Tarimo kasih Diak Ridha......
Alah Uni Dian sampaikan ka yang bersangkutan sakali lai Tarimo kasih.............
dian
-----Original Message-----
From: Ahmad Ridha [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Saturday, May 01, 2004 11:06 AM
To: Komunitas MINANGKABAU (Urang Awak)
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: help me.....
Sukmawat, Dian writes:
> Ian ado pertanyaan dari kawan tapi ian indak bisa menjawabnyo do , tolong
> kalau ado nan bisa tau dan bisa menjawabnyo, Suami kawan ian itu Mualaf,
> inyo batanyo kalau nanti Ibu nyo maningga ( Ibunyo Kristen ) berartikan
> inyo indak bisa mandoakan Ibunyo , yo caro apo inyo bisa mandoakannyo,
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Berikut ini beberapa keterangan yang saya peroleh dari beberapa sumber yang
insya Allah terkait dengan masalah tersebut.
Imam Ahmad meriwayatkan setelah Abu Thalib meninggal dalam keadaan tidak
beriman, Rasulullah berkata, "Sungguh aku akan memintakan ampun untukmu
selama aku tidak dilarang". Maka diturunkanlah ayat berikut.
"Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun
(kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu
adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang
musyrik itu, adalah penghuni neraka Jahanam." (QS. At-Taubah 9:113)
Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu
'alaihi wassalam bersabda:
"Aku meminta izin kepada Allah untuk memberikan ampunan bagi ibuku, akan
tetapi Allah tidak mengizinkanku. Lalu aku meminta izin untuk menziarahi
kuburannya, dan Allah mengizinkanku. Maka berziarah kuburlah kalian karena
yang demikian itu sesungguhnya akan mengingatkan akan hari akhir." (HR.
Muslim)
Namun hendaknya orang tua tetap diperlakukan dengan baik jika ia tidak
memerangi Islam.
Dari Asma binti Abu Bakar ia berkata: Ibuku mendatangiku, sedangkan ia
seorang wanita musyrik di zaman Rasulullah. Maka aku meminta fatwa kepada
Rasulullah dengan mengatakan: Ibuku mendatangiku dan dia menginginkan aku
(berbuat baik kepadanya), apakah aku (boleh) menyambung (persaudaraan
dengan) ibuku beliau bersabda: ya, sambunglah ibumu. (HR. Al-Bukhari dan
Muslim).
Ibnu Hajar Rahimahullah bekata: Kemudian bahwa berbakti, menyambung
persaudaraan dan berbuat baik itu tidak mesti dengan mencintai dan
menyayangi (terhadap orang kafir walaupun orang tuanya) yang hal itu
dilarang di dalam firman Allah : Kamu tidak akan menjumpai satu kaum yang
beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan
orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya. (Al-Mujadilah 58:22), karena
sesungguhnya ayat ini umum untuk (orang-orang kafir) yang memerangi ataupun
yang tidak memerangi. (Fathul Bari V/ 233).
Akan tetapi tidak boleh sampai mengorbankan aqidah. Nabi Ibrahim 'alaihis
salam memberikan teladan yang sangat baik (Maryam 19:41-48). Ia terus
berusaha mendakwahkan tauhid kepada ayahnya. Ia pun berjanji untuk
memohonkan ampun bagi ayahnya namun ketika jelas bahwa ayahnya itu menolak
maka Nabi Ibrahim pun berlepas diri darinya.
"Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain
hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu.
Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka
Ibrahim berlepas diri daripadanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang
sangat lembut hatinya lagi penyantun." (QS. At-Taubah 9:114)
Sebuah teladan lain dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, diceritakan
bahwa Ummu Sa'ad (ibunya Sa'ad) bersumpah tidak akan berbicara kepada
anaknya dan tidak mau makan dan minum karena menginginkan Sa'ad murtad dari
ajaran Islam. Ummu Sa'ad mengetahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala menyuruh
seorang anak berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya berkata, "Aku
tahu Allah menyuruhmu berbuat baik kepada ibumu dan aku menyuruhmu untuk
keluar dari ajaran Islam ini". Kemudian selama tiga hari Ummu Sa'ad tidak
makan dan minum. Bahkan memerintahkan Sa'ad untuk kufur. Sebagai seorang
anak Sa'ad tidak tega dan merasa iba kepada ibunya. berkaitan dengan kisah
Sa'ad ini Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan wahyu seperti yang terdapat
pada surat Al-Ankabut 29:8.
"Dan Kami berwasiat kepada manusia agar berbakti kepada orang tuanya dengan
baik, dan apabila keduanya memaksa untuk menyekutukan Aku yang kamu tidak
ada ilmu, maka janganlah taat kepada keduanya"
Sedangkan wahyu yang kedua dalam surat Luqman 31:15.
"Dan apabila keduanya memaksamu untuk menyekutukan Aku dengan apa-apa yang
tidak ada ilmu padanya, jangan taati keduanya dan bergaul lah dalam
kehidupan dunia dengan perbuatan yang ma'ruf (baik) dan ikutilah jalan
orang-orang yang kembali kepada-Ku kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu,
maka Ku-beritakan kepadamu apa-apa yang telah kamu kerjakan".
Turunnya ayat ini membuat Sa'ad semakin bertambah mantap keyakinannya dan
akhirnya Sa'ad membuka mulut ibunya dan memaksa ibunya untuk makan. Dengan
demikian Sa'ad tidak berbuat kufur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan juga
bisa berbuat baik kepada ibunya.
Dengan demikian sedapat mungkin orang tua yang belum beriman diperlakukan
dengan baik selama tidak keluar dari batasan-batasan syar'i dan diusahakan
mendakwahkan Islam kepadanya.
Semoga Allah memberikan hidayah-Nya kepada kita semua.
"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu
kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan
Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." (QS.
Al-Qashash 28:56)
Mohon maaf jika ada kesalahan. Segala kebaikan hanyalah dari Allah subhanahu
wa ta'ala sedangkan keburukan datang dari saya sendiri dan syaithan yang
terkutuk.
Wa Allahu a'lam.
Ahmad Ridha
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________
____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
