|
Mau jadi ibu penuh kasih? Mau jadi ibu penuh sayang? Mau jadi ibu yang rela
mengorbankan kepandaiannya hanya untuk beres-beres, cuci-cuci, masak-masak dan
cebok-cebokin anaknya saja dirumah? It's okey then! Itu bagus. Tak ada
yang larang. Na'udzubillah, anak kecil juga tahu itu pahala, man!
Tapi jadi tak okey jika :
> Mereka yang tak takut kena laknat Allah jika
dikaruniakan kelebihan yang digunakan untuk menjadi menteri atau jadi
presiden. > Mereka yang tak takut mengejar mimpi-mimpi ....
> Mereka yang tak takut (burung Raven) mematuk
.... > Mereka yang tak takut menolak definisi laki-laki
.... > Mereka yang tak takut bakalan mendapat pukulan (berapa
kali?)... > Mereka yang tak takut menteriaki tafsiran Al Quran antik
> Mereka yang tak takut berteriak di koran-koran bahwa
intelegensia ....
itu diteror dengan:
bahwa lawan dari kehidupan itu adalah
kehidupan yang seburuk-buruknya yang sehina-hinanya di dalam api
yang menyala-nyala 70 kali sengatan api di dunia.
Nau'dzubillah. (Tentu saja mereka tak takut karena
tak ada ketakutan yang melebihi ketakutan
terhadap api neraka yang mengelupaskan kulit kepala
mereka). Dan mereka juga tidak tahu dan tidak mau
tahu bahwa kehidupan yang lain itu ditentukan dari
kehidupan sekarang dan bukan setelah mati. Dan
mereka tidak tahu dan tidak mau tahu bahwa ada Tuhan bernama
Allah Yang hidup dan berdiri sendiri, tidak
beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak
mempunyai saingan, dan tak ada satupun yang dapat
menyamainya. Allah Yang Rahmaan, Yang Rahiiim
(Maha pengasih lagi maha penyayang), akan tetapi
juga Yang Muntaqiim (Maha Pembalas),
Itu namanya meremehkan karunia Ilahi!
Mulyadi Wrote:
Begitu jawab Bunda ana Uni Desfitri, Hal ini tidak boleh di bicarakan
di khalayak umum (senang/tidak) tapi di jalani saja (bisakah tanpa harus
di/mempertanyakan. .....Perintah Allah lhooo...) makanya umat
sekarang ini banyak yg bingung karena terlalu banyak yg
di tanyakan/diperdebatkan walaupun itu tidak harus di tanya.... (
benar kah....?!)>>>
Menurut saya, artinya ini kalimat bisa salah bisa betul, karena berhenti
mempertanyakan itulah umat Islam jadi run amok seperti sekarang.
Sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit ngamuk. Alih-alih mikirin bagaimana
merebut kembali High Islam yang sekarang dirampas orang eh kok malah
masih asyik menghajar orang dengan ayat-ayat suci. Tidak, dik.
Perempuan yang mau ikut menyumbang kepandaian untuk kebesaran negara
itu bukan ancaman hegemoni.Mereka patner!
wassalam,
Evi
Mulyadi
Hadist nabi
Muhammad.SAW
BismillahirRahmanirRahim
|