Ada yang bertanya kepada kami siapa itu Imam Ashari Muhammad At-Tamimi? katanya seorang ulama dari Malaysia yang mempunyai aliran Sufi? Mengaku punya hubungan darah dengan Nabi Muhammad? siapa yang dapat menjelaskan sejarah, asal usulnya dan pengikutnya yang konon sudah mencapau 80.000 orang? Apakah aliran yang dianutnya benar atau sesat?
Untuk menilai benar atau sesatnya suatu paham atau aliran tentunya harus dilihat hal-hal yang menjadi metodenya atau manhajnya dan dalam konteks Islam tentulah yang menjadi ukuran adalah sesuai tidaknya dengan Al-Qur'an dan Sunnah dalam kerangka pemahaman salafush shalih.
Tentunya tidak dapat kita mengatakan benar sesatnya suatu paham berdasarkan jumlah penganutnya. Tentunya juga terlalu sederhana menilai benar sesatnya suatu golongan berdasarkan keberhasilan bisninsnya.
Berkenaan paham yang dibawa oleh Ashari Muhammad berikut ini informasi yang saya peroleh dari artikel "Gerakan Sempalan di Kalangan Ummat Islam Indonesia"
http://www.let.uu.nl/~martin.vanbruinessen/personal/publications/gerakan_sem palan.htm
"Mereka menganggap almarhum Syeikh Muhammad bin Abdullah Suhaimi (seorang muslim Jawa di Singapura, mantan guru dari Ustaz Ashaari Muhammad) sebagai Mahdi. Walaupun sudah meninggal dunia, beliau diharapkan akan datang dalam waktu dekat. Syeikh Suhaimi konon telah bertemu dengan Nabi dalam keadaan jaga, dan menerima Aurad Muhammadiyah, yang diamalkan Darul Arqam, dari Beliau. Lihat: Ustaz Hj. Ashaari Muhammad, Aurad Muhammadiyah, Pegangan Darul Arqam. Kuala Lumpur: Penerangan Al Arqam, 1986; juga: Ustaz Ashaari Muhammad, Inilah pandanganku. Kuala Lumpur: Penerangan Al Arqam, 1988"
Di sini ada beberapa hal yang 'menarik':
1. keyakinan gurunya yang telah meninggal sebagai Imam Mahdi
2. konon gurunya itu telah bertemu dengan Nabi dalam keadaan jaga,
3. dan menerima Aurad Muhammadiyah, yang diamalkan Darul Arqam
1. Imam Mahdi
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/abudawud/036.sat.html# 036.4272
Book 36, Number 4269:
Narrated Abdullah ibn Mas'ud:
The Prophet (peace_be_upon_him) said: If only one day of this world remained. Allah would lengthen that day (according to the version of Za'idah), till He raised up in it a man who belongs to me or to my family whose father's name is the same as my father's, who will fill the earth with equity and justice as it has been filled with oppression and tyranny (according to the version of Fitr). Sufyan's version says: The world will not pass away before the Arabs are ruled by a man of my family whose name will be the same as mine.
dan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/muslim/041.smt.html#04 1.6961
Book 041, Number 6961:
Abu Nadra reported:" We were in the company of Jabir b. 'Abdulldh that he said it may happen that the people of Iraq may not send their qafiz and dirhams (their measures of food stuff and their money). We said: Who would be respolisible for it? He said: The non_Arabs would prevt them. He again said: There is the possibility that the people of Syria may not send their dinar and mudd. We said: Who would be responsible for it? He said This prevention would be made by the Romans. He (Jabir b. Abdullab) kept quiet for a while and then reported Allah', s Messengdt (may peas be upon him) having said There would be a caliph in the last (period) of my Ummah who would freely give handfuls of wealth to thd people wiothout counting it. I said to Abu Nadra and Abu al-'Ala: DO you mean 'Umarb. 'Abd al-Aziz? They said: No (he would be Imam Mahdi.).
Nah, apakah dalilnya memastikan bahwa gurunya Ashari Muhammad itu yang merupakan Imam Mahdi? Terlebih lagi ternyata beliau telah meninggal.
2. Bertemu Rasulullah dalam keadaan jaga
Dalil yang shahih menunjukkan bahwa Rasulullah adalah manusia yang bisa dan telah meninggal.
Allah berfirman yang artinya:
"Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula)." (QS. az-Zumar 39:30)
Pada hari wafatnya Rasulullah, Abu Bakar radhiallahu 'anhu berkata:
"Barangsiapa yang menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad telah mati dan barangsiapa menyembah Allah maka sesungguhnya Allah selalu hidup tidak mengalami kematian." Kemudian ia membaca ayat (yang artinya):
"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)?" (QS. Aali Imran 3:144)
Yang dimungkinkan adalah bertemu Rasulullah dalam mimpi. Namun harus dipastikan ciri-ciri orang yang ditemui dengan ciri-ciri Rasulullah berdasarkan sumber-sumber yang shahih.
3. Diterimanya Aurad Muhammadiyah (dalam pertemuan itu)
Saya tidak mengetahui isi Aurad Muhammadiyah namun pemberiannya yang dikatakan dari Rasulullah sebagai panduan amalan mereka menunjukkan bahwa isinya adalah tambahan ibadah tertentu. Hal ini bertentangan dengan firman Allah subhanahu wa ta'ala yang artinya:
"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu." (QS. al-Maa-idah 5:3)
Dan sabda Rasulullah yang artinya:
"Janganlah kamu sekalian mengada-adakan urusan-urusan yang baru, karena sesungguhnya mengadakan hal yang baru adalah bid'ah, dan setiap bid'ah adalah sesat". (HR. Abu Daud, dan At-Tirmidzi ; hadits hasan shahih).
"Seburuk-buruk perkara adalah hal-hal yang baru, dan setiap yang baru adalah bid'ah, dan setiap bid'ah adalah sesat, dan setiap yang sesat di dalam neraka." (HR. Muslim).
Abdullah bin Umar radhiallahu 'anhu berkata yang artinya:
"Setiap bid'ah adalah sesat meskipun manusia menganggapnya baik." (HR. Al-Laklai, Ibnu Baththah, al-Baihaqi)
Ibnul Majisyun berkata, "Saya mendengar Imam Malik berkata, 'Barangsiapa yang membuat bid'ah dalam Islam dan dianggapnya sebagai kebaikan maka sesungguhnya dia menganggap Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam mengkhianati risalah. Sebab Allah berfirman, "Pada hari ini telah Kusempurnakan bagimu agamamu." Maka, apa yang pada hari itu bukan agama, pada hari ini pun bukan agama juga'."
Semoga yang saya sampaikan dapat bermanfaat. Mohon maaf jika ada kesalahan. Segala kebaikan datang dari Allah dan keburukan dari saya yang lemah ini serta syaithan yang terkutuk.
Allahu a'lam bis shawab.
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980 M/1400 H)
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________
