Assalamu'alaikum WW
Dari kompas ambo copikan, baraso dosen Unand sapakat untuak mogok.
Ambo manyayangkan hal iko, dan rasonyo seakan-akan kekanak-kanakan kalau
dosen hanya karena masalah materi mogok. Ambo labiah bisa memaklumi jika
guru di daerah terpencil mogok karena masalah materi.
Kini nan ambo tau tunjangan untuak dosen itu balipek-lipek dari tunjangan
guru dan dosen itu kan tingga di kota nan labiah bisa mancari sampingan nan
lain .
Dan kini ambo ingin manyampaikan ka Dosen Unand nan akan mogok via balerong
(rasonyo ado adidunsanak nan dari Unand). Indak usahlah mogok maaja, sabab
indak ado hubungan logis-nyo antaro masalah materi (tunjangan, gaji dan dll)
jo maaja. Dan dalam hal iko ambo pribadi maminta sikap intelektual Bapak dan
Ibu Dosen beradasakan dari pemikiran bahwa secara idealnyo "Ilmu pengetahuan
itu bebas nilai"
Dan walaupun Bapak atau Ibu dosen akan demonstrasi dengan mogok makan
sekalian ...silakan sajo... tapi bukan dengan cara mogok maaja karano itu
adalah caro nan kekanak-kanakan.
Wassalam
Z Chaniago - Anak dari pensiunan guru / pegawai negeri
PS : Untuak adidunsanak di balerong ambo mintat olong karinganan hati
untuak manyampaikan hal iko ka dosen-dosen Unand ambo
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0004/07/DIKBUD/dose09.htm
Dosen Unand Juga Sepakat Mogok
Padang, Kompas
Sedikitnya 100 staf pengajar Universitas Andalas (Unand) yang tergabung
dalam Komite Pengajar/Pegawai Anti-Ketidakadilan (Kompak), hari Rabu (5/4)
sepakat mogok mengajar, menyusul tidak adanya pernyataan resmi dari pihak
rektor perguruan tinggi tersebut untuk menolak kebijakan pemerintah tentang
tunjangan struktural.
"Meski pemerintah telah merespons tuntutan sebagian perguruan tinggi-yang
dosen dan pegawainya melakukan aksi penolakan kebijakan kenaikan tunjangan
struktural pejabat eselon-namun kita tetap menginginkan pihak rektor satu
hati dengan kita; menolak kebijakan pemerintah tentang tunjangan struktural
tersebut," kata Dra Rani Emilya MPhil, salah seorang juru bicara Kompak.
Seperti diberitakan, Direk-tur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen
Pendidikan Nasional Prof Dr Satryo Soemantri Brodjonegoro meminta agar
kalangan pendidik (dosen dan guru) tidak melakukan aksi mogok mengajar.
Pasalnya, pemerintah tetap memperhatikan masalah kesejahteraan yang adil
bagi kalangan pendidik. Bahkan pihaknya sudah mengusulkan kepada pemerintah
agar dosen dan guru diperhatikan juga tunjangannya. Dalam hal ini Menteri
Keuangan menjanjikan akan ada kenaikan bertahap (Kompas, 31/3).
Para dosen Unand tersebut sudah tiga kali melakukan aksi unjuk rasa, sebelum
akhirnya mengambil keputusan mogok mengajar. Setiap kali unjuk rasa, pihak
pimpinan-baik rektor dan para pembantunya-tidak berani memberikan keterangan
resmi. Rektor Unand Prof Dr Ir Marlis Rahman hingga kini belum berada di
tempat karena yang belum pulang dari menunaikan ibadah haji. "Orangnya boleh
tidak ada, yang menjabat tentu ada. Akan tetapi, dengan tidak ada pihak
pimpinan hadir bersama kita, ini merupakan suatu pelecehan," kata salah
seorang dosen.
Menurut Ir Jhon Marlis MSc, juru bicara Kompak lainnya, dosen-dosen yang
tergabung dalam Kompak tidak perlu takut mogok sampai adanya pernyataan
resmi dari pimpinan Unand untuk menolak kebijakan pemerintah itu. "Kita
tidak mungkin diberhentikan oleh pihak pimpinan. Kalau ada ancaman untuk
diberhentikan, saya yang akan berhenti dulu," tegasnya.
Dalam pertemuan para dosen dan pegawai yang tergabung dalam Kompak itu juga
terungkap, para ketua jurusan di MIPA sudah sepakat untuk datang ke kampus
sekali sebulan saja. Akan tetapi, kesepakatan ini dilaksanakan setelah
diberikan tenggang waktu satu bulan, setelah tidak adanya reaksi dari
pemerintah dan pihak pimpinan Unand.
Menurut Rani Emilya, bila kebijakan tentang tunjangan struktural ini tetap
dilaksanakan pemerintah, maka akan berimplikasi kepada kinerja tidak
bergairah dan tidak maksimal, karena di situ ada ketidakadilan. "Oleh
karenanya, tuntutan kita tidak hanya menolak kebijakan pemerintah, tetapi
juga mendesak pemerintah untuk merevisi kenaikan gaji dan tunjangan secara
adil dan berimbang," katanya. (nal)
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
=================================================
WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id
=================================================
Subscribe - Mendaftar RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages: subscribe rantau-net email_anda
Unsubscribe - Berhenti menerima RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi emai / Messages: unsubscribe rantau-net email_anda
=================================================
WebPage RantauNet http://rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================