Assalamualaikum ww
Kalau pemimpin Indonesia yang "PALING ANTI AMERIKA" anti imperialisme dan kolonialisme adalah Presiden Sukarno, bahkan naik-nya Suharto kabarnya nih.... nggak lepas dari kerja keras CIA untuk kepentingan Amerika
Mong ngomong calon pemimpin Indonesia yang akan kita coblos yang kira2 siap menentang arogansi Amerika siapa yaa ?
Minimum kayak Dr. Mahathir Mohammad dari Malaysia itu lho
Kalau nggak ada, ya udah .... gua mending milih golput aja deh, sualnye Hidayat Nur Wahid nggak jadi maju ke capres, padahal saya udah nyokong beliau lewat SMS Pooling disemua TV
wasalam
abp
Susi Noviza <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Susi Noviza <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamualaikum wr. wb
Terlepas dari apakah ceramah Bush ini benar dari dia sendiri atau bukan tapi yang saya tangkap isinya memang menggambarkan kenyataan sebenarnya. Kita mengenal Bush ini sebagai "Reborn Christian" yaitu orang kristen yang
"terlahir kembali" seperti halnya konconya dari inggris, Tony Blair.
Kita lihat saja buktinya bagaimana mereka menjajah Afganistan, Irak dll dengan dalih menjaga perdamaian dunia dan perang thd terorisme. "War on terror" yang digembar-gemborkan Bush itu tidak lain hanyalah alat bagi Amerika untuk menguasai dunia dan menghancurkan Islam sebagaimana thesis Samuel Huntington dalam "Clash of Civilization". Lihatlah juga bagaimana rok mini dan bar yang semula diharamkan di Afganistan telah bisa ditemukan dengan mudah di Kabul. Belum lagi kasus Ust Abu Bakar Baasyir yang sarat dengan tekanan Amerika. Tidak kurang Duta besar US un tuk Indonesia Ralph L Boyce perlu datang langsung menemui Pimpinan Muhammadiyah (Syafii Maarif) untuk mendukung dan mengusahakkan agar Ust Baasyir agar tetap di penjara. Untungnya maarif bertindak Arif dengan tidak melayani "perintah" Amerika dan malah "melaporkannya" ke koran Republika. Pokoknya hampir tidak ada kejadian di dunia ini yang lepas dari campur tangan US. Dan bentuk campur tangannya selalu saja merugikan negara yang dicampurinya.
Mengenai Irak. Saya baru menyaksikan tayangan TV ABC (TVRI-nya Australia) yang menanyangkan tingkah amoralnya tentara sekutu di Irak yang menelanjangi para tawanan (orang Irak) yang kemudian (maaf) dipermainkan dihadapan para wanita (mungkin tentara juga). Juga diperlihatkan foto seorang tentara (maaf) mengencingi seorang tawanan. Apakah itu yang mereka sebut dengan memberikan kebebasan (freedom) kepada rakyat Irak. Kalau TV Australia yang menjadi sekutu mereka saja menyiarkan tayangan yang sudah
sebegitu bejatnya, maka kenyataan yang sebenarnya di lapangan bisa jadi jauh lebih biadab.
Yang lebih menyedihkan adalah para pemimpin negara berpenduduk muslim malah membiarkan kebiadaban itu dan lebih memilih bekerjasama atau lebih tepatnya tunduk kepada Amerika. Padahal dalam buku "Why do people hate
America" (Sardar&Davies, 2002) diterangkan bahwa 70% dari bantuan/kerjasama yang dilakukan oleh US dengan negara lain hanyalah untuk kepentingan US semata-mata. Sedikit saja mungkin yang sifatnya saling menguntungkan.
Terakhir, marilah kita berdoa agar pemimpin kita nanti adalah orang yang berani melawan arogansi Amerika dan negara manapun yang hendak melemahkan Islam dan menghinakan kedaulatan Indonesia.
Al Islamu Ya'lu wala yu'la alaih (Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi
daripadanya)
Wassalamualaikum
Ummu Maryam
Do you Yahoo!?
Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs
____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
