Assalamualaikum Wr Wb
Ide nan rancak bana untuak mambuka pusat informasi Pariwisata Sumbar di
Bali, tetapi sabalun itu dilaksanakan, ado rancaknyo kok awak kaji dulu,
kebutuhan mana yang makin mendesak.
Dengan akan selesainya Bandara di Katapiang, diharapkan Pariwisata dan
Bisanis di Sumbar akan mengalami kemajuan, tetapi untuk mencapai semua
itu, apakah pihak-pihak terkait di nagari awak alah siap, baik sarana
dan pasarananya serta juga sumber daya manusianya.
Khususnya untuk Pariwisata, kita mempunyai sumber daya alam yang sangat
menjanjikan bagi dunia Pariwisata, tetapi sekali lagi apakah kita semua
sudah siap untuk itu.
Masih banyak masyarakat Minang yang belum bisa menerima Pariwisata, dan
masih banyak yang beranggapan Pariwisata itu akan menjadi momok yang
bakal merusak generasi muda. Tetapi apakah benar 100% semua yang di
khawatirkan itu...........perlu adanya pengkajian.
Kalau seandainya urang awak alah bisa manarimo Pariwisata secara terbuka
seperti Masyarakan Bali misalnya, tentulah Pariwisata akan menjadi suatu
sumber mata pencaharian yang sangat menjanjikan di nagari awak. Sumber
alam awak cukup kaya akan keindahan...kita punya Danau, Ngarai, Lembah,
Pantai, tradisi serta budaya yang kalau dikelola secara sungguh-sungguh,
tidak akan kalah dengan Bali, tetapi saat ini semuanya itu masih
dikerjakan dengan setengah hati.
Sangat disayangkan, karena Pariwisata merupakan penghasil Devisa yang
bisa dirasakan secara langsung oleh Masyarakat, baik itu petani, buruh,
pengrajin serta pengusaha.
Income dari Pariwisata dapat dinikmati langsung oleh rakyat, tanpa
singgah ditangan oknum-oknum yang memungkinkan meng-korupsi devisa
tersebut, sebab transaksi terjadi secara langsung, baik antara wisatawan
dengan pengrajin, wisatawan dengan pengusaha dan lainnya.
Mengenai Sumber daya manusia sangatlah harus kita belajar ke daerah lain
yang sudah lebih maju Pariwisatanya, terutama mengenai mental dan watak
kita yang mesti dirubah.
Wisatawan berkunjung sangat mengharapkan services yang baik sehingga
ketika mereka berkunjung mereka akan merasa senang dan suatu saat
berniat untuk kembali lagi.
Sampai sekarang ini masih banyak kelemahan yang kita temui dalam
pemberian pelayanan kepada wisatawan ini, seperti contohnya ketika
wisatawan mengeluhkan akan kurang baiknya pelayanan di hotel, sering
kami jumpai kurangnya response dari petugas hotel akan hal yang
dikeluhkan wisatawan.
Beberapa hal yang sering kami alami ketika wisatawan yang kami handle
mengeluhkan tentang kurang bersihnya kamar mandi, dan ketika kami
sampaikan kepada pihak hotel, mereka mendengar keluhan tersebut dan lalu
menjawab : Aman Tu Da" just say Aman tu Da tapi apapun tidak mereka
kerjakan untuk mengatasi keluhan tadi dan nampaknya hanya seperti
"Masuak dari Talingo Kida Kalua dari Talingo Suok"
Dalam berbisnis juga sering kami alami, bahwa urang awak kurang bisa
untuak menjaga kode etik dari partner bisnis mereka, ketika mereka
menginginkan untuk mendapat suatu bisnis, mereka bersikap seolah-oleh
seperti saudara kanduang, sering kami jumpai mereka mengatakan " DA
TOLONGLAH DIBANTU-BANTU KAMI NAN DIKAMPUANG DA, BAGI-BAGI LAH RASAKI KA
KAMI, POKOK NYO KAMI JAGOLAH NAMO BAIAK UDA"
Ketika kita mencoba untuk bekerja sama dengan mereka, mungkin untuak nan
partamo lai inyo rancak, tapi masuak nan kaduo inyo alah baulah, bahkan
inyo bausaho untuak manyipak an partner bisnis inyo tadi....dek karano
inyo maraso alah indak paralu lai partner bisnis tadi.....
Mohon maaf, ambo manyampaikan sarupo itu, mungkin ado anggota awak di RN
ko nan mampunyoi usaho di travel agent sarupo ambo, mohon jan
tasingguang, karano sabananyo nan ambo sampaikan diateh adolah
pangalaman nan sabana pernah ambo alami dan kawan-kawan ambo nan lain
nan pernah juo mengalami.
Dalam Pariwisata sabananyo awak indak bisa bajalan surang surang, awak
paralu dukungan dari kawan-kawan, samakin banyak kawan-kawan nan
mendukung semakin rancak, jadi paralu sakali dibangun hubungan kerja
sama yang baik dan saling menguntungkan.
Ketika wisatawan berkunjung ka nagari awak perlakukanlah mereka sebaik
mungkin sehingga akan menimbulkan kesan yang baik, dan ini akan menjadi
promosi yang baik bagi kita, karena ketika mereka kembali ke negara
mereka, mereka akan cerita kepada teman-teman mereka tentang kepuasan
mereka selama berkunjung dinagari awak.
Dibandingkan dengan Bali, banyak sekali di nagari awak nan paralu
dibenahi, disamping pengelolaan object wisata secara profesional, juga
pembenahan bagi semua pihak yang terkait, seperti misalnya pedagang
asongan mesti lebih tertip, local guide di Panorama Sianok (Lobang
Jepang) serta di Palupuh ( Raflesia) yang berkelakuan seperti preman
pasar mesti ditertibkan, sebab kalau mereka itu mengaku sebagai guide,
haruslah mengerti tentang Guiding technique, sikap dan kelakuan harus
sopan.
Pengaturan parkir dan arus lalu lintas di Bukittinggi yang terkenal
dengan sebutan Kota Wisata pada hari besar masih sangat semberaut,
sehingga sering terjadi kemacetan.
Mengapa, Pariwisata di Bali lebih maju dibandingkan di Nagari Awak...?
Jawabannya, karena memang Bali sudah lebih dahulu populer dari pada
nagari awak, masyarakat bali menyadari benar kalau Pariwisata merupakan
income bagi mereka, pemerintah pusat lebih mementingkan untuk promosi
Bali dari pada daerah lain, ini bukan hanya karena memikirkan
kepentingan orang Bali sendiri, tetapi juga karena banyaknya aset dari
Orang Pusat di Bali. Nah bagaimana dengan mamak-mamak awak nan ado di
pusat ? Kapan mau invest di nagari awak...?
Sakitu dulu sedikit pandangan ambo tentang rencana dan keinginan untuk
membuka pusat promosi Pariwisata Sumbar di Bali.
Salam
Yulhendry
PT.RAVELINO WISATA TOURS & TRAVEL
JALAN HALAT NO.19
MEDAN - NORTH SUMATERA
I N D O N E S I A
PHONE : 061-7352981 / 7323002
FAX : 061-7352973
EMAIL : [EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
MOBILE: 0811-651399
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Z Chaniago
Sent: Friday, June 04, 2004 10:45 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Dekranasda Solok study bandiang di Bali.
Assalamu'alaikum WW
Oo... urang Bali memang lah 'melek' pariwisata....dan menyadari kalau
tourism itu adolah income utamo-nyo....
Ambo sampai takjub dengan jawaban seorang petani rumput laut di TV
disaat
lahan usaonyo harus di gusur untuk kepentingan pariwisata.... inyo ndak
berang ndak ibo ati .... cuma minta dicarikan lahan pindahannyo..... iyo
bana suhud urang tu manarimo nyo....
Wassalam
Z Chaniago - Palai Rinuak - http://photos.yahoo.com/bada_masiak/
======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================
>From: "Adrisman" <[EMAIL PROTECTED]>
>
>Pada kesempatan tersebut disampaikan juga betapa perlunya propinsi
Sumbar
>membuka pusat informasi pariwisata di Bali , sedangkan propinsi lain
>seperti DKI dan Jogya telah lama membuka kantor pusat informasi
pariwisata
>masing masing di Bali.
>
>
>Uda Zul,
>Saya suka dengan ide membuka informasi pariwisata sumbar di bali.....,
dan
>bila mungkin ditempat tempat wisata yang lainnya.
>Yang tak kalah pentingnya da zul walau sering terlupakan yaitu
brochure2
>tentang wisata di sumbar harus dicetak yang bagus (maksudnya kertas lux
>jangan yang stesilan) kemudian di sebarkan pada agen2 perjalanan.
>
>Pernik2 dan cindera mata ataupun souvernir yang lain berasal dari
sumbar
>jarang sekali terlihat di dutyfree counter di airport2, yang terlihat
itu2
>juga seperti ukiran2 bali dan wayang2...., tempo hari saya membeli
barbie
>yang berpakaian daerah..., saya bersyukur dapat yang berpakaian
minang....,
>waktu saya tanya sama penjualnya menurut mereka model beginian jarang
>sekali peminatnya....
>Well, barbie memang identik dengan yg berpakaian minim, tapi bagus juga
tuh
>ide menggunakan barbie untuk mempopulerkan pariwisata dengan pakaian2
>daerahnya.
>
>wassalam
>adr
_________________________________________________________________
Get fast, reliable Internet access with MSN 9 Dial-up – now 3 months
FREE!
http://join.msn.click-url.com/go/onm00200361ave/direct/01/
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________
---
Incoming mail is certified Virus Free.
Checked by AVG anti-virus system (http://www.grisoft.com).
Version: 6.0.516 / Virus Database: 313 - Release Date: 9/1/2003
---
Outgoing mail is certified Virus Free.
Checked by AVG anti-virus system (http://www.grisoft.com).
Version: 6.0.516 / Virus Database: 313 - Release Date: 9/1/2003
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________