Assalamu'alaikum WW Memang kiniko alum bisa baarok sarupo dalam salah satu biografi salah surang Dokter dari Dulbin nan mananggakan jubah putiah dokternyo di Eropa untuak jadi voluntir di Calcutta untuak mangabdi sukarela. Memang pandangan urang salamo iko status saurang Dokter itu dianggap agak tinggi dan terhormat, dan biasonyo bapitih..... Tetapi samatang pun baitu kalau masalah dan urusan paruik, baa pulo lai.... dan juo semoga para dokter mudo indak manjadi baleh dandam sasudah PTT untuak jadi komersil. Wassalam Z Chaniago - Palai Rinuak http://www.republika.co.id/2005/09/18319.htm Giliran Ratusan Dokter PTT Berdemo di DPRD Sumbar PADANG -- Ratusan dokter praktek tidak tetap (PTT) di Sumbar melakukan demonstrasi di DPRD setempat, kemarin. Mereka mendesak agar wakil rakyat memberikan tekanan kepada Kanwil Kesehatan guna memperhatikan nasib mereka yang nyaris tak diperhatikan. ''Dokter saja mengeluh, apalagi guru,'' kata seorang guru yang magang jadi wartawan, kepada Republika, di tempat yang sama. Pada dokter itu, yang datang dengan pakaian serba putih. Mereka yang terdiri atas dokter umum, dokter spesialis mewakili 250 orang dokter PTT di Sumbar. Mereka sudah bertugas sejak 1993 silam. Menurut dr. Bobby Indra Utama, gaji mereka sangat tidak layak. Kedatangan mereka diterima oleh sejumlah anggota dewan, seperti Marfendi, Afrizal, Firman DWK., dan Chaidir Chatib Bandaro. Anggota dewan berjanji akan memperjuangkan nasib mereka. Data yang diberikan dokter Bobby, gaji mereka yang terlambat diterima sebulan dari yang seharusnya, hanya berjumlah Rp 400 ribu. Selain itu, mereka juga mendapat tunjangan Rp 100 ribu. Jika mereka bertugas di daerah terpencil tunjangannya lebih tinggi yakni sebesar Rp 350 ribu. Dan jika di daerah amat terpencil, tunjangannya Rp 500 ribu. Menurut dokter Bobby, sejak dikeluarkannya Keppres No.37 tahun 1991 tentang dokter PTT, mereka merasakan banyak ketidakadilan. Terutama sejak 1993, gaji mereka tak pernah dinaikkan. Karena itu, para dokter muda ini, menuntut kenaikan gaji sampai 300 persen. ''Gaji yang ada sekarang, tidak cukup untuk membiayai kebutuhan hidup,'' katanya. Perlakuan tidak adil, terasa pula saat penerimaan pegawai negeri sipil (PNS). Mereka hanya diberi kesempatan sekali untuk ikut tes PNS, sementara sarjana lainnya boleh berkali-kali. ''Sepertinya kami yang mengabdi bertahun-tahun lamanya, tidak dinilai dan tak dihargai,'' katanya. Para dokter muda itu, memang berharap Kanwil Kesehatan bisa memperhatikan nasib mereka. Sebab pengaduan mereka ke Menteri Kesehatan, sepertinya tidak disahuti. ''Kami berharap anggota dewan bisa menolong kami,'' kata mereka. Jika kemarin dokter PTT yang meminta perbaikan nasib, maka sebelumnya sejumlah gelombang demo juga datang ke DPRD Sumbar. Mula-mula ratusan pegawai honor di Disbun Tk I Sumbar. Kemudian para guru negeri, disusul guru honorer. Ratusan pegawai honor Balaikota Padang, meski tidak berdemo, tapi utusan mereka mendatangi gubernur. Tujuannya agar nasib mereka diperhatikan. ________________________________________________________________________ Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com LAPAU RantauNet di http://lapau.rantaunet.web.id Isi Database ke anggotaan RantauNet: http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1 ================================================= WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id ================================================= Subscribe - Mendaftar RantauNet Mailing List, kirimkan email Ke / To: [EMAIL PROTECTED] Isi email / Messages: subscribe rantau-net email_anda Unsubscribe - Berhenti menerima RantauNet Mailing List, kirimkan email Ke / To: [EMAIL PROTECTED] Isi emai / Messages: unsubscribe rantau-net email_anda ================================================= WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA =================================================

