Ian ado pertanyaan dari kawan tapi ian indak bisa menjawabnyo do , tolong
kalau ado nan bisa tau dan bisa menjawabnyo, Suami kawan ian itu Mualaf,
inyo batanyo kalau nanti Ibu nyo maningga ( Ibunyo Kristen ) berartikan inyo indak bisa mandoakan Ibunyo , yo caro apo inyo bisa mandoakannyo,
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Berikut ini beberapa keterangan yang saya peroleh dari beberapa sumber yang insya Allah terkait dengan masalah tersebut.
Imam Ahmad meriwayatkan setelah Abu Thalib meninggal dalam keadaan tidak beriman, Rasulullah berkata, "Sungguh aku akan memintakan ampun untukmu selama aku tidak dilarang". Maka diturunkanlah ayat berikut.
"Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni neraka Jahanam." (QS. At-Taubah 9:113)
Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam bersabda:
"Aku meminta izin kepada Allah untuk memberikan ampunan bagi ibuku, akan tetapi Allah tidak mengizinkanku. Lalu aku meminta izin untuk menziarahi kuburannya, dan Allah mengizinkanku. Maka berziarah kuburlah kalian karena yang demikian itu sesungguhnya akan mengingatkan akan hari akhir." (HR. Muslim)
Namun hendaknya orang tua tetap diperlakukan dengan baik jika ia tidak memerangi Islam.
Dari Asma binti Abu Bakar ia berkata: Ibuku mendatangiku, sedangkan ia seorang wanita musyrik di zaman Rasulullah. Maka aku meminta fatwa kepada Rasulullah dengan mengatakan: Ibuku mendatangiku dan dia menginginkan aku (berbuat baik kepadanya), apakah aku (boleh) menyambung (persaudaraan dengan) ibuku beliau bersabda: ya, sambunglah ibumu. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Ibnu Hajar Rahimahullah bekata: Kemudian bahwa berbakti, menyambung persaudaraan dan berbuat baik itu tidak mesti dengan mencintai dan menyayangi (terhadap orang kafir walaupun orang tuanya) yang hal itu dilarang di dalam firman Allah : Kamu tidak akan menjumpai satu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya. (Al-Mujadilah 58:22), karena sesungguhnya ayat ini umum untuk (orang-orang kafir) yang memerangi ataupun yang tidak memerangi. (Fathul Bari V/ 233).
Akan tetapi tidak boleh sampai mengorbankan aqidah. Nabi Ibrahim 'alaihis salam memberikan teladan yang sangat baik (Maryam 19:41-48). Ia terus berusaha mendakwahkan tauhid kepada ayahnya. Ia pun berjanji untuk memohonkan ampun bagi ayahnya namun ketika jelas bahwa ayahnya itu menolak maka Nabi Ibrahim pun berlepas diri darinya.
"Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun." (QS. At-Taubah 9:114)
Sebuah teladan lain dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, diceritakan bahwa Ummu Sa'ad (ibunya Sa'ad) bersumpah tidak akan berbicara kepada anaknya dan tidak mau makan dan minum karena menginginkan Sa'ad murtad dari ajaran Islam. Ummu Sa'ad mengetahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala menyuruh seorang anak berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya berkata, "Aku tahu Allah menyuruhmu berbuat baik kepada ibumu dan aku menyuruhmu untuk keluar dari ajaran Islam ini". Kemudian selama tiga hari Ummu Sa'ad tidak makan dan minum. Bahkan memerintahkan Sa'ad untuk kufur. Sebagai seorang anak Sa'ad tidak tega dan merasa iba kepada ibunya. berkaitan dengan kisah Sa'ad ini Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan wahyu seperti yang terdapat pada surat Al-Ankabut 29:8.
"Dan Kami berwasiat kepada manusia agar berbakti kepada orang tuanya dengan baik, dan apabila keduanya memaksa untuk menyekutukan Aku yang kamu tidak ada ilmu, maka janganlah taat kepada keduanya"
Sedangkan wahyu yang kedua dalam surat Luqman 31:15.
"Dan apabila keduanya memaksamu untuk menyekutukan Aku dengan apa-apa yang tidak ada ilmu padanya, jangan taati keduanya dan bergaul lah dalam kehidupan dunia dengan perbuatan yang ma'ruf (baik) dan ikutilah jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa-apa yang telah kamu kerjakan".
Turunnya ayat ini membuat Sa'ad semakin bertambah mantap keyakinannya dan akhirnya Sa'ad membuka mulut ibunya dan memaksa ibunya untuk makan. Dengan demikian Sa'ad tidak berbuat kufur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan juga bisa berbuat baik kepada ibunya.
Dengan demikian sedapat mungkin orang tua yang belum beriman diperlakukan dengan baik selama tidak keluar dari batasan-batasan syar'i dan diusahakan mendakwahkan Islam kepadanya.
Semoga Allah memberikan hidayah-Nya kepada kita semua.
"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." (QS. Al-Qashash 28:56)
Mohon maaf jika ada kesalahan. Segala kebaikan hanyalah dari Allah subhanahu wa ta'ala sedangkan keburukan datang dari saya sendiri dan syaithan yang terkutuk.
Wa Allahu a'lam.
Ahmad Ridha
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________
