Assalamualaikum wr.wb
Maaf saya fwd email dari salah satu milis....
Wassalam Ummu Maryam
----------------------------------------------------------------
======= "Arnoldison" [EMAIL PROTECTED] wrote:
Assalamu'alaikum Wr.Wb
Dalam artikel dibawah ini mengisyaratkan kepada kita
bahwa begitu berwibawanya umma Islam dimasa kepemimpinan khalifah Umar.
Dibandingkan dengan keadaan sekarang terasa ummat
Islam terlecehkan tampak dengan kejadian-kejadian di kerusuhan Ambon, perang di Aceh,pudarnya
penghormatan terhadap ulama Islam, leluasanya
tekanan-tekanan pihak asing.
Hal tersebut disebabkan hilangnya wibawa ummat Islam, karena tidak adanya persatuan diantara ummat Islam yang mampu menimbulkan kekuatan.
Apabila ummat Islam bersatu sebagian besar masalah bangsa ini terselesaikan, tidak akan
timbul masalah dikotomi sipil-militer, kelompok
Islam versus kelompok nasionalis, semua persoalan
tersebut disebabkan tidak bersatunya ummat Islam.
Persoalan bangsa ini timbul dari persoalan ummat Islam, baik buruknya bangsa ini tergantung pada baik buruknya ummat Islam, bangkitnya bangsa ini tergantung bangkitnya ummat Islam.
Kita menuntut reformasi namun sayangnya
reformasi belum terjadi di dalam tubuh ummat Islam itu sendiri, kita saksikan banyak terlihat
pemimpin-pemimpin Islam yang masih mendahului
kepentingan-kepentingan pribadi atau kelompok dibandingkan kepentingan ummat secara
keseluruhan.
Sebenarnya dalam pemilu pemilihan presiden merupakan kesempatan bagi ummat Islam untuk bersatu dan sebaliknya pemilu juga merupakan 'test case' apakah dalam tubuh ummat Islam masih punya potensi kesatuan itu.
Kalau dengan keadaan yang centang perentang ini tidaklah mungkin diharapkan timbul kewibawaan
ummat Islam dimata ummat manusia.
Wassalamu'alaikum wr.wb
Arnoldison
TIADA KEMULIAAN TANPA ISLAM
Umar bin Khaththab semoga Allah meridloinya mengatakan: "Kita adalah umat yang telah Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berikan kemuliaan dengan Islam, maka bagaimanapun cara kita mencari kemuliaan tanpa Islam maka Allah akan tetap menjadikannya sebagai kehinaan."
Kapan Umar mengatakan ungkapan ini ? Kapan Umar menyusun perkataan ini?
Umar mengatakan ini pada moment yang agung dan pada satu periode yang mulia dalam Islam. Beliau mengatakan ini ketika beliau berangkat untuk membuka Baitul Maqdis, untuk mengambil kunci-kunci Baitul maqdis yang telah kita abaikan karena kita mengabaikan Islam.
Umar berangkat ke sana untuk mengambil
kunci-kunci Baitul Maqdis. Kemudian orang-orang Nashara mendengar kedatangan Umar yang namanya
telah menguncang dunia, yang jika nama Umar
disebut di majlis Kisra dan Kaisar, maka kedua
raja ini hampir pingsan mendengarnya, karena takut.
Umar yang tidur di pelepah kurma, tetapi hati para
taghut yang berada di atas singgasana ketakutan.
Umar yang hanya makan gandum, tetapi para bangsawan
yang memiliki emas dan perak gemetar jika
melihatnya.
Umar yang jika berjalan di suatu jalan, maka syetan
akan memilih jalan lain.
Umar yang sudah dikenal dikalangan muslimin Melayu, India, Iraq, Sudan, Andalus, dan akan
dikenal dunia.
Ketika orang-orang Nashara mendengar Umar akan
datang untuk mengambil kunci-kunci Baitul Maqdis, mereka keluar dengan jumlah yang sangat besar. Para wanita keluar di atap-atap rumah, anak-anak
keluar di berbagai jalan dan gang.
Sedangkan pasukan kaum muslimin yang dipimpin oleh tiga panglima, mereka kaluar dalam konvoi pasukan yang belum pernah didengar dunia.
Bagaimana pengawal yang mengiringi Umar yang akan mengambil kunci-kunci Baitul Maqdis ?
Tidak ada iring-iringan yang mengawal !
Orang-orang mengira beliau akan datang dengan para pembesar shahabat, para pembesar Anshar dan
Muhajirin dari para ulama dan orang-orang
shalehnya, tetapi beliau datang hanya dengan
mengendarai satu unta dan ditemani seorang
pembantunya. Kadang Umar yang menuntun unta dan
pembantunya naik dan
kadang Umar yang naik unta dan pembantunya yang
menuntun !
Ketika mendekati Baitul Maqdis, para pejabat
muslimin bertanya-tanya:
"Siapa itu ? Mungkin salah saeorang tentara yang memberi tahu kedatangan Amirul Mukminin.
Ketika pasukan itu mendekat, ternyata orang tersebut adalah Umar bin Khaththab ! Ketika beliau sampai di Baitul Maqdis, tiba giliran beliau menuntun unta dan pembantunya yang berada di atas unta.
Amr bin Ash mengatakan: "Wahai Amirul Mukminin,
orang-orang mennati kehadiran anda, penghuni dunia
keluar untuk menyambut kehadiran anda dan orang-orang mendengar tentang anda tetapi anda
datang dengan penampilan seperti ini ?"
Kemudian Umar mengatakan perkataannya yang sangat
terkenal, yang tetap diingat sepanjang masa: "Kita
adalah umat yang telah Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa
berikan kemuliaan dengan Islam, maka bagaimanapun
juga jika kita mencari kejayaan dengan yang lain, maka Allah akan memberikan kehinaan kepada
kita."
Kita membangun peradaban kita dari nol dengan satu modal; Laa ilaaha illallaah.
Pasukan Umar bin Khaththab keluar dengan 30.000
orang yang bertauhid.
Setiap orang yang bertauhid sama dengan 3 juta
tentara dunia sekarang.
Mereka keluar untuk berperang melawan Persia,
berperang untuk melawan Kisra yang kafir dan sesat. Ketika mereka tiba di Qadisiyah, Kisra ingin melakukan perundingan dengan Umar karena takut
mati. Maka ia mengutus Hurmuzan -salah seorang
mentrinya- untuk mendatangi Madinah Nabawiyah kota Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam untuk
duduk bersama Umar Al Faruq di meja perundingan.
Utusan tersebut keluar dengan rombongan yang besar untuk menemui Umar,dengan hati yang hampir robek karena takut?Mengapa? Karena dia ragu-ragu. Bagaimana ia akan bicara dengan Umar bin Khaththab ? Apakah ia akan berbicara secara langsung atau melalui perantara ? Apakah ia akan duduk bersama di atas tanah ? Apakah ia dapat melihat Umar secara langsung tanpa alat dan pengeras suara ?
Maka ia memakai perhiasan, sutra, emas dan perak. Ia menembus jalan dari Iraq menuju Madinah.
Ketika ia masuk Madinah, ia bertanya: "Dimana istana
Khalifah Umar?" Para shahabat mengatakan: "Umar tidak punya istana."
Ia bertanya: "Bagaimana ia memimpin kalian ?" Mereka berkata: "Beliau memimpin kami di atas tanah."
Ia bertanya: "Di mana rumahnya ? Apakah rumahnya memiliki keistimewaan ?" Mereka menjawab: " Rumahnya seperti rumah kita."
Ia berkata: "Tolong tunjukkan pada saya rumahnya."
Mereka berangkat dan berjalan di gang-gang kota
Madinah yang sempit, sampai mereka sampai di sebuah rumah yang kecil miskin yang hanya dibangun
dari tanah biasa.
Ia bertanya: "Apakah ini rumahnya ?" Mereka mengatakan: "Ya" Ia bertambah takut dan gemetar, ia bertanya: "Apakah ini rumahnya ?" Mereka mengatakan: "Kita akan tanya keluarganya"
Kemudian mereka mengetuk pintu rumah. Putranya keluar, mereka bertanya: "Apakah Amirul
Mukminin ada di rumah ?"
Beliau menjawab: "Beliau sedang tidak di rumah,
silahkan anda cari di masjid "
Kantor, istana dan tempat duduknya di masjid. Utusan ini segera berangkat ke masjid. Anak-anak berjalan dibelakang utusan Beberapa wanita melihat dari atap rumah dan dari balik pintu, untuk melihat orang yang datang dengan sutra dan emas yang bersinar karena pantulan sinar matahari.
Utusan tersebut mencari Umar. Mereka pergi dan memasuki masjid,mengamati orang-orang yang tidur -karena beliau tidur di masjid- maka mereka tidak menemukan. Mereka mengatakan: "Kita cari di tempat lain. Maka mereka mencari lagi.
Mereka mendatangi sebuah pohon di luar kota Madinah, ternyata beliau berada di situ. Beliau tertidur di di bawah pohon.
Utusan Persia ini tercengang dan semakin takut.
Mereka membangunkan Umar. Ketika beliau bangun, beliau bertanya: "Siapa ini ?"
Mereka mengatakan: "Ini adalah Hurmuzan dan rombongannya, datang untuk berunding dengan anda, wahai Amirul Mukminin."
Orang Persia tersebut berkata: "Anda telah berhukum dengan adil sehingga anda merasa aman dan
bisa tidur."
Jadi kita adalah umat yang telah Allah berikan
kejayaan dengan Islam, maka jika kita mencari kejayaan dengan selain Islam, Allah akan
memberikan kehinaan kepada kita.
Pada saat kita mencari kejayaan dengan pakaian dan penampilan, bukan dengan agama, maka Allah akan memberikan kehinaan kepada kita.
Pada saat kita merasa bangga dengan rumah dan istana, maka Allah akan memberikan kehinaan kepada kita.
Pada saat kita merasa bangga dengan berbagai kendaraan, kakayaan dam makanan dan merasa bangga dengan Islam maka Allah akan memberikan kehinaan kepada kita. Karena kita adalah umat yang telah Allah berikan kejayaan dengan Islam, maka kalau kita mencari kemuliaan dengan selain Islam Allah akan memberikan kehinaan kepada kita.
Mengapa kita tidak merasa bangga, wahai para pemuda dan orang tua, mengapa kita tidak merasa bangga dengan Islam ?
Ya? ada ditengah-tengah kita, orang yang tidak ingin masuk lebih dalam pada agama. Dia ingin Islam yang biasa-biasa saja, shalat dan puasa saja.
Sedankan dakwah dan istiqamah adalah sesuatu yang dia tidak inginkan. Mengapa ?
Karena zionisme internasional telah menamakan para
da'i dengan istilah fundamentalis dan berbagai
istilah menakutkan lainnya?maka orang-orang yang kurang wawasan, sedikit pengetahuan dan lemah
mental (imannya) merasa berat jika dikatakan seperti
itu.
Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa membagi manusia menjadi dua bagian, Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman, yang artinya :
"Maka apakah patut kami menjadikan orang-orang
islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir) ? Mengapa kamu (berbuat demikian)
bagaimanakah kamu mengambil keputusan" (QS Al Qalam:
35-36)
Pilihannya hanya satu dari dua, muslim atau mujrim (orang yang berbuat dosa)? orang yang baik atau jelek? sesat atau dapat petunjuk? shaleh atau merusak? taat atau ma'siyat. Tidak ada pilihan ketiga.
"Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi ? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertaqwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat ?" (QS Shaad ayat 28)
Saran kita bagi setiap orang biasa yang ingin hidup
biasa dalam Islam agar bergabung dengan para wali Allah, orang-orang pilihan,orang-orang yang
istiqamah, karena agamawan dalam Islam tidak sama
dengan agamawan dalam Nashrani.. tidak..pilihan kita hanya satu,menjadi orang yang istiqamah sukses bahagian atau sesat bodoh dan gagal dalam
hidup.
Dalam agama kita hanya ada satu pilihan, menjadi
orang yang baik , bertaqwa, wara' dan menghadapkan
diri kepada Allah atau menjadi orang yang celaka, lalai, sesat yang akan dikembalikan ke neraka
yang menyala-nyala.
Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman:
"Demikianlah Kami (Allah) jadikan kalian umat
wasath (pertengahan). Betapa indah ungkapan wasath (pertengahan). Apa
yang dimaksud dengan wasath ? Banyak dari para ahli
tafsir yang mengatakan bahwa maksudnya adalah umat
pilihan. Sebagian yang lain mengatakan maksudnya:
pertengahan dalam segala sesuatu." (QS Al Baqarah
143)
Kedua makna ini benar. Alhamdulillah kita ini
umat Islam memiliki aqidah pertengahan. Kita tidak
hidup tanpa aqidah seperti orang-orang yang tidak punya pegangan. Kita tidak hidup dengan hati kosong,
jiwa kosong, tetapi kita punya aqidah. Namun kita juga bukan yang berlebihan dalam beribadah
sampai-sampai menyembah segala sesuatu,menyembah batu, pohon, bintang, bulan, sapi, harta,
pakaian?tidak?
tetapi kita beribadah kepada Dzat yang memang
berhak dijadikan tujuan ibadah.
"Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang haq) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah
mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat
tinggalmu"(QS Muhammad 19)
source http://www.al-madina.s5.com/SerbaSerbi.htm
===========================================================================================
Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) - SD,SMP,SMA berhadiah total puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1 April 2004
===========================================================================================
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________
