Semua wanita memang sama. Yang membedakan wanita sunatullah dengan
wanita Barat, wanita Irian, dan burung betina hanyalah:
Mereka tak takut kena laknat Allah jika dikaruniakan
kelebihan yang digunakan untuk menjadi menteri atau jadi
presiden.
Mereka tak takut mengejar mimpi-mimpi sampai kebintang-bintang
di luar angkasa sana tanpa takut kehilangan cinta suami atau di
teror dengan cap perawan tua.
Mereka tak takut (burung Raven) mematuk kepala si jantan yang
tak setia tatkala si tak tahan nafsu itu kembali dari
petualangan cintanya.
Mereka tak takut menolak definisi laki-laki tentang enak dan tak enak
menjadi perempuan itu yang selalu menurut selera dan menguntungkan
pria.
Mereka tak takut bakalan mendapat pukulan (berapa kali?) jika harus
menolak keinginan suami diatas tempat tidur dalam kondisi sedang stress atau
menstruasi.
Mereka tak takut menteriaki tafsiran Al Quran
antik seperti ini:
Razi, commenting on Q. 4:11, said:
"(The males share is that of two females). Man is more perfect
than the woman in creation, and intelligence, and in the religious sphere,
such as the suitability to be a judge, and a leader in worship. Also, the
testimony of the man is twice that of the woman. So that whoever is given
great responsibilities must be given correspondingly great privileges. As
the woman is deficient in intelligence and of great lust, if she is given
much money, much corruption will be the result. "[9]
Mereka tak takut berteriak di koran-koran bahwa
intelegensia Hillary Clinton berapa tingkat diatas
kerbau Bill Clinton.
Mereka tak takut............ah sudahlah, jadi kepanjangan.
Ni Ben mau kemanasih kok pakai acara unsubcribe segala? Dan dr kapan buka
praktek lagi?