beliau adalah lulusan Madinah. Oleh karena itulah saya sungguh-sungguh terkejut dengan berita tersebut.

Al-Imam Al-Auza'i berkata: "Wajib bagimu untuk mengikuti jejak salaf walaupun orang-orang menolakmu dan hati-hatilah dari pemahaman/pendapat tokoh-tokoh itu walaupun mereka mengemasnya untukmu dengan kata-kata (yang indah)." (Asy-Syari'ah, Al-Ajurri hal. 63).

Al-Imam Adz-Dzahabi berkata: "As-Salafi adalah sebutan bagi siapa saja yang berada di atas manhaj salaf." (Siyar A'lamin Nubala` 6/21).

Al-Imam Asy-Syathibi berkata: "Segala apa yang menyelisihi manhaj salaf maka ia adalah kesesatan." (Al-Muwafaqat 3/284).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: "Tidak tercela bagi siapa saja yang
menampakkan manhaj salaf, berintisab dan bersandar kepadanya, bahkan yang
demikian itu disepakati wajib diterima, karena manhaj salaf pasti benar."
(Majmu' Fatawa 4/155). Beliau juga berkata: "Bahkan syi'ar ahlul bid'ah
adalah meninggalkan manhaj salaf." (Majmu' Fatawa 4/155).


Wa Allahu a'lam bish shawab.

Ahmad Ridha

____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke